Angkot Ugal-Ugalan, Salah Siapa?

  • Whatsapp

 

Doc : The Jakarta Pos - Angkutan Kota
Doc : The Jakarta Pos – Angkutan Kota

Saat berkendara pernahkah kalian menghadapi situasi dimana berdekatan dengan  angkutan kota yang ugal-ugalan bahkan sampai membahayakan atau menghilangkan nyawa seseorang. Di Kota-kota besar dengan tingkat kemiskinan yang tinggi tentunya kejadian akan sering terjadi, namun bagi sebagian besar masyarakat tindakan menyalah ini sudah menjadi identitas para pengemudi angkutan umum dalam kota. Kota Medan sendiri merupakan kota yang masyarakatnya banyak sekali menggunakan angkutan umum seperti angkot, perannya memang sangatlah membantu terlebih bagi mereka yang tak memiliki kendaraan pribadi.

Read More

Namun, sayangnya kehadiran mereka juga memiliki sisi negatif yang sesekali dirasakan secara nyata  oleh masyarakat yakni melaju secara sembarangan. Bahkan tak jarang kita melihat dua angkot yang saling kebut-kebutan ditengah-tengah padatnya lalu lintas demi mendaptakan seorang penumpang. Pemandangan yang tak asing lagi ketika sebuah angkot malah berhenti sembarangan di tengah-tengah jalan sehingga mengakibatkan kemacetan panjang atau bahkan berhenti mendadak.

Semua hal itu sepertinya sudah melekat erat dengan profesi sebagai supir angkot. Namun persoalan ini tentunya tak bisa dibiarkan terus-menerus, jika ingin menyalahkan mungkin tak hanya supir melainkan pihak-pihak terkait lainnya juga bisa disalahkan. Lebih baik mencari sumber permasalahan serta jalan keluarnya agar tercipta suasanan yang kondusif sebagai pengguna lalu lintas.

Tak melulu soal ekonomi namun ada beberapa faktor lain yang bisa jadi penyebab terjadi kegaduhan dalam laju transportasi umum khusunya yang berjenis mini bus seperti angkot, berikut ini adalah diantaranya.

 

Penumpang

Penumpang ataupun calon penumpang angkutan dalam kota ternyata juga mempengaruhi kesemrawutan jalan. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, sebab sering kali masyarakat yang memberhentikannya bukan di tempat semestinya atau dengan cara yang tiba-tiba. Calon penumpang ingin naik dari tempat dimana ia berdiri bahkan tikungan sekalipun, angkot yang akan mengangkut tersebut akan  membuat kemacetan atau tabarakan. Kemudian mereka yang ingin turun, sering kali saat angkot sedang melaju cepat mendadak harus ke sisi kiri jalan karena seorang penumpang sudah memberi tanda untuk turun tepat dimana ia mau. Disini terkadang para penumpang tidak sadar jika secara tak langsung merekalah yang mengendalikan mini bus tersebut. Jadi, cara mengantisipasinya adalah dengan cara mencari spot yang baik dan aman ketika hendak turun-naik angkutan.

 

Jumlahnya yang terlalu banyak dan harus kejar target

Jumlah armadanya yang terlampau tinggi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Puluhan hingga ratusan unit terkadang berada dalam trayek yang sama, terlebih mereka harus mengejar target, belum lagi setoran kepada atasan. Ini tentunya memberikan dampak besar terhadap kondisi yang terjadi di “lapangan”. Kebut-kebutan dan juga saling salip antar angkot dengan jurusan yang sama pun tak bisa terelakkan, sehingga meresahkan pengguna jalan lainnya. Terlebih lagi jumlahnya yang begitu banyak tak jarang menyebabkan penumpukan dibeberapa ruas jalan, membuat sering terjadi kemacetan. Keadaan seperti ini mungkin bisa saja dikurangi  jika para supir mendapat gaji pokok dari perusahaan.

 

Supir yang kurang memahami aturan dan keselamatan berkendara

Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian sebab tak sedikit supir yang tak memiliki surat izin mengemudi bahkan beberapa diantaranya masih dibawah umur, alasan yang paling sering digunakan dalam kasus seperti ini adalah mereka masih baru atau menggantikan supir aslinya karena berhalangan. Tanpa dibekali pengetahuan dan cara mengemudi yang belum terbukti para supir baru inipun membuat keputusan yang dapat merugikan masyarakat dan diri sendiri. Sama halnya dengan pemula terkadang supir-supir yang sudah berpengalaman pun sering kali membuat kesalahan, maka sebaiknya sebelum perusahaan merekrutnya lebih baik diketahui juga sejauh mana kualitasnya. Jangan sampai hal ini lepas dari kendali.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *