Dampak Buruk Memakai Headset

  • Whatsapp
Dampak Buruk Memakai Headset
Dampak Buruk Memakai Headset

Setiap orang pastilah ingin memiliki saat-saat dimana dapat mengerjakan apa yang mereka mau seorang diri saja, ataupun sedang tak ingin diganggu apapun dan siapapun untuk beberapa saat. Berbagai aktifitas dapat dikerjakan diantaranya adalah, berkendara, belajar, bermain game, istirahat, bahkan mendengarkan musik sekaliapun.

Ya, mendengarkan musik dengan headset memang telah menjadi trend di masyarakat, terlebih pendengarnya adalah seorang yang gemar akan musik. Mendengarkan musik dengan memasangkan headset ke telinga memang cukup efisien, karena kita tak akan mendengar suara lain, hanya ada irama dari lagu-lagu favorit. Hampir setiap saat orang dapat melakukannya, namun perlu diketahui jika penggunaan headset yang terlalu lama dapat berdampak negatif di kemudian hari jika dilakukan dengan cara yang berlebihan.

Read More

 

Menyebabkan kerusakan permanen

Telinga sebagai satu-satunya indera pendengaran terancam akan rusak secara permanen jika terus-menerus diterjang suara keras dari earphone. Maka dari itu jangan memutar musik dengan suara yang sangat keras, apalagi suara yang keluar tepat berada di telinga kamu. Bisanya yang paling sering melakukan ini adalah para remaja, walaupun cukup asik karena dapat menikmati lagu seutuhnya tapi jangan sampai membahayakan karena kemngkinan terburuknya dalah takkan pernah bisa mendengar lagi. Gejala kerusakannya telinga memang tak langsung terasa namun  secara perlahan-lahan hingga akhirnya benar-benar tak mendengar lagi. Usia 20an masa-masa perlu diawaasi penggunaan headset agar tidak melampaui batas, hal ini bisa saja terjadi sebab mereka masih memiliki semangat dan emosi yang berapi-api.

 

Potensi mengalami kerusakan otak

Earphone yang kita letakkan dikedua telinga ternyata mengaliri gelombang elektromagnetik didalamnya sehingga dapat mempengaruhi otak. Gelombang tersebut dapat mempengaruhi arus listrik dalam otak sehingga ada potensi peruskaan, walaupun belum ada kasus yang sampai mengalami kerusakan otak, namun para peniliti tetap meyakini hal itu dapat terjadi, apalagi setelah mereka melakuakn beberap kali percobaan. Kebiasaan menggunakan headset juga tidak baik karena dapat mempengaruhi seseorang secara psikologisnya, jika memang ingin meggunakan headseat ketika memdengarkan musik, lakukanlah secara tidak berlebihan waktu dan volumenya.

 

Menjadi tidak acuh dengan keadaan sekitar

Selain karena sedang ingin menikmati musik, seseorang yang mengunakan headset ditelinganya juga disebabkan sedang tak ingin peduli dengan keadaan sekitar dan lebih memilih fokus kepada diri sendiri. Pilihan yang diambil untuk menggunakan headset tentunya harus disaat dan tempat yang tepat, jangan smapi disaat telingi yang dipebuhi alunan musik membuat pendengarnya tak merespon suara atau gerakan lain sehingga dapat membahayakan diri sendiri dan sekeliling.

 

Menjadi sarang bakteri

Headset yang serng dipakai namun jarang dibersihkan bisa menjadi sarang bakteri, dimana setiap kali digunakan akan akan ribuan bakteri yang akan berpindah dan masuk kedalam telinga. Bakteri terbiasa hidup ditempat-tempat yang kotor, dan salah satu penyebab penyakit diaman mampu mengakibatkan pendarahan ditelinga.

Jika ingin mendengarkan rekaman suara denga headseta disarankan antara 25 samapai dengan 40 desibel saja sedangkan bagi mereka yang masih tergolong anak-anak cukup dengan 20-40 desibel saja. Itu adalah volume suara yang ideal untuk didengar untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, kita perlu tahu jika segala sesuatunya tak ada yang boleh dipaksakan. Usahakan ketika menggunakan headset di kedua teling, kita masih dapat mendengarkan suara lainya yang berada diluar earphone.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *