Pejalan Kaki Juga Punya Hak Di Jalan

  • Whatsapp
Hak Pejalan Kaki
Hak Pejalan Kaki

 

Setelah publik dihebohkan oleh aksi berani bocah bernama Daffa Farros Oktaviarto dalam menghalau kendaraan bermotor yang melaju diatas trotoar, sepertinya kejadian tersebut telah membuka mata sebagian masyarakat akan hak-hak pejalan kaki. Namanya kian ramai diperbincangkan setelah foto-foto Daffa sedang menghadang pengendara bermotor banyak tersebar di berbagai media sosial. Apa yang dilakukan anak kecil yang masih mengenyam bangku sekolah dasar kelas 4 di Semarang, Jawa Timur ini, adalah buntut dari kekesalan termasuk rasa trauma karena pernah diserempet pengendara motor di trotoar jalan. Aksinya ini mungkin saja hanya sebagin kecil dari ungkapan kekesalan para pengguna trotoar khususnya pejalan kaki.

Read More

Bukan hanya jalan raya yang lengkap dengan rambu dan lampu, trotoar juga merupakan fasilitas umum yang diberikan oleh pemerintah, difungsikan khusus untuk memberi kenyamanan dan keamanan kepada pejalan kaki. Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi dikehidupan kita sehari-hari, masih terdapat banyak sekali pengendara dengan sengaja mengambil jalur trotoar dengan alasan utamanya adalah agar cepat sampai ke tujuan ataupun menghindari kemacetan yang menjadi penyakit di kota-kota besar.

Tidak melulu tentang kendaraan saja, tak jarang pula kita jumpai trotoar yang juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima. Walaupun dengan niat baik untuk mencari sumber rejeki tapi, hal tersebut tentunya turut menghilangkan fungsi trotoar yang seharusnya steril dari segala aktifitas kecuali pejalan kaki. Padahal, aturan pemerintah tentang wilayah untuk berdagang tidak bisa disembarang tempat apalagi dibadan jalan kecuali sudah mendapat izin resmi.

Trotoar untuk pejalan kaki. Kalimat ini bukan hanya sekadar opini belaka dikalangan masyarakat secara umum, hak-hak setiap orang di fasilitas umum khususnya pejalan kaki nyatanya sudah diatur pemerintah. Sama halnya dengan zebra cross dan jembatan penyebrangan, keduanya juga berlaku layaknya aturan yang berlaku pada trotoar.

Dalam Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan No.22 tahun 2009, terdapat aturan serta hukum yang melindungi pejalan kaki, antara lain adalah seperti yang tertuang pada pasal 13 ayat 1 dikatakan bahwa, pejalan kaki berhak atas ketersedian  fasilitas pendukung yang berupa trotoar dan tempat penyebrangan.

Itu berarti para pejalan kaki memilki hak penuh akan fasilitas trotoar ataupun zebra cross di persimpangan untuk tempat berjalan mereka, tanpa merasa terganggu oleh aktivitas ataupun kendaraan lain. Terlepas dari penyalahgunaannya, trotoar yang dianggap layak pagi pejalan kaki hanya baru ada beberapa dan terletak di tempat-tempat tertentu saja seperti, mall ataupun hotel. Tetap saja hanya beberapa tempat saja yang steril dari pedagang kaki lima. Pemerintah diharapkan tetap dapat memberikan fasilitas agar dapat dinikmati seluruh masyarakat secara luas bukan hanya yang ada di wilayah-wilayah tertentu saja.

Tapi, perlu diingat bahwa semua itu baru hanya bisa terealisasikan jika seluruh masyarakatnnya mau menjaga fasilitas-fasilitas yang diberikan agar tidak rusak sehingga dapat berfungsi semaksimal mungkin dan saling menghargai untuk tetap berada dalam aturan mainnya masing-masing.

Dari cerita yang terus berkembang tentang pentingnya fasilitas serta mengambil alih hak-hak bagi pejalan kaki di masyarakat, itu menandakan bahwa minat untuk berjalan kaki pun semakin tinggi. Berjalan merupakan aktivitas yang sangat baik dan memiliki nilai positif untuk kesehatan, karena tubuh akan aktif bergerak dan mengeluarkan keringat sehingga mampu membuang racun-racun dalam tubuh serta melancarkan aliran darah. Maka dari itu baik pengendara Maupun pejalan kaki harus saling menaati peraturan yang ada.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *