Cerita Kopi di Warkop Antropologi

  • Whatsapp
Warkop Antro
Warkop Antro

 

Pagi itu cukup terik, tetapi lokasi parkir FISIP USU seketika ramai, terlihat sebuah teratak sudah terpasang disana dan di bawahnya terdapat puluhan mahasiswa yang mulai bersibuk dengan segala persiapannya, Rabu (1/6). Di depan teratak, terdapat sebuah panggung yang tak lama setelahnya berdiri sepasang laki-laki dan perempuan yang masing-masing dari mereka memegang mic.

Read More

Ternyata, sebuah acara akan digelar oleh Laboratorium Antropologi, FISIP USU. Bertepatan dengan hari kelahiran Pancasila, para mahasiswa yang tergabung dalam Departeman Antropologi menggelar sebuah acara Warkop Antro sebagai bentuk cerita tentang warung kopi bersamaan dengan menunjukkan segala kreatifitas tanpa batas.

Tepat pukul 10.00 WIB, acara dimulai dengan pembukaan dua orang MC yang kemudian disusul dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama seluruh dosen, mahasiswa dan tamu pada kesempatan tersebut. Lagu tersebut dinyanyikan dengan hikmatnya dan kemudian disambung pula dengan penampilan tari-tarian oleh Go Green and Art. Sontak para hadirin bertepuk tangan atas penampilan yang diiringi musik cukup meriah tersebut.

Penampilan Seni Tari Pada Rangkaian Acara Warkop Antro
Penampilan Seni Tari Pada Rangkaian Acara Warkop Antro

“Saya mewakili Departemen, sangat mengapresiasi acara ini karena saya pikir acara ini bisa sebagai forum untuk mengembangkan potensi. Kegiatan yang diselenggarakan atas program kerja laboratorium ini memang baru diselenggarakan untuk pertama kali tetapi semoga bukan untuk yang terakhir kali, terima kasih kepada kalian yang sudah mengadakan acara ini,” ungkap Dr. Fikarwin Zuska selaku Ketua Departemen dari Antropologi FISIP-USU.

Sementara itu Dr. Muriyanto Amin, M.Si selaku Dekan FISIP USU yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu menyambut baik acara ini, ia mengungkapkan bahwa Antropologi sebagai salah satu jurusan di FISIP diyakini sebagai penyumbang akreditas A karena memang pada dasarnya Antropologi adalah jurusan yang langka dan data yang tertera juga menyatakan bahwa tahun 2016 lebih dari 1000 orang memilih antro sebagai jurusan di perkuliahan. Menanggapi acara Warkop Antro, Muriyanto juga mengatakan bahwa setiap momen yang diselenggarakan harus didokumentasikan agar terdata rapi.

Acara masih terus berlangsung, lokasi parkir pun semakin ramai karena dipenuhi oleh beberapa bazar yang menjual makanan, minuman dan aksessoris. Acara semakin meriah ketika Trio Wijaya yang merupakan salah satu mahasiswa Antropologi stambuk 2012 menyanyikan lagu ciptaannya sendiri di atas panggung.

Banyak yang hal dapat dibicarakan di warung kopi, mulai dari gosip hingga rapat selalu terjadi di warung kopi. Hal itu disampaikan oleh Sabariyah, salah satu dosen Antropologi yang berhadir pada acara tersebut. Menurut Sabariyah,warung kopi adalah suatu yang baik karena di dalamnya kita bisa enjoy, bisa mendapat informasi, bisa menjadi tempat untuk rilex sehingga patutlah jika warung kopi disebut sebagai sumber mencari informasi.

Oleh karena itu, acara yang akan dilaksanakan selama tiga bulan sekali ini akan terus mengungkapkan kisah-kisah lain tentang warung kopi. Seperti yang disampaikan oleh Nita, salah satu dosen mata kuliah Ekonomi Kreatif bahwa Warkop Antro ini kedepannya bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk berbisnis. Penampilan pembacaan puisi, musik, stand up comedy, drama, diskusi, nonton film dan ngopi juga meramaikan kegiatan ini. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *