Workshop Videografi di UIN SU Hadirkan Irwansyah Putra Nasution

  • Whatsapp
Workshop Videografi di UIN SU Hadirkan Irwansyah Putra Nasution
Workshop Videografi di UIN SU Hadirkan Irwansyah Putra Nasution

Salah satu media serta cara untuk mengabadikan momen penting yang ada disekitar kita adalah dengan menggunakan video. Dengan teknik pengambilan gambar yang baik dan menarik, seseorang dapat menciptakan sebuah karya termasuk untuk sisi jurnalistik. Videografi dianggap lebih memberikan pemberitaan lebih komunikatif, jelas dan asli dibandingkan media lain. Di era serba digital saat ini, teknik pemberitaan, berupa video tentunya bukan menjadi hal yang langka. Banyak berita media-media sekarang mulai menggunakan video sebagai cara penyampaiannya termasuk media sosial.

Kemampuan untuk mengambil gambar dengan teknik video dirasa cukup dibutuhkan bagi seorang jurnalis atau bahkan mahasiswa yang akan terjun ke dunia jurnalistik. Itulah yang ingin dikembangkan oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU ) Jurusan Ilmu Komunikasi. Jurusan ini memang baru berjalan selama dua semester di universitas ini. Namun, keseriusan mereka untuk mendalami dunia jurnalistik mendorong mereka untuk mengadakan kegiatan yang memberikan pelajaran dalam menyampaikan sebuah berita.

Read More

Workshop videografi ini mengangkat tema ‘Merekam Jejak Sosial Masyarakat Melalui lensa,’ (28/05) di Aula Rusunawa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Turut mengundang Irwansyah Putra Nasution, SH sebagai pemateri pada diskusi kali ini. Ia adalah seorang Video Jurnalis dari NET TV.

Ia hadir pada kegiatan ini untuk berbagi cerita tentang pengalaman pribadi setelah sekian lama sejak tahun 2007 menjadi seorang jurnalis, sekaligus memberikan pembelajaran kepada hadirin yang datang, kebanyakan dari mereka masih berstatus mahasiswa.

Dalam kesempatan ini, Irwan mengungkapkan bahwa media sangat berpotensi mempengaruhi prilaku, serta pola pikir seseorang. Opini masyarakat dapat terbentuk dari pemberitaan yang terus disoroti oleh media.

Media memiliki kekuatan untuk membentuk kecenderungan di tengah masyarakat lewat berita-beritanya yang mengangkat maupun menjatuhkan. Baik itu terhadap hal-hal yang berbau negative, maupun positif. Pemberitaan yang menggunakan teknik videografi akan lebih mudah diingat oleh penonton.

“Jadi, berilah informasi yang jelas, sesuai dengan apa terjadi dan apa adanya. Jangan ada yang di tambah-tambahin,” ujar Irwansyah.

Dalam workshop kali ini, banyak ilmu yang didapat untuk menjadi bekal ketika masuk ke dalam jurnalistik kelak. Teknik dan isi berita, serta kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi saat ada peliputan di lapangan, semua diberitahu pada workshop ini. Irwansyah Putra Nasution, SH berbicara secara gambling mengenai banyak hal yang telah ia lewati hampir 10 tahun menjadi jurnalis. Sang VJ (video jurnalis) juga menuangkan ilmu secara gratis kepada seluruh peserta.

“Pemberitaan video yang baik harus dapat menggambarkan serta menceritakan apa yang sedang terjadi secara jelas. Kita ambil contoh jika ada kebakaran rumah, ambil gambar api, proses pemadaman, evakuasi, korban dlan lainnya. Jangan lupa wawancarai warga setempat sebagai narasumber. Tapi jika pada wawancara pertama anda tidak yakin, lebih baik tanyakan ke beberapa orang lagi, karena bisa berbahaya baik kepada diri kita sendiri maupun orang lain yang menerima informasi,” pungkasnya lagi.

Irwan juga berbicara tentang konten konten seperti isi teks juga harus memiliki unsur 5W + 1H, yang dikenal dalam Bahasa Indonesia, yaitu Apa, Kapan, Kenapa, Dimana, Siapa, dan Bagaiman. Setiap berita haruslah memiliki keenam unsur tersebut. Acara ini pun kian asik karena pemabawaanya yang jelas, padat dengan contoh-contoh hal sering dihadapi seorang jurnalis dan juga sangat komunikatif.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *