IBX5A49C9BC313D6 Kupor, Seniman Indie Dari Medan - Cerita Medan

Kupor, Seniman Indie dari Medan

Agus Aliyah, Kupor
Agus Aliyah, Kupor

 

Terlahir dengan nama Agus Aliyah Nasution, ia memanfaatkan hobi serta keahliannya untuk menjadi salah satu sumber pendapatan. Pemuda yang memiliki tanggal kelahiran dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yakni, 17 Agustus 1993 ini bergerak dibidang visual art tepatnya motion graphic, yang sudah ditekuni sejak tahun 2014 lalu.

Secara singkat motion graphic adalah menciptakan  gambar yang bergerak dengan menggunakan animasi-animasi lewat teknologi digital dan juga dapat dikombinasikan dengan efek audio. Saat ini motion graphic semakin sering digunakan pada berbagai kesempatan, contohnya adalah iklan, company profile, bumper film dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pria yang akrab dipanggil dengan nama Kupor dikalangan teman-temannya ini mengatakan jika keahliannya dalam membuat seni motion graphic didapatnya dari metode pembelajaran secara otodidak. Sampai saat ini ia sudah beberapa kali ditunjuk oleh beberapa perusahaan dan juga promosi event untuk menciptakan motion graphic sesuai dengan permintaan mereka. untuk menyelesaikan sebuah video yang berdurasi 15 sampai dengan 60 detik, Kupor membutuhkan waktu maksimal 3 hari. Maklum saja, saat ini ia masih berstatus sebagai seorang mahasiswa semester akhir jurusan multimedia  di Politeknik Negeri Media Kreatif, Medan.

Untuk seluruh hasil karyanya Kupor hanya menggunakan satu buah laptop miliknya pribadi. Hobi menciptakan animasi-animasi digital ternyata menjadi kelebihan dirinya yang membuat anak ke 3 dari 6 bersaudara ini mulai banyak dikenal orang. Lama kelamaan ia pun banyak menerima tawaran, tentu saja hal tersebut sedikit demi sedikit mampu memberikan pendapatan. Untuk menciptakan sebuah motion graphic pesanan dari klien, tarif yang dibandrol sesuai dengan tingkat kerumitan serta lamanya durasi yang diinginkan, biasanya angkanya mulai dari Rp.500.000.

Dalam menciptakan sebuah karya, kupor lebih nyaman mengerjakannya sendiri bisa dirumah ataupun didalam kamar, alasannya agar tidak terganggu. Saat ini motion graphic yang ia buat masih berupa gambar 2 dimensi.

Pria penggemar Band Efek Rumah kaca yang ia anggap banyak menciptakan lagu-lagu menginspirasi ini, juga memiliki keinginan untuk tetap berada dalam dunia digital art. “Pengennya sih buat rumah produksi yang bergerak dibidang animasi motion graphic,” katanya saat ditanya tentang keinginannya di masa mendatang.

Kupor mengaku apa yang dilakukannya ini sedikit banyak terinspirasi oleh Wahyu Aditya, dia adalah pendiri Hello Motion dan juga Kementrian Desain Republik Indonesia. Untuk kesempatan menjadi pembuat serta bisnis dibidang motion graphic di Kota Medan sendiri menurutnya kesempatan terbuka masih terbuka sangat lebar, mempunyai relasi yang cukup besar dikalangan anak muda, membuat namanya cukup cepat menyebar dari mulut ke mulut. Ia juga menambahkan bahwa di Medan hanya segelintir orang yang menggeluti dunia motion graphic jadi saingannya belum terlalu banyak.

Untuk target terdekatnya kini, ia ingin sekali membentuk sebuah tim untuk menciptakan  sebuah karya dengan karakter animasi yang mengangkat realita kehidupan masyarakat di Kota Medan. Ditambahkannya lagi bahwa motion graphic masih hal kecil dari seni digital, aku mau terus berkembang lagi, karena masih banyak yang bisa di buat dari media digital.

Kupor terbilang seorang anak Medan yang memberikan kontribusi pada kota ini lewat karya-karya positifnya, lebih hebatnya ia melakukan ini disaat usianya masih terbilang cukup muda, tahun 2016 ini ia baru menginjak usia 23 tahun.

Baginya hidup itu mudah dan menyenangkan, itu sebabnya pada akhir wawncara memberikan masukan agar kita terus berbahagia. “Berbuatlah apa saja yang membuatmu bahagia,” tutup Agus Aliyah.***(CM-03/Rio Khairuman)

KOMENTAR

BACA JUGA