Membentak, Hambat Pertumbuhan Anak

  • Whatsapp
Membentak, Hambat Pertumbuhan Anak
Membentak, Hambat Pertumbuhan Anak

 

Orangtua memiliki peran penting bagi tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, orangtua harusnya paham sekali mengenai situasi yang akan dihadapi anak nantinya. Kehidupan anak yang merupakan jalan meunju perkembangannya akan menjadi sulit dan berliku jika sejak kecil ia tak mendapat segala hal yang dapat membantu tumbuh kembang anak.

Read More

Anak akan terus menerima segala perlakuan, dan menjadi peniru yang baik dari segala tingkah laku yang dicontohkan oleh orangtuanya. Maka tak heran, jika orangtua yang mendidik anaknya dengan sistem kekerasan, akan menghasilkan anak yang keras pula. Mendidik anak dengan manja, maka menghasilkan anak yang selalu manja.

Orangtua harusnya memiliki cara agar anak menjadi seseorang yang punya kepribadian terbaik, yang dapat membanggakan keluarga. Sebenarnya anak-anak tak pantas dan tak layak menjadi sasaran ketidakstabilan emosi orangtuanya, mungkin hal ini sering kali disadari berulangkali oleh orangtua, tetapi keterbatasan dalam mengontrol emosi masih menjadi alasan untuk menghentikan mendidik anak dengan membentak.

Bahaya membentak anak sangat berefek negatif pada keadaan psikologisnya, mereka akan merasa tertekan dan terus memendam rasa tertekannya tersebut. Selain berpengaruh buruk terhadap psikologisnya, membentak juga akan membuat renggang ikatan batin antara orangtua dengan anak. Bentakan tidak akan mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Anak yang berusia di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak orangtua, sifat pasif mereka inilah yang menjadi alasan tidak bisa diukur seberapa besarnya dampak yang terjadi terhadap psikologis anak akibat dibentak.

Anak cenderung suka meniru apa yang mereka lihat dan dengar, seorang anak yang dibentak dan dimarahi dengan berteriak, cenderung akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, gampang tersinggung, cepat marah, bahkan mungkin akan menganggap sah-sah saja berkomunikasi menggunakan kata kasar dari bentakan, omelan dan sifat suka marah kepada orang-orang di sekitarnya.

Banyak faktor yang menjadi penyebab orangtua paling sering melakukan kesalahan dalam mendidik anaknya. Salah satunya yaitu mengabaikan faktor-faktor penting dalam teknik berkomunikasi yang akhirnya menganggap bahwa si anak seolah-olah adalah anak yang nakal yang tidak mau mendengarkan perkataan orangtuanya. Tanggapan ini sering kali dilontarkan orangtua pada anak yang tidak mau menuruti permintaannya.

Hal ini akan menjadi trauma tersendiri bagi anak. Mereka akan terus berpikir kesalahan apa yang telah mereka perbuat hingga mereka selalu dimarahi dan dibentak oleh orangtuanya sendiri. Trauma yang berlebihan malah akan menjadi dampak negatif. Mereka akan lebih sering murung, berdiam diri di ruangan, tak mau bergaul dengan rekan sebayanya atau malah menjadi anak yang jahat dan tidak disenangi banyak orang di dalam lingkungan permainan mereka.

Hal seperti ini baiknya dapat diminimalisir orangtua dengan berbagai cara. Jangan hanya berpikir tentang bagaimana anak harus lebih baik dari yang lain. Anak dengan didikan baik akan menghasilkan banyak manfaat, salah satunya adalah dapat menjadi trendsetter di lingkungan bermainnya. Mereka akan tampak lebih aktif dan riang bermain tanpa ada canggung sedikit pun. Mereka yang selalu dimarahi dan dibentak akan berusaha agar orangtuanya tidak lagi marah padanya. Tetap jadi orangtua yang cerdas dalam mendidik anak.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *