Benarkah Games Merusak Moral Anak?

  • Whatsapp
Benarkah Games Merusak Moral Anak
Benarkah Games Merusak Moral Anak

Perkembangan anak merupakan salah satu yang wajib diperhatikan. Apalagi dikalangan orang tua. Seperti yang diketahui, bahwa lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama yang mempengaruhi perkembangan anak.  Tidak sedikit keluarga yang menganggap anak adalah investasi terbesar dalam sebuah keluarga.

Globalisasi teknologi memang dapat memberikan dampak positif tetapi tidak dapat di pungkiri lagi bahwa hal ini juga dapat berdampak negatif bagi kerusakan moral. Perkembangan internet dan ponsel berteknologi tinggi terkadang sangat berbahaya bila tidak di gunakan oleh orang yang tepat. Katakan saja film biru yang di temukan di media sosial.

Read More

Perkembangan teknologi tidak dapat dicegah masuknya di kehidupan. Era globalisasi yang semakin lama semakin memuncak memang mengharuskan setiap manusia dimuka bumi ini untuk mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. Parahnyan lagi, teknologi tidak dipergunakan untuk sisi positifnya saja. Tanpa disadari teknologi sudah menggerogoti kehidupan dunia anak dalam sisi negatif.

Contohnya games. Games adalah salah satu kecanggihan teknologi yang tidak dapat dicegah. Mungkin 20 tahun kedepan tidak hanya anak-anak saja yang tergiur dengan teknologi games tetapi semua kalangan. Kenapa? Karena untuk sekarang saja dunia games sudah mendarah daging di lingkungan anak-anak. Otomatis, anak-anak yang sekarang ini kecanduan games akan bertambah dewasa. Maka dipastikan 10 sampai 20 tahun kedepan dunia games akan menjadi bagian dari kehidupan seseorang.

Ada 2 dampak negatif dari kecanduan games, diantaranya seringnya anak meniru beberapa adegan yang dilakukan di dalam games tersebut. Kurangnya pengawasann dan bimbingan orang tua sangat membahayakan akan-anak yang kecanduan terhadap games. Banyak beberapa kasus tentang beberapa anak yang mengalami kecelakaan akibat ingin meniru beberapa adegan yang mereka tonton. Kebanyakan adegan-adegan tersebut seperti adegan superhero ataupun adegan jagoan. Itu disebabkan karena dari segi psikologis.

Yang kedua adalah tidak lagi menghargai orang sekitar jika sedang bermain games. Beberapa contoh banyak mengarahkan bahwa games menghilangkan sifat saling menghargai apalagi menghargai ke orang yang lebih tua. Misalnya saja, seorang keluarga sedang berkumpul didalam satu acara keluarga dan didalam keluarga itu terdapat satu anak yang kecanduan games. Menurut kalian, apa yang akan terjadi jika orang dewasa yang berada didalam keluarga tersebut sedang berbicara atau bertanya kepada anak tersebut? Ya! Tentu saja anak tersebut tidak akan peduli dan lebih mementingkan permainan yang sedang dimainkannya.

Anak-anak juga sangat mudah untuk melakukan aksi-aksi yang ada dalam permainan. Selain itu, kekerasan yang dilakukan adalah satu alasan yang merusak moral anak. Secara tidak langsung itu merupakan dampak psikis dari games yang mereka mainkan. Semakin jelas bahwa games kekerasan dan games sejenis sangat bertentangan dengan norma dalam tatanan masyarakat kita yang menganut filosofi pancasila.

Games tersebut memanglah suatu bentuk dan wujud dari perkembangan teknologi serta kebebasan dalam berkarya, akan tetapi sebuah karya jika tidak dibarengi dengan pengetahuan akan norma yang ada dalam masyarakat, wujud perkembangan teknologi itu akan menjadi perusak masyarakat dan itu harus di dihindari agar perilaku masyarakat serta generasi muda kita tidak banyak menyimpang dari norma-norma yang berlaku.  Alangkah bijaknya jika pemerintah yang bersangkutan dalam hal ini mengawasi peredaran game – game seperti ini. Selain itu orang tua juga harus mengawasi perkembangan anaknya, dan selalu mengontrol si anak ketika bermin dan mengajarkan mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. ***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *