Ditta Maharani, Sosok Brave dari Lunar Archery

  • Whatsapp
Ditta Maharani Dari Lunar Archery
Ditta Maharani Dari Lunar Archery

Panahan merupakan salah satu olahraga tertua di dunia. Fungsi panahan pun telah berubah seiring dengan perubahan  zaman. Jika dahulu panahan berfungsi sebagai alat untuk bertahan hidup (berburu), senjata untuk berperang maka saat ini panahan termasuk dalam salah satu cabang olahraga. Banyak yang mengatakan bahwa panahan memiliki sejarah yang bervariasi dan menarik. Bagi sebagian orang panahan juga dianggap sebagai salah satu olahraga yang keren.

Lunar Archery adalah sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang panahan di Kota Medan. Dimana Lunar Archery ingin mengenalkan tentang dunia panahan kepada masyarakat. Lunar Archery bertempat di Taman Edukasi Avros, Jalan Avros No. 60 B, Medan.

Read More

Pada awalnya Lunar Archery hanya terdiri dari 4 orang founder  yang dimana salah satunya adalah Ditta Maharani atau yang akrab dipanggil Ditta. Ditta mulai menekuni dunia panahan ketika seorang temannya memperkenalkannya dengan sebuah busur sederhana. “Awalnya aku cuma iseng sih nyobain panahan karena belum pernah kan jadi penasaran, terus yaudah jadi keterusan sampe sekarang jadi hobi gini.” tutur Ditta. Ditta dan teman-temannya pada saat itu hanya bermodalkan beberapa busur sederhana yang mereka buat sendiri dengan menggunakan potongan-potongan bambu dan kayu. “Iya awalnya kita itu pake busur yang sederhana banget, kita rakit sendiri dan bentuknya itu bener-bener masih tradisional.” ungkap Ditta.

Seiring dengan ketertarikan Ditta dan teman-temannya akan dunia panahan, ternyata juga berhasil menarik perhatian dari teman-teman mereka yang lainnya saat mendatangi tempat latihan mereka di Taman Edukasi Avros. “Iya awalnya kita tuh cuma berempat, tapi seiring berjalannya waktu, semakin sering kita latihan, ternyata yang datang dan tertarik sama panahan itu cukup banyak. Nah dari situ aku sama temen-temen yang tiga orang itu kepikiran buat bentuk satu komunitas panahan.” ungkap Ditta

Komunitas Lunar Archery tersebut terbentuk di penghujung akhir tahun 2015 lalu di Taman Edukasi Avros dimana taman inilah yang menjadi saksi komunitas panahan Lunar Archery ini terbentuk. Butuh waktu setahun bagi Ditta dan teman-teman Lunar Archery untuk beralih dari busur tradisional ke busur standart yang mereka gunakan sekarang. “Awalnya kita ngga kefikiran ya buat bisa bersaing dan ikutan lomba, tapi setelah dapat dukungan dari beberapa pihak termasuk dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kita setuju buat beralih dari busur tradisional ke recurve bow atau busur standard dan salah satu dari kita juga mengikuti kelas panahan dan belajar lebih dalam tentang panahan ke Jakarta. Jadi dari dia kita semua disini belajar lagi mengenai busur standard  itu sendiri, gimana cara memanah yang bener dan tentang panahan lainnya”

Beberapa waktu  lalu, Ditta mewakili komunitas panahan Lunar Archery mengikuti   Harapan Tiga Open Tournament dimana Ditta berhasil meraih juara satu Pemula Dewasa Kategori Wanita. “Awalnya aku juga ngerasa kesulitan sama panahan, dimana juga tarikan dari busurnya itu berat banget kan buat yang belum biasa dan buat manah bisa tepat sasaran itu ngga semudah yang orang-orang kira, itu butuh konsentrasi. Itu yang buat aku termotivasi buat belajar panahan lagi pokoknya aku bertekad mesti jago.” tutur Ditta.

Ditta dan teman-teman dari Komunitas Lunar Archery membuka kelas bagi siapa saja yang tertarik dengan panahan. Tidak terpaut usia, anak-anak hingga orang dewasa juga boleh untuk mencobanya. “Panahan itu seru kok.  Kalo kita bisa tenang dan sabar panahan itu bisa jadi menyenangkan. Dengan panahan kita juga bisa lebih tenang dan rileks. Aku sendiri bisa belajar lebih konsentrasi dan melatih kesabaran dari panahan. Semua itu bisa terasa menyenangkan asal kita tau cara bagaimana untuk menikmatinya” ujar Ditta.

Ditta dan teman-teman dari Komunitas Lunar Archery juga mengatakan akan lebih sering mengikuti lomba panahan. Dalam waktu dekat mereka akan mengikuti lomba yang akan diadakan dalam beberapa kategori. Ditta dan teman-teman dari Komunitas Lunar Archery berharap dapat mengikuti lomba tersebut dengan lancar dan dapat meraih prestasi lainnya dalam bidang panahan.***(CM-PR/Eleanor Publisher)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *