Waspada Keputihan Sejak Dini

  • Whatsapp
Waspada Keputihan Sejak Dini
Waspada Keputihan Sejak Dini

 

Keputihan kerap kali mengganggu kaum wanita, apalagi bagi mereka yang masih remaja. Hal ini mengganggu tiap rutinitas, sehingga tak jarang seorang wanita merasakan ketidaknyamanan terhadap setiap pergerakan yang dilakukannya. Bagi sebagaian orang, keputihan bisa mereka atasi dengan berbagai cara salah satunya adalah rutin mengganti pakaian dalam setiap merasa risih.

Read More

Keaadaan seperti ini bisa menjadi kekhawatiran tersendiri bagi remaja wanita. Kebanyakan dari mereka tidak mengkhawatirkan akan hal ini, mereka tak menganggap bahwa hal ini berbahaya bagi kesehatan mereka. Namun, bagi sebagian orang lagi biasanya berpikir apakah hal ini bisa menghambat kehamilan suatu saat nanti, atau malah menajdi penyakit besar yang menakutkan. Tak jarang karena keputihan, mereka berbondong-bondong berkunjung ke rumah sakit atau klinik untuk mencegah dan mengobatinya agar tak menjadi penyakit ganas yang semakin mengganggu mereka.

Keputihan biasanya terjadi setelah masa subur pada setiap wanita, beberapa hari setelah menstruasi, atau seminggu sebelum menstruasi datang. Biasanya keputihan normal menghasilkan keputihan yang tidak berlebihan, dalam artian tidak terlalu menggumpal, berbau, gatal ataupun tidak membasahi pakaian bagian luar.

Keadaan ini bisa bermacam-macam bentuk, bisa berupa cairan putih, gumpalan putih berwarna agak kekuningan, berbau khusus yang mengganggu, berair dan basah hingga menembus pakaian luar dan sebagainya. Banyak ragam dan memiliki beberapa dampak dari setiap ragam.

Kalau keputihan yang terjadi pada wanita berbahaya karena adanya benda asing dalam vagina dan menyebabkan infeksi atau hal lain, maka memiliki beberapa ciri yaitu, warnanya seperti kelapa susu, atau hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit.

Ternyata benar bahwa keputihan bisa mengakibatkan gagal hamil. Wanita memiliki hal yang wajib dijaga agar hal ini tidak terjadi, salah satunya dengan selalu menjaga kesehatan, makan-makanan yang bergizi, menyunyi kemaluan dengan benar. Menggunakan antiseptik sebagai obat luar juga tidak masalah, namun jangan terlalu sering dan berlebihan, karena hal ini dapat menyebabkan keputihan yang ganas.

Tidak tukar-menukar celana dalam kepada teman wanita juga dapat mengurangi resiko ini, ph oada vagina setiap wanita memang berbeda, maka hal inilah yang tak membuat seseorang berisiko terkena keputihan atau tidak. Dalam menggunakan toilet umum yang perlu diperhatikan wanita sangat beragam, dari tisu yang tersedia ataupun lokasi pembuangan harus benar-benar steril. Organ dalam wanita yang terlihat lemah memang wajib diperhatikan. Hal lainnya dapat menyebabkan banyak kemungkinan yang terjadi.

Hubungan suami-isteri yang dilakukan banyak wanita dengan berganti pasangan sangat tidak boleh dilakukan, mengingat dengan hal ini, wanita dapat mengalami hal ini. Resiko paling besar adalah seorang wanita tidak bisa memiliki anak. Hal ini telah dibuktikan banyak wanita yang telah mengalami keputihan ini.

Dari keputihan yang terus-menerus dapat menyebabkan menstruasi yang tak teratur, sakit yang tak terhingga ketika menstruasi hingga memiliki penyakit kronis kista dan sebagainya pada seorang wanita.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *