6 Tradisi Unik Sambut Ramadhan

  • Whatsapp
6 Tradisi Menjelang Puasa
6 Tradisi Menjelang Ramadhan

 

Setiap umat beragama Islam pasti akan melakukan rukun islam yang ketiga ini. Karena puasa merupakan perintah dan kewajiban sebagai umat Islam. Masyarakat sangat antusias menghadapi saat-saat Bulan Ramadhan. Maka tak jarang, banyak tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menyambut hal ini. Masyarakat berbudaya selalu berusaha menurunkan tradisi tersebut secara turun-temurun.

Read More

Namun, banyak orang juga tidak melakukan tradisi tersebut, karena dianggap tidak memiliki arti apapun. Seberapa penting tradisi menyambut Ramadhan tergantung dengan persepsi masyarakat itu sendiri. Berikut adalah beberapa tradisi yang sering dilakukan masyarakat berbudaya pada umumnya untuk menyambut Bulan Ramadhan:

  1. Nyadran

Nyadran merupakan tradisi yang hadir dari Pulau Jawa dan merupakan tradisi menyambut Bulan Ramadhan. Masyarakat Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat pasti sudah tidak asing dengan budaya ini.  Tradisi ini dimulai dengan berziarah ke makam kerabat dan sanak saudara yang telah meninggal, lalu disambung dengan makan bersama (kenduri) dengan menu nasi urap, perkedel, tempe dan tahu bacem serta menu khas daerah lainnya.

  1. Mandi Air Limau

Mandi Air Limau sepertinya sudah dikenal warga Melayu, Medan, Sibolga, Tapanuli, Minang dan daerah lainnya kawasan Sumatera. Tradisi ini adalah menggunakan beberapa rempah-rempah seperti pandan dan daun jeruk limau. Air ini diyakini dapat membersihkan seluruh tubuh dari dosa karena di Bulan Ramadhan, tiap orang harus kembali bersih dan suci. Biasanya mandi ini dilakukan pada satu hari menjelang Ramadhan di sore hari, agar di hari Ramadhan telah memiliki tubuh yang bersih kembali.

  1. Jalur Pacu

Bagi masyarakat Riau, jalur pacu merupakan tradisi yang wajib dilakukan saat menjelang Bulan Ramadhan. Jalur pacu adalah perlombaan yang dilakukan dengan menggunakan perahu kecil dan dinaiki beberapa orang dengan mendayungnya. Acara ini hanya ada satu kali dalam setahun. Tradisi ini dilakukan sebelum Ramadhan dan saat pagi hari hingga matahari terbenam.

  1. Punggahan

Punggahan atau Munggahan merupakan tradisi yang dilakukan dengan cara berkumpul dengan sanak keluarga dan kerabat untuk saling bermaaf-maafan. Biasanya tradisi ini juga menghadirkan berbagai macam makanan khas pada Bulan Ramadhan. Juga aka nada saling tukar-menukar makanan dengan kerabat dan sanak keluarga untuk saling mencicipi makanan.

  1. Meugang

Meugang merupakan tradisi ynag dilakukan dengan menyembelih hewan dua hari sebelum Ramadhan. Biasanya dilakukan oleh masyarakat Aceh dan sekitarnya. Setelah melakukan itu, daging sembelihan dibagi ke sanak keluarga dan kerabat. Sebagian lagi disantap beramai-ramai.

  1. Apeman

Masyarakat akan disibukkan dengan membuat kue apem yang terbuat dari tepung beras. Ini merupakan permohonan maaf kepada orang lain sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Apeman dilakukan setelah berziarah ke makan kerabat atau sanak saudara yang telah meninggal. Mereka akan mengunjungi beberapa rumah untuk membagikan kue apem sambil bersalam-salaman dan meminta maaf. Ada hal unik dalam tradisi ini yaitu ketika orangtua belum meninggal, maka apeman tidak wajib dilakukan, karena akan kualat dan dianggap mendoakan orangtua meninggal.

Beberapa tradisi boleh dilakukan asal tak mengganggu beberapa orang dalam lingkungan dan tak boleh terlalu mempercayainya. Karena akan menjadi sirik jika terlalu percaya pada tradisi disbanding Tuhan. Sudah saatnya membersihkan jiwa dan hati dari segala hal yang merusak amalan saat Bulan Ramadhan. Semoga di Bulan Ramadhan dapat lebih baik dari bulan-bulan lainyya.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *