Bahaya Kurang Konsumsi Garam

  • Whatsapp
Bahaya Kurang Konsumsi Garam
Bahaya Kurang Konsumsi Garam

 

Garam yang biasa di dapur menjadi teman dari beberapa rempah-rempah dan bumbu dapur. Sebagian orang tidak akan merasakan nikmtanya sebuah masakan tanpa bumbu dapur yang satu ini, tapi ada juga sebagian orang yang tak menyukai garam. Entah karena tidak suka asin, atau memang memiliki alergi terhadap garam.

Read More

Garam yang berbentuk seperti butiran pasir ini memiliki citarasa asin menambah sensasi luarbiasa terhadap makanan. Tapi memang garam tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi, karena dapat menimbulkan berbagai penyakit. Hal ini telah diketahui banyak orang, namun jika seseorang kurang dalam mengonsumsi garam, maka apa yang terjadi?

Para peneliti melakukan analisis terhadap 25 studi yang melibatkan 275.000 peserta. Diketahui, 90 persen populasi di dunia rata-rata mengonsumsi garam antara 2.645-2.945 miligram. Peserta kemudian dikelompokkan menjadi pengonsumsi garam berlebih, sedang-sedang, dan kurang yang didasari oleh kisaran tersebut.

Analisis yang dilakukan peneliti menunjukkan hasil yang mengejutkan. Mereka menulis, dibandingkan dengan yang mengonsumsi garam dalam kadar yang sedang-sedang, orang yang mengonsumsi terlalu sedikit ataupun terlalu banyak garam mengalami peningkatan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular.

Peneliti studi Niel Graudal, konsultan senior dari departemen penyakit dalam, infeksi, dan reumatologi di Copenhagen University di Denmark, mengatakan, artinya orang dengan tekanan darah normal atau mereka yang tidak berisiko tinggi seharusnya tidak perlu terlalu khawatir dengan konsumsi garam mereka.

  1. Yodium

Jika faktanya saat kita mengkonsumsi cukup asupan yodium untuk tubuh maka akan berdampak pada pemaksimalan hubungan impuls syaraf termasuk pada kesehatan sitem saraf otak sehingga akan mampu memaksimalkan kecerdasan kita semenjak masa kanak-kanak, maka hal yang terjadi yakni sebaliknya saat tubuh kita tidak mendapat asupan gizi yang mencukupi, khususnya untuk yodium maka kemampuan terhubungnya antar sel syaraf menjadi tidak optimal dan resiko berkurangnya tingkat konsentrasi sampai tingkat kecerdasan pun menjadi suatu dampak tersendiri.

  1. Fosfor

Kandungan fosfor yang terdapat dalam garam jika jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh, maka yang terjadi adalah kurang sempurnanya pembentukan susunan tulang dan gigi kita serta lebih lanjutnya gigi kita akan berpotensi untuk keropos. Bahkan sampai berlubang sedangkan bagi tulang ancaman osteoporosis ataupun rapuh tulang bisa saja senantiasa mengintai kita kapan saja.

  1. Kobalt

Sedangkan jika tubuh kita kekurangan asupan kobalt yang terkandung dalam garam tersebut dapat mengakibatkan munculnya berbagai gangguan pada sistem pembuluh darh kita, hal ini tentunya dapat berdampak buruk bagi keseluruhan jaringan tubuh kita. Dikarenakan begitu, vitalnya peranan sistem pembuluh darah sebagai media transportasi nutrisi demi menjangkau seluruh organ demi mengoptimalkan kinerja mereka agar tubuh dapat bekerja secara normal tanpa gangguan apapun.

  1. Kalsium

Serupa dengan fosfor, jika tubuh kita kekurangan kandungan kalsium yang banyak terdapat pada garam maka resiko yang kita dapat adalah menurunnya optimalisasi proses pembentukan jaringan tulang, dan gigi serta meningkatnya potensi kerapuhan pada keduanya yang dapat berujung pada keropos gigi maupun keropos tulang.

artikel yang berhubungan dengan kalsium

  1. Kalium

Kekurangan kalium bisa sangat berdampak buruk bagi kesehatan otot kita, mulai dari timbul gejala kram otot lantaran kesulitan dalam berkontraksi secara normal, dan utamanya hal ini dapat mengancam sistem otot pada jaringan organ jantung, lebih jauhnya hal ini dapat mengakibatkan gejala palpitasi. Yakni berupa gejala denyut jantung menjadi tidak teratur, terlalu cepat serta terlalu kuat dikarenakan transmisi impuls syaraf jantung dan ototnya yang kurang dapat terkontrol dengan sempurna, dikarenakan kekurangan asupan nutrisi yang memadai demi melakukan kinerja secara optimal. Hal ini berefek pada jantung yang senantiasa berdebar dan pastinya hal ini sangatlah tidak baik, dan memberi beban yang lebih berat bagi kinerja jantung yang efeknya akan fatal jika tidak dilakukan penanganan lebih lanjut.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *