Aplikasi Google Allo, Baik-Kah Digunakan Oleh Pengguna?

  • Whatsapp
Aplikasi Google Allo
Aplikasi Google Allo – Foto : androidpolice.com

Aplikasi Google Allo – Google merupakan salah satu search engine yang paling banyak digunakan saat ini, dengan menggunakan search engine yang satu ini tentunya pengguna semakin dimudahkan dalam melakukan berbagai pencarian informasi dan mudah dalam melakukan berbagai komunikasi jarak jauh.

Melakukan kegiatan komunikasi di dunia maya memang terasa sedikit mengganggu, pasalnya kala ini banyak terjadi kasus pengambilan informasi atau penyadapan yang dilakukan marak terjadi. Hal ini membuat sebagian orang agak takut dalam melakukan komunikasi di dunia maya, meski hanya dalam skala kecil saja. Saat ini berbagai perusahaan pengembangan aplikasi dan software banyak melakukan pengembangan untuk menemukan cara bagaimana suatu informasi agar tidak dapat disadap, salah satunya dengan menggunakan fitur enkripsi.

Read More

Sebelumnya google telah mengumumkan sebuah aplikasi pesan yang baru saja dirilis dengan dilengkapi enkripsi yang kuat, dengan adanya enkripsi yang kuat tersebut tentunya memungkinkan komunikasi yang dilakukan tidak dapat disadap. Namanya adalah aplikasi Google Allo, sebuah aplikasi yang harus dijalankan dengan menggunakan enkripsi.

Namun aplikasi Google Allo ini jika dijalankan tanpa enkripsi, pengguna diminta untuk tidak menggunakan aplikasi Google Allo ini karena dianggap berbahaya. Seperti yang dilansir dari situs okezone yang dilansirnya dari Latimes, ungkapan mengenai penggunaan enkripsi ini diungkapkan oleh Edward Snowden melalui akun twitternya.

Dalam akun twitter Edwar Snowden tersebut, mengatakan bahwa keputusan dari google dengan menghilangkan enkripsi end-to-end secara default ini pada aplikasi chat Allo baru karena sangat berbahaya dan juga tidak aman. Selain itu, aplikasi Google Allo yang diungkapkan oleh Snowden sendiri secara tegas kepada pengguna untuk segera menghindari penggunaan aplikasi Google Allo ini.

Sementara itu, menurut Kevin Bankston seorang Director of New America’s Open Technology Institute, menanggapi bahwa aplikasi Google Allo ini sebaiknya dienkripsi secara default. Dengan adanya debut dari aplikasi Google Allo ini, hal tersebut merupakan langkah google guna bergabung dengan perusahaan teknologi yang menggunakan enkripsi end-to-end. Dengan adanya aplikasi tersebut, ia akan melindungi privasi pesan teks, panggilan suara, dan juga video call yang dilakukan.

Aplikasi Google Allo ini diumumkan oleh Google dalam sebuah event Google I/O dalam beberapa waktu yang lalu, aplikasi yang didalamnya terdapat fitur enkripsi tersebut dapat mengamankan penggunanya dari gangguan penyadapan. Hanya saja fitur enkripsi yang terdapat pada aplikasi tersebut harus mengaktifkannya sendiri.

Dengan adanya aplikasi Google Allo ini yang di dalamnya terdapat fitur enkripsi end-to-end yang dapat mencegah siapapun untuk melakukan penyadapan terhadap akun penggunanya. Namun aplikasi yang dibuat oleh Google tersebut diharuskan untuk diaktifkan terlebih dahulu, dan untuk pengaktifannya sendiri harus dilakukan oleh sendiri secara manual. Jika tidak bisa mengaktifkan fitur enksripsi ini, sebaiknya pengguna tidak menggunakan aplikasi Google Allo ini.

Fitur enkripsi yang terdapat pada aplikasi Google Allo ini tidak dapat secara default terenkripsi, namun dengan cara melakukan pengaktifan secara manual fitur enkripsinya yang dilakukan oleh penggunanya. Jika pengguna tidak dapat mengaktifkan fitur ini secara manual, maka aplikasi buatan Google yang satu ini yang awalnya berfungsi sebagai pengamanan malah akan sangat berbahaya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa pengguna sebaiknya menghindari penggunaan dari aplikasi Google Allo ini, hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh manta intelejen NSA. Dengan adanya aplikasi ini, hal tersebut menandakan bahwa Google bersamaan dengan perusahaan teknologi lainnya tengah saling melakukan persaingan dengan menawarkan aplikasi pesan yang di dalamnya dilengkapi dengan fitur enkripsi tersebut.

Pada bulan lalu, sebelum Google, pihak Whatsapp juga telah mengungkapkan sebuah fitur enkripsi end-to-end kepada public. Perbedaan dua fitur enkripsi end-to-end  yang dibawa oleh aplikasi Google Allo ini dan juga fitur enkripsi end-to-end yang dibawa oleh pihak Whatsapp, pada fitur enkripsi yang dibawa oleh Whatsapp sudah mendukung enkripsi secara default untuk keseluruhan platform.

Keseluruhan platform yang dimaksudkan adalah android, iOS. dan juga BlacBerry. Selain dari fitur enkripsi yang dibawa oleh Google, pihak Apple juga pada tahun 2010 menghadirkan sebuah fitur FaceTime yang di dalamnya terdapat dukungan dari enkripsi yang sangat kuat secara default.

Dengan adanya fitur enkripsi yang diciptakan oleh berbagai produsen dari dunia teknologi tersebut, tentu kegiatan dalam melakukan komunikasi di dunia maya tidak perlu ditakutkan lagi. Meski begitu, dengan menggunakan berbagai fitur enkripsi yang menawarkan keamanan tingkat tinggi melalui sebuah aplikasi, hal ini tidak dapat menjamin secara utuh bahwa kegiatan penyadapan tidak dapat menembus fitur tersebut.

Namun setidaknya dengan adanya peningkatan pada bidang keamanan dengan adanya fitur enkripsi ini, diharapkan kegiatan pengambilan informasi secara illegal melalui proses penyadapan dapat diminimalisir sekecil mungkin. Bukan hal yang mustahil jika kedepannya tidak ada komunikasi atau sisa-sisa komunikasi yang dapat diambil secara illegal melalui akun orang lain.***(CM/Wahyu Blahe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *