Sebar Manfaat, Eva Riyanty Lubis Memilih Menulis

  • Whatsapp
Eva Riyanty Lubis
Eva Riyanty Lubis

 

Malam menjadi waktu yang tepat untuk orang bisa tertidur dengan pulasnya. Tetapi bagi Eva Riyanty Lubis, malam adalah waktu yang paling menarik untuk menulis. Ya, menulis segala sesuatu yang dapat ia tuliskan. Karena bahagia menurutnya adalah ketika orang lain bisa merasakan manfaat dari apa yang telah ia tulis. Sejak ia resmi menikah beberapa bulan lalu semuanya berubah, ia selalu menyempatkan setiap harinya untuk menulis karena baginya menulis adalah sebuah kewajiban.

Read More

Eva, panggilan akrabnya. Ia telah menulis sejak duduk tahun 2012. Kesukaannya terhadap dunia menulis memang sangat tinggi sehingga ia selalu mengupayakan untuk membuat tulisan sebaik mungkin, butuh perjuangan dua tahun bagi Eva untuk menulis sehingga karya-karyanya diakui dan dimuat di beberapa media di Indonesia.

Semua genre tulisan dicoba oleh perempuan kelahiran 13 Mei 1992 ini, mulai dari novel, buku, cerpen, puisi, dongeng, artikel, opini, resensi, humor sampai dengan artikel perjalanan. Kesukaannya terhadap dunia menulis memang terbilang belum begitu lama, tetapi hal itu diawalinya dari kesukaannya membaca sejak duduk di bangku TK. Ayah adalah sosok yang menurutnya telah membuat kecintaannya terhadap buku semakin menjadi-jadi sehingga ia berkeinginan untuk membuat buku sendiri.

Eva Riyanti Seseorang Yang Mencintai Dunia Kepenulisan
Eva Riyanti Seseorang Yang Mencintai Dunia Kepenulisan

 

Tak heran, jika atas perjuangan tersebut ia mampu menulis beberapa novel yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Dan empat novel tersebut berjudul Me and My Heart (2012), Rasa Hati (2013), Putri Ping (2014),dan Perfect Day (2014). Sementara itu masih ada beberapa buku lain yang sedang dalam proses penerbitan, “Coming soon akan ada novel ber-genre romance, buku anak dan juga buku pengayaan buat SMP juga,” cerita Eva.

Tak ada kelas khusus yang diikuti oleh alumnus Sekolah Tinggi Teknik Poliprofesi Medan jurusan Teknik Informatika ini untuk bisa menjadi penulis seperti sekarang, ia belajar atas kemauan dari dirinya yang begitu kuat, kemudian mendorongnya untuk belajar secara otodidak. Mengandalkan pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tentu tak cukup untuk bisa menjadi penulis, Eva kemudian mulai bergabung di grup kepenulisan online di Facebook yang akhirnya mempertemukan Eva dengan penulis-penulis dengan sepak terjang yang sangat baik. Hal itu membuat Eva semakin semangat apalagi respon positif yang diberikan orang-orang kepadanya ketika itu.

Kini Eva lebih belajar lewat buku, ia membaca banyak buku dengan tulisan-tulisan yang bagus minimal satu buku dalam dua hari karena menurutnya kalau mau tulisan yang bagus, harus baca buku yang bagus-bagus. Selain berprofesi sebagai seorang istri dan penulis lepas, Eva kini juga tercatat sebagai Editor Lepas di Penerbit Zukzez Ekspres sejak 2016 lalu.

Novel Karya Eva Riyanty Lubis
Novel Karya Eva Riyanty Lubis

 

“Untuk diri saya sendiri ada rasa kepuasaan dan kenikmatan. Bagi saya itu nilainya sangat luar biasa. Ketika buku saya dibaca orang. Itu lebih luar biasa sekali rasanya. Untuk kedepannya, saya berharap buku saya bisa bermanfaat bagi pembaca. Membuat buku yang bermanfaat juga nggak mudah. Tapi saya yakin, kesempatan dan harapan itu terus ada. Pokoknya terus menulis. Belajar lebih baik lagi ke depannya,” cerita Eva ketika ditanya tentang manfaat menulis baginya.

Banyak kisah menarik yang akhirnya diterima Eva sejak ia terjun ke dunia kepenulisan, lambat laun penulis-penulis yang dikaguminya sedari dulu pun akhirnya bisa ia temui melalui kegiatan-kegiatan kepenulisan, seperti penulis Medan yaitu Putra Gara, T. Sandi Situmorang, Idris Pasaribu, Sartika Sari, Anggrek Lestari, Venny Mandasari, Embart Nugroho, Budi Hutasuhut dan banyak lagi lainnya.

Meski demikian tentu juga ada kisah sedih yang dialaminya, yaitu ketika naskahnya diberi harapan palsu oleh penerbit, belum lagi honor yang telat cair. Tapi bagi Eva tentu itu bukanlah penghalang besar karena menulis adalah kebahagiaan, sementara honor hanyalah bonus semata.

Cita-cita menjadi penulis pernah ia impikan dan ia list menjadi cita-cita ke-3 dalam hidupnya karena sebenarnya cita-cita terbesarnya adalah menjadi seorang reporter tetapi kini justru cita-cita itu seolah kandas digantikan dengan impian lainnya yang lebih besar. “Ingin menulis semua genre buku, pengen naklukin satu persatu genre tulisan yang ada, makanya kemarin pas dapat kesempatan nulis buku pengayaan buat anak SMP, saya semangat banget Hehehehe. Pengalaman baru ceritanya” jelasnya.

Eva Riyanti Lubis
Eva Riyanti Lubis

 

Cara terbaik Eva untuk menghasilkan novelnya adalah dengan mengkhayal. Sementara tulisan-tulisan lain harus melalui riset terlebih dahulu. Dan hal itu tidak terlepas dari sosok almarhum ayahnya yang begitu menginspirasinya sedari dulu. “Ayah itu sosok yang sangat saya rindukan. Kalaulah ada kesempatan, saya pengen bilang kalau saya sangat bangga punya ayah seperti beliau. Saya janji sampai nanti ke depannya, saya akan jadi putrinya yang membanggakan. Insya Allah,” ungkapnya haru.

Bagi Eva banyak sekali manfaat yang ia rasakan setelah menulis, sebagai contoh sejak ia benar-benar menekuni dunia menulis akhirnya ia diundang oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengikuti acara Sesi Pengenalan Budaya di Bogor beberapa waktu lalu. “Nikmat tiada tara,” tambahnya.

Nah, bagi konkawan yang ingin menjadi penulis, Eva memberikan tips untuk menyiapkan outline sebelum menulis agar ketika menulis tidak perlu meraba-raba lagi. “Bakat itu 1%, usahanya kudu dibanyakin, jadi menurut saya setiap orang bisa jadi penulis. Niat dan usaha yang jadi pembeda,” tutupnya. Untuk belajar lebih banyak konkawan dapat menghubunginya via Facebook : Eva Riyanty Lubis. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Prestasi Kepenulisan:

  1. Sebagai lima pemenang terbaik Lomba menulis essay impianku di tahun 2012 oleh Majalah Annida Online.
  2. Juara Favorit I Lomba Menulis Artikel tentang peningkatan ekowisata di Tapanuli Selatan pada tahun 2013.
  3. Juara III Lomba Menulis Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Kementerian Agama Padangsidimpuan pada tahun 2014.
  4. 30 Besar Penulis Sumatera Utara Angkatan 2000-an oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan. Oktober 2014.
  5. Juara I Kontes Menulis Blog HargaHot.com “Gift for Your Love”, 06 Juli 2015.
  6. Juara III Akuinginmudik.com dari Bank OCBCNISP. Rabu, 08 Juli 2015.
  7. Harapan III Lomba Menulis Cerita Rakyat Sumatera Utara 2015. Kamis, 30 Juli 2015.
  8. Pemenang 7 Kontes Blog Review Jejualan.com. Jum’at, 21 Agustus 2015.
  9. Juara III Lomba Menulis Cerpen Piala S. Baya 2016. Sabtu, 19 Maret 2016.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *