Tengku Alya Nabila, Menoreh Prestasi Lewat Sebuah Kesempatan

  • Whatsapp
Tengku Alya Nabila
Tengku Alya Nabila

 

Tengku Alya Nabila bukan lagi nama yang asing di telinga anak muda di Kota Medan. Model cantik yang hobi membaca novel ini sedang menempuh pendidikan S1 Ilmu Komunikasi FISIP USU angkatan 2014. Ketertarikan model kelahiran 10 Juli 1996 ini untuk menjadi Public Relation memantapkan pilihannya pada jurusan tersebut. Di sanalah ia mengasah kemampuan yang ia miliki untuk menjadi Public Relation yang profesional.

Read More

Baru-baru ini, nama Tengku Alya semakin gencar diperbincangkan dikalangan mahasiswa. Hal ini dikarenakan prestasinya, yaitu menjadi salah satu delegasi USU pada Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 26-28 Februari 2016 yang diadakan di London, Inggris. Ajang internasional yang diselenggarakan oleh London International Model United Nation (LIMUN) tersebut diikuti oleh 1800 mahasiswa dari seluruh dunia.

Mahasiswa yang kerap disapa Alya ini membawa nama baik USU ke ajang internasional tersebut untuk pertama kalinya. Bersama dengan dua orang delegasi lain, yaitu Adli Tama Sembiring, mahasiswa Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU angkatan 2014, dan Dewi Citra Sitompul, mahasiswa Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USU angkatan 2013. Di sana mereka memperoleh banyak sekali pengalaman yang tak terlupakan dan pastinya membuat mahasiswa lain tergerak untuk ikut serta.

Pada dasarnya, Alya memang menggemari debat berbahasa Inggris semenjak duduk di bangku SMA. Ketika itu Alya juga pernah mengikuti perlombaan debat antar sekolah. Oleh karenanya, ia tidak mengalami kesulitan ketika mengikuti Simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa yang salah satu kegiatannya berupa debat mengenai beragam hal menggunakan Bahasa Inggris. Dari sana, ia juga mendapat banyak relasi yaitu mahasiswa-mahasiswa mancanegara.

Tidak hanya itu, Tengku Alya Nabila juga memiliki prestasi lain. Nama Alya sendiri pada awalnya menjadi terkenal ketika ia menjadi salah satu finalis Gadis Sampul pada tahun 2013. Pada saat itulah kemampuan modeling Alya semakin terasah. Padahal awalnya, ia hanya iseng-iseng mengikuti kontes kecantikan tersebut. Ia mengaku ketika itu hanya menemani saudaranya yang memang berniat ikut serta dan Alya sebenarnya hanya diajak ikut serta oleh salah satu anggota panitia penyelenggara. Kesempatan kecil, namun manis bukan?

Ajang kontes kecantikan model remaja tersebut berhasil membawa nama Alya menasional. Ia bahkan memiliki banyak penggemar dari seluruh Indonesia. Walaupun sudah memiliki cap sebagai seorang model dan memiliki banyak penggemar, tak serta-merta membuat Alya melupakan dunia pendidikan. Ia tetap lebih mengutamakan pendidikan yang ia geluti sekarang.

Tengku Alya Nabila Salah Satu Model Medan
Tengku Alya Nabila Salah Satu Model Medan

 

Di tengah-tengah kegiatan perkuliahan, Alya tetap memanfaatkan tiap kesempatan yang menghampirinya untuk mengasah kemampuan yang ia miliki. Sebagai salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, sudah sepatutnya Alya memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik. Hal inilah yang membuat Alya diberi kepercayaan untuk menjadi Master of Ceremony (MC) pada sebuah event se-Kota Medan yang diadakan selama seminggu. Ia pun memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Sampai saat ini, Alya bahkan semakin banyak mendapat tawaran pekerjaan yang berkaitan dengan statusnya sebagai model. Ia sudah sering dipercayakan untuk mempromosikan berbagai produk fashion, seperti jam tangan, baju, celana, dan lain sebagainya. Saat ini ia bahkan sedang dipercayakan menjadi model salah satu merk kendaraan ternama di Indonesia.  Setiap kesempatan yang menghampirinya tidak akan ia sia-siakan begitu saja.

Alya mengaku walaupun ditawari beragam pekerjaan tetap saja kuliah adalah hal utama yang menjadi prioritasnya. Ia tidak ingin perkuliahannya terganggu oleh karena job yang datang. Oleh karenanya, ia harus pandai memanajemen waktunya dengan baik agar bisa tetap fokus untuk belajar. Cerdas, cantik, berprestasi, dan pandai memanfaatkan kesempatan itulah yang membuat nama Alya akan tetap menjadi perbincangan masyarakat, terkhusus di Kota Medan.***(CM-PR/Daebok Publisher)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *