Ahmad Zubeir Rangkuti, Mahasiswa yang Miliki “Langkah Tak Beraturan”

  • Whatsapp
Ahmad Zubeir Rangkuti, Mahasiswa Miliki Langkah Tak Beraturan
Ahmad Zubeir Rangkuti, Mahasiswa Miliki Langkah Tak Beraturan

Jika ditanya apakah setiap orang ingin kuliah tanpa memikirkan tanggungan biaya dan bisa melanjutkan keinginannya untuk meraih cita-cita, semua orang pasti menginginkannya tidak terkecuali hal yang sama yang dirasakan oleh Ahmad Zubeir Rangkuti. Mahasiswa semester VI Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara ini pernah mengalami hal yang tidak terduga ketika dirinya tamat dari SMA.

Kelulusannya di SNMPTN yang tidak semua orang bisa lolos merupakan anugerah dalam hidupnya, ditambah lagi dengan diterimanya dirinya sebagai penerima beasiswa Bidik Misi membuat langkahnya semakin mantap melaju tatkala teman-teman sebayanya yang sama-sama tinggal di kampung tidak memiliki kesempatan emas seperti dia.

Read More

Namun kesenangan Zubeir tidak bertahan lama setelah ayahnya mengatakan bahwa ia tidak sanggup menguliahkan anaknya, hal ini tentu membuat cita-citanya seperti melayang melihat kesempatannya untuk kuliah hilang karena faktor ekonomi. Tetapi dengan percaya diri dan semangat, ia berusaha meyakinkan orang tuanya untuk tidak mengkhawatirkan biaya kuliah karena ia adalah penerima beasiswa. Akhirnya dengan bermodalkan semangat ia pergi ke Medan yang bisa merubah nasibnya kelak.

Sesampainya di Medan, ada persoalan baru yang banyak dihadapinnya, mulai dari masalah tidak punya biaya untuk menyewa kost-kostan, uang yang sedikit, kebutuhan perkuliahan yang semakin bertambah, hingga tidur di mesjid untuk tempat tinggal pernah dialaminya. Langkahnya untuk bisa meraih cita-citanya untuk bisa kuliah dengan baik mulai terhambat.

Kondisi seperti ini sulit ia hadapi, pada saat semester satu orang tuanya tidak sanggup lagi membiayai uang bulanannya, bagaimana caranya agar ia bisa bertahan hidup dan tidak putus di tengah jalan ketika kuliah, dan masih banyak permasalahan yang harus ia pikirkan ketika anak-anak seusiannya seharusnya berfikir untuk fokus belajar atau mengikuti kegiatan di kampus.

Kondisi yang dialaminya menempah dirinya untuk lebih maju, dia tidak menyerah walaupun ia harus bersabar dengan kendala yang dihadapinnya. Uang bidik misi yang menjadi harapannya tidak bisa diandalkan sepenuhnya karena jumlah dan waktu pengeluarannya tidak bisa diperhitungkan.

Kadang ia sakit karena bekerja sekaligus kuliah agar bisa bertahan hidup. Kadang ia harus rela berpanas-panasan karena jarak yang jauh untuk sampai ke tempat kuliahnya hingga menyebabkan kepalanya pusing dan berkeringat ketika sampai di kelas sedangkan teman-temannya dalam keadaan rapi dan bersih, ya anak Fakultas Ekonomi dan Bisnis memang terkenal dengan gaya dan ekonominya tentunnya.

Namun dibalik kondisi yang ia hadapi, ia terus berusaha belajar dengan giat dan berdoa agar diberikan kemudahan dalam menghadapi masa-masa kuliahnya, dan hal ini berhasil diraihnya ketika ia memenangkan beberapa lomba diantarannya Juara 2 English Debate tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, Juara 2 MC tingkat Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tahun 2013, Juara 2 MTQ Mahasiswa cabang Hifzhil Quran 5 Juz tahun 2014, Terbaik 2 National Training for trainer Ekonomi Syariah tahun 2015, Juara 5 try out Ekonomi Syariah dan masih banyak lagi prestasi yang diraihnya.

Semangat yang diraih ia dapatkan dalam kutipan Man Shabara ala Zafira, siapa yang bersabar pasti akan beruntung. Inilah yang membuat ia terus sabar dan berusaha memperbaiki kondisinya. Walaupun ia harus mengajar les tetapi Zubeir tetap bisa berkarya di kampusnya.

Ia juga telah menuliskan salah satu karyanya ke dalam buku “Langkah Tak Beraturan” bersama anak bidik misi yang lain untuk memotivasi orang-orang yang memiliki nasib yang sama seperti mereka agar bisa terus bersemangat dalam meraih cita-citanya.

Langkah tak beraturan ada untuk menguji seberapa kuat tekad kita untuk meraih masa depan, namun jangan jadikan ia penghalang, justru gunakan ia sebagai semangat kita dalam mendapakan keinginan kita. Seperti mantra yang kuat : Man Shabara ala Zafira, siapa yang bersabar pasti akan beruntung, bersabar dengan kondisi hingga ia akhirnya bisa mendapatkan kemenangan yang indah.***(CM-PR/Dwins Publisher)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *