IBX5A49C9BC313D6 Dolly Nasution Kenalkan Musik Legendaris Melalui Oi-Oi Music Store - Cerita Medan

Dolly Nasution Kenalkan Musik Legendaris Melalui Oi-Oi Music Store

Add New Post ‹ Cerita Medan — WordPress
Add New Post ‹ Cerita Medan — WordPress

Perkembangan musik sepertinya tidak ada habisnya untuk dibahas. Apalagi untuk selerah musik anak muda, tidak banyak yang menjatuhkan selerahnya pada musik-musik kuno. Namun bukan berarti tidak ada anak muda yang menggemari musik kuno. Dolly Nasution contohnya.

Berawal dari hobby, kini Dolly mencoba kesempatan yang ada dengan berjualan kaset-kaset musik legendaris kepada kolektor. Dia menamakan bisnisnya dengan nama Oi-oi Music Store. Musik yang tawarkan dengan berbagai macam genre seperti rock, pop, blues, jazz, RnB, rock and roll dan berbagai genre lainnya.

Sebenarnya Dolly mulai mencintai musik sejak masih umur belasan tahun. Peluang dalam membisniskan hobinya ini dimanfaatkannya dengan baik. Namun oi-oi music store baru di bangun akhir tahun 2015 lalu. Awalnya Dolly mengira tidak banyak anak muda di Kota Medan yang menyukai genre musik tertentu seperti yang ditawarkankannya.

“Sebenarnya ini juga awalnya ajang senang-senang aja. Maksudnya senang dengan hasil karya dan juga seni. Selain itu juga saya mengedukasi orang-orang sekitar saya bahwa ada musik keren yang wajib  di dengar”, tegas Dolly Nasution.

Dolly Nasution
Dolly Nasution

Oi-oi Music Store tidak hanya menjual produk tetapi ownernya sendiri menjadikan edukasi untuk remaja di Kota Medan kalau di Medan ada satu wadah yang menjual musik-musik langka legendaris. Tidak hanya CD, Piringan Hitam, dan juga kaset. Melalui Oi-oi Music Store, Dolly juga berinovasi untuk menawarkan dagangan lainnya berupa baju. Baju yang di tawarkan juga masih di range music dan juga band. Customers boleh mendesign bajunya sendiri dengan selera masing-masing.

Harga yang di tawarkan juga relative standart. Untuk CD, Piringan Hitam dan juga kaset, Oi-oi Music Store menawarkan dengan harga Rp.25.000 sampai dengan Rp.350.000. Oi-oi Music Store sendiri memiliki 150 koleksi kaset, 4 piringan hitam dan juga 50 CD. Tidak sedikit kolektor yang datang ke Oi-oi Music Store hanya untuk sekedar menambah koleksi mereka.untuk bajunya sendiri, di bandrol dari harga Rp.100.000 sampai Rp.125.000.

“Kalau misalnya ada permintaan CD yang susah di dapat, ya mau nggak mau saya wajib mencari itu sampai dapat. Itu salah satu cara untuk memuaskan pelanggan. Saya rela hunting ke semua tokoh musik di Indonesia ini demi mendapatkan apa yang di inginkan”, cerita Dolly kembali.

Selain menawarkan melalui iklan digital yang sekarang banyak di lakukan pembisnis dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram, Oi-oi Music Store juga mulai muncul ke permukaan dunia bisnis dan music lokal Kota Medan dengan mengikuti pameran-pameran atau menyewah stand untuk promosi salah satunya ajang A Create yang di adakan di Istana Maimun Medan.

Perlahan Oi-oi Music Store juga mulai di kenal di kalangan anak muda pecinta music. Tidak sedikit pecinta musik dan kolektor musik legendaris yang datang langsung ke kediaman Dolly Nasution yang terletak di Jalan Mistar Gg. Bandung No.18 Medan.

Kalau dipikir-pikir, untuk mendapatkan kaset-kaset antik dan langka pastilah sangat sulit. Tidak sedikit kolektor musik memberanikan diri untuk menyumbangkan koleksinya untuk di dagangkan. Dengan alasan lain, beberapa orang yang sudah hafal mati dengan musik koleksinya kini giliran orang lain yang diperkenalkan dengan musik-musik lama melalui Oi-oi Music Store.

Selain itu, Oi-oi Music Store juga sering sekali mengalami sistem barter hanya untuk mendapatkan dan menambah koleksinya. Dolly sendiri ikhlas jika koleksinya harus di perdagangkan. Memperkenalkan kembali musik yang ia cintai kepada orang lain menjadi kesenangannya pribadi. Untuk saat ini Oi-oi Music Store masih tetap ingin bermain dengan media sosial dan juga sistem barter dan sharing. Karena baginya usaha seperti ini harga yang tawarkan terkadang tergantung negoisasi penjualan. Selain itu, juga tidak kena pajak dan mempermudah penjualan.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

KOMENTAR

BACA JUGA