Fadly Pratama: Hobi Bukan Barang Gratisan

  • Whatsapp
Fadly Pratama: Hobi Bukan Barang Gratisan
Fadly Pratama: Hobi Bukan Barang Gratisan

“Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar”

(Ridwan Kamil)

Read More

Meskipun mengaku tidak terlalu mengidolakan sosok Ridwan Kamil yang kini tengah menjabat sebagai Walikota Bandung yang penuh prestasi. Namun, kata-kata di atas selalu menjadi harapan dan doa oleh seorang Fadly Pratama. Lelaki lulusan Universitas Negeri Medan sebagai Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Tahun 2012 ini menyelesaikan studinya dengan IPK ngepas 3.01. Walau telah mendapatkan gelar sarjana tersebut, tak lantas membuatnya melanjutkan karir sebagai guru. Sepenuhnya ia mencurahkan kecintaannya terhadap dunia Visual Arts, dan Tulis Menulis khususnya Sastra.

Bakat yang sudah diasahnya sejak usia sangat muda secara otodidak, kini sudah dapat ia sebut sebagai mata pencaharian. Bagaimana tidak, ia bisa mendapat bayaran mulai dari Rp.500.000,- s.d Rp.3.000.000,- untuk tiap projek yang ia kerjakan sebagai Web & Graphic Design.

Hasil Karya dari Fadly Pratama
Hasil Karya dari Fadly Pratama

 

Saat ini Ia lebih memfokuskan diri pada dunia Tipografi, sebab menurutnya Tipografi adalah unsur paling dasar dari Desain Grafis. Secara kasap mata, Tipografi tampak mudah, namun sebenarnya begitu rumit, seperti bentuk lekukan huruf yang dihasilkan, jarak antar huruf, besar-kecil, tebal-tipis sebuah huruf dan masih banyak lagi memang membutuhkan keahlian khusus.

Ketika ditanya mengenai hal mengapa ia tak menjadi guru setelah lulus kuliah, ia bercerita sebenarnya ia pernah beberapa kali menjadi tenaga pengajar saat sebelum ia menyelesaikan kuliahnya. “Mungkin bukan passion saya, lagian bayaran yang didapat cuma cukup untuk isi minyak aja, belum lagi makannya.” Jelasnya.

Setelahnya ia berhenti, dan lebih fokus untuk menyelesaikan kuliahnya, sembari terus aktif bergiat di salah satu komunitas kepenulisan di Medan yakni Forum Lingkar Pena Sumatera Utara (FLP-SU) yang kini akhirnya menghantarkan menjabat sebagai Humas FLP-SU.

Di FLP-SU inilah ia mendapatkan lagi kesempatan untuk mengasah bakat lamanya dalam bidang Tulis Menulis. Ia sangat suka menulis puisi dan cerita pendek semenjak SMA. Namun sayangnya, ia tak pernah tahu bagaimana cara mempublikasikannya. Akhirnya tulisan-tulisan tersebut lebih banyak mengendap di buku hariannya. Sebagian besar tulisannya lagi telah lenyap dan ia tak tahu di mana rimbanya.

Ketika di FLP-SU inilah ia mulai dikenalkan ke media-media lokal maupun nasional yang memberi ruang kepada penulis lepas untuk pemuatan karya tulis mereka. Lalu, ia mencoba mengirim terus-menerus karyanya setiap minggu. Dan, akhirnya Koran Waspada, Medan Bisnis, Koran Jakarta, IndoPos dan Media Indonesia pernah memuat karyanya, diantaranya Puisi, Cerita Pendek, dan Resensi.

Fadly Pratama
Fadly Pratama

 

Lelaki yang lahir di Tanjung Balai, 03 Desember ini juga berhasil menorehkan beberapa prestasi lainnya yakni: Juara 3 Kaligrafi Se-Unimed pada Tahun 2008, Juara 1 Kaligrafi Se-Fakultas Bahasa dan Seni Unimed pada Tahun 2009 dan Juara 2 Musikalisasi Puisi di Forum Lingkar Pena (FLP) pada Tahun 2010.

Berada di dunia seni sepertinya adalah dunia yang ciptakannya sendiri. Tidak hanya desain dan menulis, nyatanya dia juga sangat senang dengan beberapa seni lainnya seperti Musik dan Drama. Fadly juga senang berada di dunia teater dan menyalurkan bakat puisinya yang dikemas dalam musikalisasi puisi. Kini ia telah bekerja Senior Graphic Designer PT. Carita Media Mayantara.

Hasil Tipografi Fadly Pratama
Hasil Tipografi Fadly Pratama

 

Pada awal Januari 2016. Karya-karya desainnya dapat dilihat di website pribadinya www.fadlypratama.com dan akun Instagramnya: @fadlypratama_. Sementara untuk tulisan-tulisannya dapat dilihat di blognya penunggu-pagi.blogspot.co.id/.

Seperti kebanyakan seniman dan orang yang memiliki hobi di dunia seni, Dia juga memiliki keinginan yang besar untuk dapat mengadakan pameran tunggal karya-karyanya, baik nasional dan internasional.

Menurutnya, tidak ada hobi yang tidak menyenangkan jika dikerjakan dengan hati. Dan yang paling menyenangkan lagi adalah ketika hobimu yang diapresiasi dengan baik oleh orang lain. Semoga lebih banyak lagi orang yang mampu mengapresiasi sebuah karya seni dengan baik. Tidak melulu menjadi barang gratisan.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *