Kriteria Calon Istri yang Dianjurkan dalam Islam

  • Whatsapp
doc google : Kriteria Calon Istri yang Dianjurkan dalam Islam
doc google : Kriteria Calon Istri yang Dianjurkan dalam Islam

 

Menikah merupakan ikatan jalinan cinta dua orang insan untuk beribadah kepada Allah SWT. Seperti kata Rasul, nikahilah perempuan baik-baik yang sedang janda atau perawan. Dan nikahilah yang tidak memiliki suami/istri. Dalam hal ini kita pun dianjurkan untuk serius, termasuk di dalamnya memilih pasangan yang tepat untuk menjadi pasangan sehidup semati hingga di surga nanti. Karena itu tidak boleh sembarangan memilih pasangan, karenanya dalam kitab Fathul Qarib yang disampaikan oleh Ustad Irhas Pulus terdapat kriteria calon istri dan suami yang dianjurkan dalam Islam, berikut ulasannya:

Read More

  1. Bagi seorang laki-laki, disunnahkan untuk menikahi seorang perempuan yang perawan. Hal ini dimaksudkan agar masa bercandanya dan bermanja dalam menjalin hubungan bisa terjalin lebih lama. Jikalau janda dikhawatirkan ia sudah pernah mengalaminya sehingga enggan baginya untuk sekedar bercanda saat dalam keadaan pengantin baru. Boleh saja menikahi seorang janda apabila ada alasan-alasan tertentu yang lebih kuat seperti diharapkan si janda bisa mengayomi keluarga si laki-laki dengan penuh kasih sayang karena dianggap lebih dahulu berpengalaman.
  2. Hendaknya memilih pasangan yang bagus agamanya, bukan yang fasik atau golongan orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
  3. Pilihlah bagi seorang laki-laki, istri yang cantiknya standar (rata-rata). Ada dua pendapat dalam hal ini, menurut Imam Romli cantik seorang perempuan adalah ketika orang-orang secara umum menyebutnya cantik, sementara menurut Imam Riyadi cantik seorang perempuan dapat dinilai secara pribadi karena baik dari luar maupun dalamnya terdapat fadillahnya masing-masing.
  4. Bisa memiliki banyak anak. Cara melihatnya adalah dengan melihat latar belakang keluarganya, apakah memiliki banyak anak atau hanya sedikit karena menurut Rasul,”Menikahlah kalian maka kalian akan banyak, maka sesungguhnya aku akan bangga dengan banyaknya umat di hari kiamat”.
  5. Pilihlah seorang perempuan yang memiliki sifat keibuan dan penuh kasih sayang agar kelak menjadikan keluarga yang penuh ketentraman dan kedamaian.
  6. Jangan pilih yang luar biasa cantiknya karena bisa jadi ia akan merasa sombong pada suaminya kelak dan dikhawatirkan akan banyak mata yang memandang kepadanya. Bukan berarti seorang perempuan yang luar biasa cantiknya tidak boleh dinikahi, tetapi apabila ada seorang perempuan yang luar biasa cantiknya maka harus luar biasa pulalah agamanya sehingga ia dapat bijaksana dalam bersikap dan memandang kearahnya.
  7. Pilihlah yang sudah baligh karena sesungguhnya yang sudah baligh maka sudah lebih sempurna pulalah keadaan fisiknya.
  8. Pilihlah perempuan yang mudah maharnya. Mudah bukan berarti murah tetapi si calon suami mampu ddan tdak diberatkan akan mahar yang dimintakan. Misalnya jika pendapatan suami Rp. 50.000.000 perbulannya, tentu alangkah mudah bagi laki-laki untuk memberikan mahar Rp. 20.000.000 kepada calon istrinya. Oleh karena itu pernikahan yang paling berkah nikahnya adalah yang paling mudah maharnya. Jika si suami memberikan mahar kepada istri tetapi memakai uang pinjaman, maka disunnahkan bagi laki-laki untuk melakukan hubungan dengan istrinya jikalau belum lunas hutangnya.
  9. Hendaklah ridho pernikahannya, baik diridhoi oleh Allah dan orang tuanya.
  10. Jika hendak menikahi seorang janda, hendaknya nikahilah yang belum memilki anak.
  11. Pilihlah perempuan yang cerdas dan dapat membimbing anak-anaknya kelak menjadi anak yang cerdas pula.
  12. Janganlah mengambil istri yang sudah ditalak oleh suami tetapi sang suami masih memiiliki keinginan terhadap istrinya karena dikhawatirkan dapat menimbulkan hubungan yang tidak baik antara calon suami dan mantan suami.
  13. Ambillah seorang perempuan yang memiliki keturunan baik-baik dan tidak dari anak hasil berzina.
  14. Bukan dari golongan orang yang Fasik.
  15. Usahakan bukan dari anak temuan/ pungutan karena tidak tau asal usul keluarganya.
  16. Dianjurkan bukan yang berkerabat dekat karena makruh. Dikhawatirkan syahwatnya lemah karena merasa sudah berkerabat dekat. Dan berakibat pula kelak anaknya lahir menjadi anak yang lemah fisik atau pun mentalnya.

Demikian perempuan yang baik dipilih untuk menjadi istri, bukan berarti perempuan diluar itu tidak bisa dijadikan istri, tapi ada pembahasan lebih lanjut untuk hal tersebut. Begitupun hal diatas bukanlah sesuai dengan urutannya. Adapun urutan yang tepat bagi seorang laki-laki yang ingin memilih perempuan menjadi istrinya, yaitu karena :

  1. Agama
  2. Akal
  3. Akhlak
  4. Punya banyak anak atau tidak
  5. Nasab/ keturunan
  6. Perawan
  7. Kecantikannya.

 

Dari hasil diatas jelaslah sudah bahwa kecantikan bukanlah poin penting dalam mencari calong istri. Cantik menjadi urutan terakhir dalam hal memilih istri. Nah, berikut ulasan mengenai kriteria calon istri dan suami yang dianjurkan dalam Islam. Semoga berkenan. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *