Cahayati Temukan Nilai Seni Diatas Kulit Tubuh

  • Whatsapp
Hasil Henna Cahayati
Hasil Henna Cahayati

 

Setiap orang menyukai seni dan keindahan, namun tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik. Berbeda dengan Cahayati, salah satu alumnus Universitas Negeri Medan (Unimed)  Jurusan Seni Rupa ini. Ia mampu menari-narikan tangannya di atas media berupa kertas, kanvas, maupun karton untuk menghasilkan sebuah karya berupa karya seni rupa.

Read More

Indah dipandang, dan mengagumkan. Itulah yang pertama kali terungkap tatkala menyaksikan hasil karya tangan Cahayati yang berupa lukisan, gambar, karikatur maupun kaligrafi. Biasanya hasil karya tangannya tak tercipta begitu saja. Tentu dengan jerih payah dan usaha yang memakan waktu cukup lama. Cahayati menyadari bahwa ia memang cukup berkompeten dalam hal seni rupa.

Cahayati melalui penuturannya mengungkapkan bahwa ia tak secara langsung sadar bahwa ia memiliki kemampuan di bidang ini, mulanya ia sadar bahwa ketika duduk di bangku SMP saat mengikuti kegiatan ekskul kaligrafi. Beberapa kali latihan, guru ekskul Cahayati mengatakan bahwa tulisan kaligrafinya bagus hingga membuatnya semangat untuk terus berlatih ketika itu.

Tanpa berpikir panjang, Cahayati akhirnya mengikuti perlombaan secara nekat yang kebetulan saat itu terdapat perlombaan Musabaqah Khattil Quran di daerah tempat tinggalnya, tepatnya pada Tahun 2007 silam. Ia akhirnya mendapat gelar juara pertama, hal yang membanggakan bagi Cahayati, karena untuk pertama kalinya ia juara. Namun hal yang membuatnya sedih adalah berkurangnya niat teman-temannya untuk terus berlatih di ekskul kaligrafi sekolahnya, hingga ia menjadi satu-satunya anggota yang bertahan saat itu.

Selanjutnya, Cahayati pun mulai berani untuk mengikuti beragam perlombaan yang ada. Karena sejak mengikuti ia selalu mendapat gelar juara, hingga dikirim ke tingkat kabupaten dan provinsi membuatnya semakin semangat dalam hari ke hari.

Ia masih berkonsen pada dunia kaligrafi yang kemudian sadar mengenai kemampuan menggambar dan melukisnya sejak duduk di bangku kuliah. “Sebenarnya waktu SD udah sadar juga, tapi nggak terlalu diseriusin karena pas ikut lomba nggak menang. Tapi karena lawannya anak-anak SMP dan SMA sih waktu itu, jadi jelas nggak dapat juara,” ceritanya.

Karena kesukaannya terhadap seni, Cahayati kemudian membranding dirinya sendiri dengan sebutan Cahaya Art. Ia menggabungkan namanya dengan seni, yang berarti bahwa seni dapat memberikan cahaya keindahan, seperti layaknya pepatah yang mengungkapkan bahwa hidup dengan seni terasa indah.

Cahayati S.Pd
Cahayati S.Pd

 

Menggambar, melukis, menulis kaligrafi adalah gabungan dari seni rupa yang benar-benar disukai oleh Cahayati. Hingga membuatnya merasa terpuaskan oleh hasil karyanya, Cahayati merasa energinya cukup terkuras seperti harus membungkuk dalam waktu yang cukup lama. Tetapi, badan lelah, tengkuk yang pegal, pinggang yang serasa mau patah seketika hilang saat menyaksikan hasil karyanya yang sangat baik. “Apalagi jika karya kita diapresiasi, wah lengkaplah sudah bahagianya,” ungkap Cahayati.

Seru, haru, bahagia dan sedih menyatu membuat Cahayati akhirnya paham bahwa dunia yang sebenarnya adalah seni. Namun tentu hidup yang dilaluinya tak semudah orang lain pikirkan. Melalui seni rupa yang digelutinya, ia dapat berkali-kali dihantarkan untuk mengikuti beragam perlombaan di berbagai daerah. Karena hal tersebut, ia bisa menambah teman-teman yang banyak, pengalaman yang seru, begitu pun dengan fasilitas dan uang saku yang diberikan kepadanya.

Namun meski demikian, ia terkadang sulit dengan keadaan yang muncul yang dirinya sendiri yaitu mood yang tidak baik. Ssehingga ia harus berleha-leha menunda pekerjaan hingga menelantarkan karyanya. Jadi, mood yang baik adalah kunci keberhasilan karya Cahayati. Meskipun pada akhirnya karya seni tidak bisa tercipta dalam waktu yang sebentar.

Beragam perlombaan selalu dimenangkan olehnya, seperti Juara 1 Hiasan Mushaf Putri Tingkat Kecamatan Meranti 2007, Juara 2 Hiasan Mushaf Putri Tingkat Kabupaten Asahan 2007, Juara 1 Hiasan Mushaf Tingkat Kabupaten Asahan 2008 dan 2012, Juara 1 Tulisan Buku Putri Tingkat Kabupaten Asahan 2010 dan 2011, Juara 1 Dekorasi Putri Tingkat Kabupaten Asahan 2013, Juara 1 Tulisan Buku Putri Tingkat Fakultas Bahasa dan Seni dan Tingkat Universitas Negeri Medan berturut-turut 2011-2015, Juara 2 Tulisan Buku Tingkat Universitas Se-Sumatera Utara 2012, Juara 1 Dekorasi Putri Tingkat Universitas Se-Sumatera Utara 2014, Juara Harapan 3 Naskah Tingkat Sumatera utara 2014, Juara 3 Tulisan Buku Tingkat Sumatera Utara 2015, Juara 1 dan 2 Tulisan Buku Tingkat Kota Madya Medan 2014-2016, dan Juara 1 Tulisan Buku Tingkat Kabupaten Deli serdang 2014-2016.

Dari semua list prestasi seni rupa yang dihasilkannya, ia paling bangga ketika dinyatakan menang dalam perlombaan yang raih di tingkat Provinsi Sumatera Utara, karena saingannya ketika itu terbilang sangat berat. “Hadiahnya waktu itu paling gede’, makanya bangga sama diri sendiri,” ungkapnya sambil tertawa.

Hasil Innai Cahaya Art
Hasil Innai Cahaya Art

 

Selain ketiga hal seperti menggambar, melukis, menulis kaligrafi, Cahayati kini juga tengah aktif mengajar art and craft di Singapore Piaget Academy dan mengajar ekskul menggambar di Sekolah Nurul Ilmi dan Sekolah Al-Hijrah, Medan. Itu semua Cahayati lakukan karena ia benar-benar ingin menjadi seorang pendidik dalam hal kesenian, sama seperi sarjana pendidikan yang telah sandangnya baru-baru ini.

Begitulah cara Cahayati mengeksplor hobinya yang kemudian kini menjadi peluang pekerjaan baginya, tak heran jika semenjak semester enam saat kuliah ia sudah tak lagi meminta uang saku pada kedua orang tuanya. Dalam kegiatannya yang begitu padat, Cahayati juga membuka jasa orderan berupa ukir henna/innai untuk para pengantin.

“Sebenarnya kalau ukir cuma sampingan aja, kalau ada yang order ya boleh, karena sekarang yang penting itu ngajar,” tutup perempuan kelahiran 25 Mei 1993 ini.

Nah, bagi konkawan Cerita Medan yang ingin memakai jasanya untuk melukis wajah, sketsa, karikatur, maupun ukir henna/innai dapat menghubunginya via line: cahayaart atau dapat mengintip Instagram pribadinya: cahaya_art.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *