Melatih Kecepatan Bersama Indonesian Nunchaku Club

  • Whatsapp
Nunchaku
Nunchaku

 

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk melindungi dirinya, salah satunya dengan mengikuti olahraga beladiri seperti Capoeira, silat, karate dan banyak lagi lainnya. Di Indonesia sendiri banyak olahraga beladiri yang sudah berkembang. Seperti halnya Nunchaku, sebuah cabang olahraga beladiri yang mulanya berasal dari Negeri Sakura, Jepang. Nunchaku cukup dikenal sejak beberapa tahun lalu, di Jepang sendiri banyak orang yang mengikuti Nunchaku karena dianggap memiliki kekuatan besar untuk membela diri dari segala kejahatan yang terjadi.

Read More

Sementara itu, di Indonesia sendiri khususnya di Kota Medan, cabang olahraga Nunchaku ini dilakukan bukan untuk bela diri atau fighting tetapi sebagai free style. Setiap orang memiliki gaya dan trik yang berbeda-beda dalam gerakannya tanpa harus mengikuti trik dalam bela diri seperti yang ada di Jepang karena sudah dimodifikasi sendiri oleh para pemainnya.

Di Indonesia, komunitas yang menggunakan besi sebagai alat utama permainannya biasa disebut dengan INC (Indonesian Nunchaku Club). Selain di Kota Medan ternyata Nunchaku juga sudah tersedia di tiga puluh kota di Indonesia. Hal itu disampaikan langsung oleh Al Mifdhal ketika diwawancarai tim Cerita Medan beberapa waktu lalu di Taman Biro rektor Universitas Sumatera Utara (USU).

Komunitas yang menggunakan bagian tubuh seperti tangan, kaki dan leher sebagai teknik bermainnya ini, sudah ada sejak beberapa tahun lalu di Indonesia, sementara untuk Medan sendiri sudah ada sejak September 2011 lalu, hal itu bermula dari keinginan salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi USU bernama Toni yang ingin membuat INC regional Medan.

Al Mifdhal yang kini menjabat sebagai ketua Komunitas INC Regional Medan mengaku bahwa awal mulanya ia mengenal Nunchaku dari televisi. Kabar baiknya ternyata ia mendapat informasi bahwa Nunchaku ada di Medan, Mifdhal yang ketika itu memang sangat tertarik dengan alat bela diri yang sering digunakan oleh salah satu aktor legendaris Bruce Lee akhirnya bertemu dengan Toni dan memutuskan untuk bergabung di Nunchaku Medan.

Dalam kegiatannya, Komunitas Nunchaku ini sering melakukan latihan di area kampus seperti USU karena mayoritas anggotanya adalah anak USU, namun meski demikian tak jarang mereka juga melakukan latihan di tempat-tempat lain seraya sebagai media promosi memperkenalkan Nunchaku ke masyarakat luas. Pada dasarnya memang tak banyak yang tahu akan komunitas beladiri satu ini.

Alat yang digunakan untuk melakukan permainannya adalah dua batang besi yang disambung menggunakan rantai, biasanya dapat dibeli di berbagai toko olahraga atau pun bisa didapatkan di toko online.

Aksi dari Komunitas Nunchaku
Aksi dari Komunitas Nunchaku

Kini komunitas yang sudah berdiri hampir enam tahun tersebut memiliki 30 orang anggota di dalamnya, dan mayoritasnya diikuti oleh para pria karena memang Nunchaku cukup berat dan dapat melukai bagian tubuh apabila kurang berhati-hati sehingga lebih sering diperuntukkan bagi laki-laki. Mifdhal sendiri mengaku bahwa pada awal mula latihan ia beberapa kali terkena cedera kecil berkat bagian sisi tajam dari besinya. Namun, tak membuat semangatnya surut karena seperti pengakuan Mifdhal, Nunchaku sangat seru dimainkan apalagi jika sudah memahami teknik yang tepat untuk dimainkan.

Tak jarang, Komunitas Nunchaku juga diundang dalam beberapa pertunjukan di Kota Medan untuk mengisi beberapa cara mempertunjukkan kebolehan dalam memainkan besi dengan lihai. “Kita pernah ngisi di Hermes, di acara-acara kampus juga kayak Porseni gitu,” cerita Mifdhal.

Kecepatan adalah hal yang paling diutamakan dalam permainan Nunchaku, karenanya dalam prosesi latihan untuk pertama kalinya tak jarang para pemain akan merasakan pegal di bagian tangan kanan dan kiri. Perlu waktu yang cukup untuk bisa bermain Nunchaku, setidaknya harus menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk gerakan yang lebih lihai lagi.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan yang ingin bergabung dengan Indonesian Nunchaku Club Regional Medan dapat menghubungi Al-Mifdhal di : 081361158851 atau juga bisa mengakses Twitternya di : @INC_Medan. ***(CM-02/Zakiyah-Rizki-Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *