IBX5A49C9BC313D6 Air Terjun Sampuren Putih, Rahasia Air 7 Tingkat - Cerita Medan

Air Terjun Sampuren Putih, Rahasia Air 7 Tingkat

Air Terjun Sampuren Putih
Air Terjun Sampuren Putih

 

Keindahan alam Sumatera Utara memang tak ada habis-habisnya untuk dibahas, ada banyak wisata yang bisa dikunjungi para petualang dan  penjelajah  Medan. Wisata Sumut memiliki sensasi dan nikmat yang berbeda. Sama halnya dengan Air Terjun Sampuren Putih, lokasi ini memiliki sensasi yang beda dan unik.

Alasan mengapa orang banyak mengatakan ‘jangan kurang piknik’ sepertinya sangat mendeskripsikan orang-orang yang selalu berada pada deadline dan sibuk akan urusan kerja.  Bagi mereka yang mengalami hal ini, maka solusi yang paling tepat adalah berpiknik. Artian piknik bukan selamanya membentangkan tenda, dan mengadakannya di hutan. Namun, piknik bisa diartikan untuk berwisata, menikmati keindahan alam lebih jelas dan merasakan bahwa kebesaran Tuhan sangat luar biasa.

Lokasi Air Terjun Sampuren Putih
Lokasi Air Terjun Sampuren Putih

Terletak di Desa Cinta Rakyat/Bas Ukum, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara ternyata lokasi ini semakin harisemakin diketahui banyak orang. Hingga menjadi favorit bagi tracker berbagai kalangan dan berbagai daerah. Curamnya jalan menambah rasa penasaran seseorang terhadap indahnya air terjun ini. Rasa penasaran akan menghantarkan rasa lega ketika telah melihat air terjun ini secara nyata.

Dengan trek yang dilalui Medan – Padang Bulan – Pancur Batu – Sembahe – Sibolangit, kalian bisa melaluinya dengan sepeda motor atau mobil.  Berjarak sekitar 50 km dari Medan dan waktu tempuh sekitar 2 jam menuju Sibolangit  dan simpang Bas Ukum merupakan akses harus dilalui setiap orang yang akan menuju air terjun tersebut.

Konkawan akan menemukan persimpangan sebelum memasuki Desa Bandar Baru, dari Bas Ukum inilah adernalin kita akan diuji, karena trek untuk menuju lokasi Sampuren Putih ini sangat ekstrim, kondisi jalan memang baik, tapi tanjakan dan turunan ditambah lagi kelokan-kelokan yang curam, bisa menghantarkan kita ke lembah yang ada dibawahnya. Dari simpang Bas Ukum, kalian harus menempuh waktu berkisar 45 menit lagi untuk sampai kelokasi Sampuren Putih.

Tak sampai disitu saja, tracking akan dilanjutkan lagi. Setelah sampai di lokasi, maka kalian harus memarkirkan kendaraan kalian dan berjalan kaki kembali selama 15 menit atau lebih kurang 300 meter, melalui jalan setapak di bibir jurang di tepi sungai Lau Seruway menyelusuri hutan dan perkebunan milik warga.

Sampuren dalam Bahasa Karo adalah air terjun, Sampuren Putih adalah air terjun putih. Air terjun ini memiliki ketinggian lebih kurang 3 meter. Berdasarkan informasi bahwa Sampuren Putih ini adalah air terjun tujuh tingkat, hanya satu saja yang dapat lansung terlihat oleh kita. Yaitu yang tingkat akhir atau tingkat ketujuh.

Sebelum jatuh ke dasar muara, air terjun ini seperti keluar dari mulut gua yang berdiameter sekitar 10 meter. Pada saat jatuh, air terjun ini membentuk buih putih berwarna putih, maka dinamai air terjun putih. Sedangkan sisanya 6 tingkat lagi tertutupi oleh bebatuan tebing. Diperkirakan tinggi air terjun ini secara keseluruhan 150 meter.

Untuk mencapai tingkatan setiap air tejun ini diperlukan usaha yang ekstra, karena kita harus melintasi hutan yang menanjak dengan cara berjalan kaki, menggunakan akar-akar pepohonan sebagai alat bantu.

Sampuren Putih ini ternyata memiliki legenda yang tercipta tercipta karena perseteruan dua abang beradik yang jatuh cinta dengan seorang gadis. Iri melihat adiknya, sang abang lalu membawa adiknya ke atas gunung. Setibanya di atas gunung, sang abang meminta sang adik untuk turun dengan menggunakan tali. Saat si adik turun, abangnya memutuskan tali hingga adiknya pun jatuh dan mati. Posisi jatuhnya sang adik akhirnya membentuk tujuh tingkatan air terjun yang kemudian diberi nama Sampuren Putih.

Air Terjun Sampuren Putih ini memiliki kandungan belerang yang dapat dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Oleh karena itu pengunjung tak pernah menyia-nyiakan untuk berendam di sekitaran aliran air terjun ini.

Jika dibandingkan dengan wisat Sumatera Utara lainnya, air terjun yang memiliki luas areal kisaran 10 hektar ini memang terbilang dangkal, serta memiliki bebatuan kecil-kecil yang sangat banyak. Namun, arus aliran air terjun ini nyatanya sangat deras dan nyatanya tidak sedikit dari warga yang terseret arus lalu meninggal.

Air Terjun

Ada satu keunikan lagi yang ada di Air Terjun Sampuren yaitu bagi setiap orang yang ingin mandi-mandi dan merasakan sensasi airnya disarankan untuk tidak berlama-lama. “Jika mandi dan airnya sudah mencapai pinggang maka disarankan untuk keluar dan berpindah,” ungkap salah seorang penduduk tetap. Hal ini dilangsirkan dapat menyebabkan seseorang masuk kedalam air lebih dalam.

Ungkapan ini masih belum diketahui alasan dan asa-usulnya. Entah mitos entah fakta, namun inilah yang dikatakan penduduk sekitar, hal ini telah dialami beberapa tracker. Hal yang beredar tak perlu ditanggapi terlalu serius, bagi kalian para pecinta wisata, hal utama yang harus dinikmati adalah keindahan alam dan bedanya suasanya dari beberapa wisata yang dilalui serta tak lupa untuk menjaga kebersihan, agar alam tetap terjaga dan dapat dinikmati orang lain dengan penuh keasrian.

Jika ingin mengunjungi lokasi ini, maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah kesehatan dan daya tahan tubuh. Karena hal ini mempegaruhi tracker. Jalanan curam memang menakutkan, ketidakhati-hatian akan menyebabkan kalian jatuh ke bawah. Safety seperti sepatu yang kuat serta tidak licin, baju ganti, jaket dan juga kayo sebagai penopang untuk berjalan memang harus dsiapkan terlebih dahulu.

Tidak hanya itu, perlengkapan P3K juga dibawa, karena cedera kecil seperti luka akibat ranting dan kayu kecil, serta bebatuan tajam biasanya sering terjadi. Waspada terhadap gigitan binatang kecil seperti lintah dan pacet harus segera ditangani. Kebiasaan membawa barang banyak serta tas yang berat saat tracking sebaiknya dikurangi, karena hal ini memacu ketidaksanggupan kalian untuk melanjutkan trek.

Usahakan untuk membawa bekal karena saat trecking dan setelah lama berendam di Air Terjun ini, kalian akan merasakan lelah. Untuk mencegah kehabisan tenaga, alangkah baiknya untuk menyiapkan bekal dari rumah. Jangan mencoba-coba beli di daerah sekitar, karena hal yang harus dihindari dari trecking adalah tidak banyak menghamburkan uang, uahakan minimkan segala pengeluaran karena trecking bukan hal yang dianggap menghambur-hamburkan uang.

Saat berendam dan berenang di sekitaran air terjun cobalah untuk tetap berkomunikasi dengan rekan-rekan anda. Karena jika anda tidak terpantau, ada kemungkinan anda akan terseret arus. Nah, konkawan Cerita Medan masih tidak ingin mencoba menelusuri setiap keindahan wisata Sumatera Utara? Sensasi yang beda, unik dan merindukan ini hanya bisa diciptakan oleh diri sendiri yang telah merasakannya.

Berpikniklah, nikmati setiap sudut keindahan yang diciptakan Tuhan. Jangan langsung berwisata ke luar kota atau luar negeri kalau wisata di Sumatera Utara saja belum habis dikunjungi. Orang pribumi yang belum menyaksikan semua keindahan alamnya maka bisa berbanding jauh dengan mereka yang dari luar datang hanya untuk menikmati setiap keindahan alam dari berbagai kota dan negara.***(CM-E02/Amal Hayati)

KOMENTAR

BACA JUGA