IBX5A49C9BC313D6 Yoga Aizeindra: Menulis Sebagai Peringatan - Cerita Medan

Yoga Aizeindra: Menulis Sebagai Peringatan

Yoga Aizeindra
Yoga Aizeindra

Dunia literasi memang tengah berkembang dari tahun ke tahun, begitupun dengan perkembangnya yang terus melahirkan penulis-penulis muda yang berbakat. Mulai dari genre fiksi hingga non fiksi sekalipun. Kegiatan menulis memang menyenangkan terutama bagi orang-orang yang bisa hanyut oleh buaian kata-katanya sendiri.

Ialah Yoga Aizeindra, pria berusia 25 tahun ini mulai menulis sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Awalnya suka nulis-nulis puisi aja, tukar- tukaran sama kawan dan bener-bener nulis itu waktu SMA,” ceritanya.

Dua lembar double folio ia coret dengan hasil pemikirannya, mengulas sebuah cerita pendek dengan cara manual, yang kebetulan saat itu adalah tugas pelajaran Bahasa Indonesia. Hingga lambat laun kesukaannya pada dunia menulis khususnya fiksi semakin meningkat. Yoga memang mampu membuat pembaca terbuai oleh rangkaian katanya, sampai membuatnya tak segan-segan menulis barisan bait kata di akun sosial media Instagram miliknya.

Tak memiliki teknik pasti dalam menulis, pemilik nama pena Aizeindra ini justru menulis begitu saja, menulis secara otodidak dan menuang segala hal yang ada di pikirannya tanpa memperdulikan teknik. Karena baginya menulis bisa dengan cara apa saja. Jikalau penat mulai menghantui dan menghambat kegiatan menulisnya, Yoga akan menghentikan kegiatan menulis lalu memilih untuk bermain games, atau bahkan sekadar merenung sebelum akhirnya kembali melanjutkan tulisan terbaiknya.

Keahliannya dalam menulis memang tak diragukan lagi, beberapa karya-nya pun masih tertonggok rapi dan enggan ia kirimkan ke media karena suatu hal. Yoga justru memilih untuk mengumpulkan karya-karyanya untuk kemudian dibukukan. Seperti sebuah buku berjudul Ja Nu Ai yang ia cetak secara indie, merupakan sebuah kumpulan flash fiction yang berhasil ia tulis sebulan belakangan.

Seperti yang tim Cerita Medan kutip dari Instagram miliknya  “Ja nu Ai, lebih dikenal dengan nama bulan Januari di tanggalan Masehi di planet bumi. Ja menjaga putaran waktu silam dan Ai menjaga putaran waktu yang akan datang. Tiap bertemu, akan mengalami lompatan waktu, dan mengulang hidup mereka sampai pada akhir bertemu lagi, dan lagi. Hanya agar keseimbangan waktu terjaga.”

Sementara untuk menulis, Yoga bisa melakukannya dimana saja termasuk saat tengah berkumpul bersama dengan teman-temannya. Ketika mendapat ide, ia pun sesegera mungkin menuliskannya sebelum lupa, meskipun baginya menulis paling optimal adalah ketika dalam kesenyapan dan keheningan. Begitu lah cara Yoga menyalurkan hobinya, tak heran jika sedang mood dalam sekali duduk ia mampu menuangkan lebih dari ribuan kata.

Yoga Aizeindra
Yoga Aizeindra

Pria yang sangat mengagumi penulis Ayu Utami ini berkeinginan untuk menggarap sebuah novel, meski sudah tertunda beberapa waktu tapi Yoga berjanji untuk menyelesaikannya di tahun depan. Karena menurutnya menulis novel tak semudah menulis flash fiction begitupun sebaliknya.

Bagi Yoga, menulis sebagai peringatan untuk dirinya sendiri dan sebagai pembelajaran. Menurut pengakuannya, apa yang ia tulis memang terkadang terkesan mengajari orang lain namun sebenarnya apa yang ia tulis adalah untuk dirinya sendiri, untuk peringatan serta pembelajaran baginya.

Selain menghabiskan waktu untuk menulis, pria berkacamata ini juga tengah menyelesaikan studi akhir di salah satu universitas di Medan. Pun ia juga aktif sebagai ketua di Komunitas Blogger Medan serta tergabung di sebuah Production House untuk menggarap film.

Tak hanya menulis, pria satu ini bahkan mampu membacakan apa yang ditulisnya. Ia sangat baik dalam pembacaan puisi setelah sejak kecil berulang-ulang melakukannya. “Kalau baca puisi sebenarnya aku bukan percaya diri sih, tapi lebih ke nggak tahu malu aja,” ungkapnya yang disusul dengan tawa sumringah.

“Jangan takut menulis, jangan takut dikomentari walaupun yang berbicara adalah orang yang sama sekali nggak tahu tentang kepenulisan, jadikan itu sebagai bank data. Karena di masa depan kita dapat membuktikan komentar orang tersebut,” tutupnya.

Nah, bagi konkawan yang ingin berdiskusi mengenai dunia kepenulisan dapat menghubunginya via Instagram: aizeindra.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Beberapa penghargaan yang telah diperoleh Yoga Aizeindra :

  1. Juara 1 Lomba Blog– Ulang Tahun ke 3 KabarMedan.com, 2015.
  2. 10 Terbaik Sayembara Pantun #AkuSiapNikahSekarang – Penerbit Proumedia Sempena
  3. Juara 1 Cerpen XL 4G LTE – Medan Featuring Blog M, 2015
  4. 10 Besar Tulisan Terbaik – Perigidulu.com
  5. 10 Besar Tulisan Terbaik – “Aku Bukan Ayahku” Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya – GagasMedia, 2014
  6. Flash Fiction 1435 Karakter “Pulang” masuk ke dalam eBook Thumbstory – Gramedia 2014
  7. Ide Cerita Masuk ke-dalam Tahap 2 Kontes Nasional buronanfilm.com
  8. Juara 2 – Penulisan Artikel “Kendaraan Ramah Lingkungan” – Honda SUMUT, 2013

Juga beberapa kali menjadi pemateri :

  1. Sharing Internet Sehat, Sehatkan Warisan Kota Hebat – Perayaan Amal Blog M Featuring Medan Heritage, 2015
  2. Dasar-dasar Blogging – Siti Hajar Islamic Fullday School – Workshop Blog M Road to School, 2015
  3. Diskusi Dasar Konsep TV Streaming di LPM Teropong Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara (UMSU), 2014.

 

KOMENTAR

BACA JUGA