Uye : Perubahan Saya Paling Besar dari Anak-anak

  • Whatsapp
Yuli Yanika
Yuli Yanika

 

Banyak orang di dunia ini yang menyukai anak-anak. Namun sebagian pula ada yang tak suka karena kenakalan anak-anak tersebut. Berbeda dengan Yuli Yanika, perempuan yang biasa disapa Uye ini pada dasarnya tak begitu menyukai anak-anak, ia pun cenderung berperilaku kasar baik mulut maupun fisik kepada anak-anak karena ketidaksukaan tersebut. Seiring perkembangan waktu, ketika dipercayakan menjadi seorang guru pada sebuah sekolah swasta di Medan justru membuat perasaan tidak suka menjadi perasaan menyayangi.

Read More

Ia yang disebut kasar dan galak terhadap murid-muridnya justru terpilih menjadi guru favorit setiap tahunnya, hal itu membuat Uye akhirnya sadar dan mulai menyukai dunia anak-anak. Pelan-pelan ia merubah sikap tempramental yang dimilikinya menjadi sikap menyayangi. “Karena mereka yang membuat saya berubah, saya sayang mereka. Perubahan saya paling besar itu dari mereka,” ungkapnya.

Perubahan tersebut ia dapati setelah beberapa tahun mengajar di beberapa tingkatan sekolah, mulai dari PAUD, TK, RA, SD, SMP, SMA hingga juga mengajar mahasiswa secara nonformal. Hal yang paling berkesan menurut Uye adalah meski ia sudah tak mengajar lagi, tetapi muridnya masih rajin berkunjung ke rumah Uye, itulah akhirnya Uye membuka Rumah Ceria Medan untuk menampung anak-anak berkebutuhan khusus dengan ketulusan yang akan diberikannya.

Meski tak memiliki basic Psikologi, dan hanya mengandalkan mata kuliah Psikologi yang diterimanya di bangku kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAI) Medan, justru membuat Uye berani membagi bekal ilmunya tersebut kepada anak-anak yang membutuhkan. Edukasi hingga proses terapi ia pelajari secara perlahan untuk kemudian diaplikasikan.

Uye mulai menjadi guru dari Tahun 2008, hingga akhirnya merasa cukup memberikan edukasi kepada anak-anak muridnya kini Uye beralih ke pekerjaan lain. Masih dalam lingkup bidang sosial. Seraya fokus mengembangkan Rumah Ceria Medan, Uye kini juga aktif di sebuah lembaga sosial bidang kerelawanan.

Sempat mengalami musibah terbakarnya rumah pada beberapa tahun silam, tanpa menyisakan sepeser benda pun, bahkan ijazahnya habis terbakar membuat Uye sempat terpuruk ketika itu. Tapi itu tak membuatnya berdiam, justru lebih semangat menghadapi hari-harinya kedepan.

Uye mulai berbenah dan kembali aktif, ia pun menjadi relawan bencana Sinabung dan di Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sumatera Utara sejak 2012 lalu. Berselancar di dunia kerelawanan pun dijalaninya dengan suka cita, hingga tak lama bergabung di BSMI, Uye diberi kepercayaan untuk membawa mobil ambulans meski pada saat itu ia masih baru belajar menyetir.

Perempuan kelahiran 27 Juli 1989 memang sangat mengagumkan, banyak hal yang bisa ia lakukan berbarengan hingga ia dianggap oleh teman-temannya sebagai perempuan tangguh. Beberapa kali turut turun ke lapangan membantu korban Sinabung sudah ia lakukan, pun saat membantu mengangkat korban gempa Takengon beberapa waktu lalu.

Hal paling mengagumkan adalah ketika saat hatinya tergerak membantu evakuasi korban jatuhnya Pesawat Hercules pada 30 Juni 2015 lalu. Tanpa berpikir panjang Uye mengangkat kantong-kantong jenazah korban jatuhnya pesawat ke dalam ambulans untuk dilarikan ke RSUP Adam Malik ketika itu. Dengan tancap gas ia langsung melarikan dengan ambulans yang sengaja dikemudikannya. Ia mendapat penghargaan sebagai relawan terbaik dari kejadian tersebut, mengagumkan.

Banyak hal lagi yang bisa dibanggakan dari perempuan yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya ini, meskipun memiliki tubuh yang agak besar namun tak menurutkan semangatnya untuk menjadi seorang pendaki gunung. Beberapa gunung sudah dilaluinya dengan sukses, salah satunya adalah Gunung Mahameru dengan ketinggian 3976 MDPL. Uye adalah salah seorang perenang dan penari yang lihai, dua keahlian tersebut ia bagikan kepada anak-anak di Rumah Ceria Medan.

Bagi yang ingin mengenalnya lebih jauh maupun berdiskusi dapat menghubunginya di 085261509973. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *