Sebarkan Sikap Berbudaya Bersama Kamatora

  • Whatsapp
Kamatora Salah Satu Kopi Terbaik Sumatera
Kamatora Salah Satu Kopi Terbaik Sumatera

 

Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia menjadi negara yang memiliki banyak sekali suku, adat dan budaya didalamnya. Belum lagi termasuk kekayaan alamnya. Namun semua itu bisa saja musnah jika tidak dipertahankan keberadaannya. Terlebih saat ini sudah banyak peninggalan yang hilang karena banyak dilupakan oleh generasi penerusnya.

Read More

Seperti halnya kopi. Budaya ngopi sepertinya sudah menjadi gaya hidup dikalangan masyarakat yang sudah mendunia, penggemar minuman ini pun sangat banyak mulai dari remaja hingga orang tua, baik laki-laki ataupun perempuan semuanya saling berbaur ketika menikmati secangkir kopi.

Jika dilihat dari asal-usulnya ternyata kopi memiliki cerita dan sejarah panjang didalamnya, sejak dahulu kala nenek moyang kita sudah menghasilkan biji kopi sebagai minuman tradisional. Sebagian besar wilayah di Indonesia adalah pengahasil biji kopi terbaik salah satunya Sumatera. Tahukah kamu jika kopi Mandailing asal Sumatera Utara telah diakui dunia  sebagai kopi yang paling nikmat. Bahkan salah satu brand penjual minuman kopi ternama menggunakannya sebagai bahan dasar produknya. Hal tersebut harusnya membuat kita sebagai bangsa Indonesia merasa bangga akan produk-produk lokal.

Tapi, pada kenyataannya masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya kurang peduli akan hal itu. Padahal budaya meminum kopi adalah bagian dari warisan di bumi nusantara. Inilah yang membuat pihak asing dapat masuk dengan mudahnya dan membuat banyak orang lupa akan sejarah panjangnya. Dengan bermodal kemasan yang lebih menarik mereka mampu buat kopi sebagai hal baru di kalangan masyarakat lokal.

Kamatora, diambil dari bahasa Spanyol memiliki arti pulau emas yang merujuk pada pulau Sumatera karena terdapat banyak sekali hasil bumi baik yang berada di dalam tanah maupun diatasnya. Membuat bangsa-bangsa eropa berdatangan untuk mengambil hasil bumi disini.

Kamatora sendiri adalah sebuah merek yang menjual bermacam-macam kopi yang merupakan hasil terbaik dan asli dari petani-petani lokal di Sumatera sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Produk-produk yang dihasilkan juga sudah mengekspor ke beberapa wilyah di Indonesia bahkan sudah sampai Eropa.

Tidak seperti bisnis lainnya yang mengutamakan keuntungan berupa uang, kamatora ternyata memiliki misi tersendiri dalam perdagangannya. Bukan hanya ingin mengangkat petani lokal agar terus memproduksi demi membantu perekoniman mereka, ternyata Kamatora melihat kopi memiliki potensi lebih. ‘Kopi dengan nilai warisan dan budaya’ itulah yang menjadi slogan Kamatora. Berangkat dari kegelisahan akan generasi muda yang mulai kehilangan identitas akan sejarahnya sendiri, Kamatora sadar bahwa kopi memiliki kemampuan untuk menonjolkan serta mempromosikan nilai dan sisi budaya yang terkandung didalamnya.

Memberi spirit untuk mengajak orang mencintai budaya sendiri, kopi dianggap dapat dijadikan sebagai media yang tepat. Seperti di pulau Sumatera, hampir seluruh daerahnya menghasilkan kopi yang sudah dikenal hingga ke mancanegara. Sebut saja Mandailing yang merupakan kopi pertama kemudian ada Gayo, Dolok Sanggul, Kopi Takar, Sanger, dll.

Ngopi adalah budaya asli Indonesia yang selayaknya memang sudah menjadi gaya hidup kita. Namun yang terpenting dari itu semua, kita harus tahu bagaimana semua itu terbentuk dan hadir hingga sekarang. Jangan sampai warisan dari nenek moyang yang harusnya menjadi identitas serta jati diri kita dikendalikan oleh asing semata-semata hanya untuk mencari keuntungan.

Pengetahuan akan budaya sendiri dirasa perlu sebagai wujud cinta terhadap tanah air yang berguna untuk menguatkan kesatuan dalam bernegara. Ini juga bertujuan agar dapat dipandang sebagai bangsa besar oleh bangsa-bangsa lain karena nilai-nilai sejarah yang terawat dengan baik. Dan juga menjaga serta menyelamatkan anak cucu kita agar tidak menjadi generasi tanpa identitas. ***(CM-01/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *