Santapan Sehat dengan Gula Asli dari Bubur Tasmira

  • Whatsapp
Aneka Bubur Tasmira
Aneka Bubur Tasmira

 

Bubur merupakan sejenis makanan yang biasanya dimasak dengan mencampurkan segala jenis bahan baku dengan bahan cair. Makanan satu ini biasanya direbus karena pada dasarnya bubur adalah makanan yang memiliki tekstur masakan hancur dan lembut, hal itu dikarenakan  kandungan air yang terdapat di dalamnya sehingga mudah hancur dan sedap untuk dinikmati.  Biasanya bubur selalu dinikmati di pagi hari, sebagai menu pengganti roti untuk sarapan pagi, begitu juga sering dikonsumsi oleh orang-orang yang sedak sakit dan sebagainya.

Read More

Dalam hal bisnis, bubur memang sangat menguntungkan karena untungnya bisa mencapai 100 persen, hal itu dikarenakan bubur memiliki tekstur yang mengembang meski bahan baku yang digunakan sangat sedikit. Hal itu dibuktikan langsung oleh Didik Rianto, salah satu pengusaha kuliner bubur di Kota Medan yang usahanya dinamai dengan Bubur Tasmira.

Kini, Bubur Tasmira memiliki dua outlet sejak didirikan pada September 2015 lalu, antara lain di Jalan Komplek Kejaksaan (depan Masjid Hairuna Fauzi) dan di Jalan Abdullah Lubis, (depan Masjid Al-Jihad). Menurut Didik, awalnya Bubur Tasmira sengaja didirikan untuk memberikan pekerjaan kepada keponakan Didik yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, Didik sengaja menyuruh keponakannya untuk menjual bubur agar mendapatkan penghasilan sekaligus belajar bisnis, hingga kini ternyata bisnis bubur memiliki peluang bisnis yang menjanjikan sehingga Didik dengan yakin membuka dua outlet setelah melihat perkembangan outlet yang sebelumnya.

Atas dasar ingin membantu keponakannya, nyatanya Bubur Tasmira yang setiap harinya dimasak oleh istri Didik yaitu Ainul Mardiah bersama keponakannya mendapat sambutan baik terbukti dari 100 cup bubur yang laku setiap harinya di masing-masing outlet yang tersedia.

Setiap harinya Bubur Tasmira buka dari jam 07.00 hingga 17.00 WIB, dengan menyediakan beragam bubur seperti bubur sum-sum, bubur ketan hitam, bubur candil, bubur jagung, dan bubur kacang hijau dengan masing-masing harga Rp.5000, kecuali bubur candil yang dihargai Rp. 7000.

Bubur Tasmira memang nikmat, sebab rasa dan tekstur yang disajikan berbeda dengan bubur-buru lainnya yang tersedia di Kota Medan, hal itu dikarenakan gula asli yang digunakan dalam pengolahan dan penyajiannya, “bubur kita beda dengan yang lain karena kita menggunakan 100 persen gula yang dijamin keasliannya, orang-orang pun banyak yang udah tau kok kalau kita pakai gula asli jadi rasanya memang enak dan nggak pakai pemanis buatan,” ungkap Didik.

Ditanya mengenai rencana ke depan, Didik berharap nantinya ia bisa mendirikan sebuah Bubur House semacam ruko kecil yang di dalamnya akan disediakan bermacam-macam bubur dengan varian rasa dan jenis yang berbeda-beda pula. Hal itu langsung diungkapkan Didik saat ditanyai oleh Tim Cerita Medan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Bubur House sendiri direncanakan Didik kelak akan dibangun di pusat Kota Medan agar mendapatkan perhatian lebih dan menarik pelanggan lebih baik lagi. Sementara itu outlet bubur yang tersedia sekarang ingin diserahkan kepada para pekerja yang diharapkan kelak mengembangkan Bubur Tasmira lebih baik lagi. “Saling berbagi rezeki,” ungkap Didik.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan silahkan datang ke dua outlet Bubur Tasmira yang tersedia di Jalan Komplek Kejaksaan (depan Masjid Hairuna Fauzi) dan di Jalan Abdullah Lubis, (depan Masjid Al-Jihad) untuk menikmati sensasi manis Bubur Tasmira yang enak dan menyehatkan tentunya. .***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *