Menulis dan Berkarya Habiskan Waktu Febri Mira Rizki

  • Whatsapp

 

Febri Mira Rizki dan Fashionnya
Febri Mira Rizki dan Fashionnya

 

Read More

Jika kebanyakan orang menghabiskan waktunya untuk bermain, belajar maupun berlibur maka Febri Mira Rizki atau biasa disapa dengan sebutan Febri ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menulis. Seperti dirinya mengartikan menulis sebagai hidup, menurutnya jika ia tak lagi menulis berarti ia telah mati, Febri mengartikan bahwa hidup yang dimaksudkannya adalah aktivitas yang ia terapkan dan lakukan berdasarkan keseluruhan gestur yang andil melalui penglihatan, perasaan, perlakukan, perkataann dan hal lainnya yang berkaitan dengan hati dan pikiran.

Seperti sebagain orang lainnya, Febri adalah perempuan sederhana yang mencoba mengukir cerita kehidupannya melalui karya nyata layaknya tulisan bermakna yang pada akhirnya dapat menggunggah hati dan perasaan pembacanya. Seperti penggal puisinya yang berjudul Cermin Bersemuka Rindu berikut ini:

Entah dasar apa aku membukukan rasa;menyusup relung kosong di labirin cinta,meski luka menganga baluri dusta lampau;dulu sekali, waktu senja merayap perlahan setubuhi gulita.sematan tatap yang kau lempar dipandang kita,tak dapat menggubris hatiku yang ragu.Sejak air mata mewakili bisikan kalbu dan nanar memecah bulir di aliran pipiku. Adakah cermin membodohiku? Dengan puji yang nyatanya tipuan palsu: Kejam, kau siksa aku dalam diam!kini kujejaki tapak yang retak atas pongahmu: Lupakan aku dalam tunggu tak berpintu!

Sudah diakui, Febri memang cukup mahir dalam merangkai kata dalam balutan puisi maupun cerita, keahlian yang dimiliki sejak kecil ini membuatnya cukup dikenal khususnya di Kota Medan apalagi sejak ia memasuki dunia perkuliahan bidang sastra di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada tahun 2008 lalu.

Febri Mira Rizki dan Pialanya
Febri Mira Rizki dan Pialanya

 

Merasa ingin terus menguji keahliannya dalam bidang sastra dan kepenulisan, Febri akhirnya memberanikan diri untuk terlibat dalam komunitas seperti Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) sebagai dewan ahli, pun demikian ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sastra di Taman Budaya Medan, tak heran jika dalam prosesnya Febri selalu menjuarai beberapa perlombaan yang cukup mengagumkan.

Bagi Febri titik itu bukan akhir, tapi titik itu adalah awal sehingga setiap harinya Febri selalu ingin membuat karya terbaru lewat tulisannya yang kelak dapat bermanfaat bagi orang banyak sehingga karyanya pun telah tersebar di beberapa antologi seperti Antologi Puisi Cahaya (2011). Antologi Cerpen Ma Hyang (2011). Antologi Puisi Justin Biber My Idol (2011). Antologi Senandung Subuh 7 baris puisi Rasul (2011). Antologi FF Pertualangan (2011). Antologi Bunga Serampai Selingkuh (2011). Penulis di Antologi FF Kampoeng Horas (2011) dan banyak lagi lainnya.Dan bahkan karyanya juga pernah tergabung bersama penyair se-Sumatera pada tahun 2011.

Ia juga aktif menulis di beberapa media dan telah dimuat seperti Tabloid Gaul, Medan Bisnis, Waspada, Orbit, Buletin Pustaka, Majalah DINAMIKA, Mimbar Umum, Buletin JEJAK_Bekasi, Koran Riau Hari Ini, Lion Magz, Tabloid Hayati, Tabloid Potret, Buletin Keris, Buletin Selasa, Batak Pos, dan media on-line Lintas Gayo_Takengon, Koran Bogor, C-MAGZ Jakarta, Harian Lahat_Sumatera Selatan, Cikalnews.com_Bandung, Radar Indonesia, AtjehLINK, LintasAbas.com dan banyak lagi lainnya.

Keahliannya yang sudah tidak diragukan pun akhirnya menghantarkan Febri dalam berbagai kegiatan kepenulisan dan penjurian di berbagai event tertentu seperti musikalisasi puisi,cipta puisi maupun penulisan cerpen dan puisi. Segala halnya memang lebih banyak mengenai kepenulisan dan hal itu menjadi portofolio tersendiri baginya sebagai bukti di masa yang akan datang bahwa ia pernah menjadi seorang perempuan yang dikagumi dan dibanggakan.

Febri Penyuka Warna Ungu
Febri Penyuka Warna Ungu

 

Perempun penyuka warna ungu dan lahir di Kota Lhokseumawe, 09 Februari 1990 ini juga tercatat sbagai pengkritik dan pembedah suatu karya di dalam berbagai kegiatan tak heran jika pada tahun 2009 Febri pernah menjadi satu-satunya perempuan dari perwakilan Aceh Tamiang yang terpilih untuk mengikuti lomba karya tulis ‘’Free Your Voice Soundrenaline Camp‘’ di Kota Medan.

Selain gila menulis, Febri juga terkenal dengan fashionnya yang cukup memikat apalagi jika ia mengenakan hijabnya dengan beragam model yang sangat anggun dikenakannya, hal itu menjadikan Febri secara berulang diundang menjadi juri dalam ajang , modern dance, fashion show busana tradisonal, busana muslim, busana casual, busana kantor bahkan juga pernah menjadi juri vokal solo.Tak jarang dalam kegiatan yang diikutinya, Febri mampu meraup hadiah yang cukup mengagumkan dan juga hadiah-hadiah lainnya.

Ilmu yang ia dapatkan tentu tak ingin ia simpan sendirian, sehingga Febri pun akhirnya banyak menghabiskan waktu untuk mengajar pada sebuah konsultan pendidikan berskala Internasional di Medan sejak tahun 2012 dan juga menjadi salah seorang tenaga pendidikan di sebuah madrasah negeri di Kota Medan. Namun, perempuan yang baru saja mengakhiri masa lajangnya pada Februari 2015 lalu kini tengah mengandung sehingga untuk sementara ia harus mengurangi kegiatannya di luar dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan menulis di media massa seraya menjalankan bisnis online dan menjaga sang jabang bayi.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan yang ingin berdiskusi maupun kagum akan karya-karyanya dapat menghubunginya melalui Facebook: Febri Mira Rizki. ***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

 

Kejuaraan yang telah dimenangkan oleh Febri Mira Rizki :

  1. Juara III lomba baca puisi se-kabupaten Aceh Tamiang (2007).
  2. Juara II lomba baca puisi se-kelurahan Desa Tj. Seumantoh (2007).
  3. Juara III lomba cipta cerpen radio sekaligus menjadi cerpen terfavorite di Aceh Timur (2008).
  4. Juara I lomba cipta puisi BEM/FKIP UMSU (2009).
  5. Juara I cipta dan baca puisi di Kampus IAIN (2010).
  6. Juara I lomba cipta dan baca puisi di Kampus IAIN (2011).
  7. Juara II lomba cipta puisi cinta di Jakarta Timur (2011).
  8. Juara I lomba cipta puisi bertema kemanusiaan dalam rangka milad FLP Sumut 2011).
  9. Juara 1 lomba card hari ibu di IAIN (2011).
  10. Juara 1 lomba surat cinta untuk ibu di IAIN (2011).
  11. Juara 2 Lomba Cipta Puisi dalam Kompetisi Dies Natalies oleh KBSI di USU.
  12. Pemenang pertama kisah mudik inspiratif (2011). Pemenang pertama event THREE IN ONE (2011).
  13. Juara 1 lomba cipta puisi IMMSAC oleh UMSU (2012)
  14. Juara 2 Lomba Cipta Puisi dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional oleh HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU (2012).
  15. Juara 3 Lomba Cipta Puisi kreativitas sastra di ajang Amuk Teater SUMUT-Teater LKK Unimed (2012).
  16. Juara 1 Lomba Artikel bertema Wanita “Mengukir indahnya seni dalam balutan tangan wanita menuju kreatifitas bersama IMM” (2012).
  17. Pemenang lomba cipta puisi cinta dan perempuan oleh Nulis Buku (2012).
  18. Menjadi pemenang kuis cerita pengalaman menarik yang diselenggarakan oleh MENSANA 15 Januari 2012.
  19. Juara 1 Lomba cipta puisi bertema “mimpi pelangi” oleh Sanggar Pelangi (2013).
  20. Lolos dalam 250 puisi cinta Indonesia oleh grup Penulis dan Sastra_PEDAS (2013).
  21. Juara II Lomba cipta puisi HUT Kota Takengon (2013).
  22. Juara II lomba surat untuk ibu oleh IIM UMSU (2013).
  23. Lolos naskah puisi bertema mesjid/langgar/surau dan dibukukan menjadi Antologi Di Sebuah Surau, Ada Mahar Untukmu (2011).
  24. Lolos naskah puisi dalam Gebyar 100 Puisi Glora Api Pahlawan dan dibukukan menjadi Merah Darah Putih Puisi (2011).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *