IBX5A49C9BC313D6 Penangkaran Buaya Asam Kumbang Juga Terbesar di Dunia - Cerita Medan

Penangkaran Buaya Asam Kumbang Juga Terbesar di Dunia

Penangkarang Buaya Asam Kumbang, Salah Satu Penangkaran Terbesar di Dunia
Penangkaran Buaya Asam Kumbang, Salah Satu Penangkaran Terbesar di Dunia

Di Kota Medan, beberapa destinasi wisata memang masih belum selayaknya. Medan memang belum terlalu dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Tentu saja kota ini masih memiliki pamor yang lebih rendah dibandingkan Pulau Bali dan Pulau Jawa. Tetapi ada beberapa wisata di Kota Medan yang tidak dimiliki di daerah-daerah Indonesia. Salah satunya yaitu, Penangkaran Buaya Asam Kumbang.

Siapa sangka jika penangkaran buaya yang didirikan sejak Tahun 1959 menjadi salah satu penangkaran terbesar terbesar di dunia. Mulai terkenal pada Tahun 1998 hingga sekarang semakin pesat berkembangnya. Jelas saja, Penangkaran Buaya Asam Kumbang yang terletak di Jalan Bunga Raya 2 No. 54, Kecamatan Sunggal ini memiliki kurang lebih 2800 ekor buaya.

Buaya-buaya yang dipelihara oleh pasangan Lo Than Muk dan Lim Hui Cu sebagian besar dulunya hanya 12 ekor. Sebagian besar terdapat di sungai-sungai Kota Medan, khususnya sungai yang berada di daerah Sunggal. Buaya-buaya yang ada di Penangkaran Buaya Asam Kumbang mayoritasnya adalah Buaya Muara dan Buaya Senyulong. Buaya Senyulong tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Perbedaan Buaya Senyulong dengan jenis buaya lainnya adalah mulutnya yang relatif sempit.

Saat ini, Penangkaran Buaya Asam Kumbang memiliki 78 bak penangkaran buaya. Ini merupakan lahan pribadi dari sang pemilik, setiap harinya buaya-buaya ini menghabiskan kurang lebih satu ton daging. Biasanya buaya-buaya di Penangkaran Buaya Asam Kumbang ini mengkonsumsi daging ayam dan daging bebek yang diperoleh dari ternak warga sekitar, ataupun hasil dagangan pihak pengurus penangkaran buaya yang dibeli oleh pengunjung.

Pintu Masuk Asam Kumbang
Pintu Masuk Asam Kumbang

 

Tidak diragukan memang, jika Penangkaran Buaya Asam Kumbang merupakan salah satu penangkaran buaya terbesar di dunia. Untuk luasnya saja Penangkaran Buaya Asam Kumbang memiliki luas sekitar dua hektar. Suatu bilangan yang cukup besar untuk mengembangbiakkan predator terbesar satu ini.

Setiap harinya Penangkaran Buaya Asam Kumbang dibuka Pukul 09:00 WIB sampai Pukul 18:00 WIB. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp.6000,- sebagai tiket masuknya. Biaya tiket masuk tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebuhutan pangan ataupun perawatan dari Penangkaran Buaya Asam Kumbang.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang terdapat salah satu buaya terbesar dipelihara oleh pengurus. Berumur 46 tahun dengan ukuran 5 meter dan merupakan salah satu daya tarik pengunjung karena umur dan ukurannya yang sangat besar. Selain itu, pengunjung juga dapat berfoto dengan buaya. Kali ini buayanya memang disediakan khusus untuk berfoto dengan pengunjung. Dengan membayar Rp.50.000,- pengunjung dapat berfoto bersama buaya dengan ditemani oleh sang pawang.

Untuk menuju ke Penangkaran Buaya Asam Kumbang, membutuhkan waktu sekitar 35 menit dari pusat kota. Penangkaran Buaya Asam Kumbang juga memiliki gapura besar agar mempermudah pengunjung untuk mencari lokasi jika baru pertama kali singgah.

Selain menjadi tempat wisata, Penangkaran Buaya Asam Kumbang sering dijadikan sebagai wadah edukasi oleh sekolah-sekolah di Kota Medan. Khususnya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ataupun Sekolah Menengah Pertama. Salah satu objek wisata yang juga merupakan objek yang dapat dijadikan sebagai tempat pembelajaran.

Untuk mendapatkan ilmu dan juga liburan singkat tidak perlu mahal dan juga jauh. Di daerah sendiri masih banyak tempat-tempat yang perlu diexplore, minimal untuk mengetahui destinasi wisata ataupun sejarah di kota tersebut.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

KOMENTAR

BACA JUGA