PT Pegadaian Bedah Gubuk Reot Nek Amrah

  • Whatsapp
Bedah Gubuk Reot Nek Amrah
Bedah Gubuk Reot Nek Amrah

 

Dusun II Desa Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi tempat tinggal Nek Amrah, Seorang nenek yang raut wajahnya sudah ditutupi kerutan kulit karena termakan usia.

Read More

Nenek yang hidup sebatangkara ini, sudah tak mampu lagi beraktivitas banyak dikarenakan kondisinya yang tak lagi sekuat ketika masih muda. Meski kondisinya dalam keadaaan sehat, ia hanya mampu melakukan kegiatan yang ringan-ringan saja. Di usianya yang menjelang 75 tahun itu, ia tinggal bersama cucu dari keponakannya di sebuah gubuk beratapkan seng yang sudah berkarat.

Nek Amrah, begitu sapaan akrab dari nenek yang memiliki 7 anak ini, meski seingatnya ketujuh anaknya sudah tak lagi ada di dunia. Bukan hanya ditinggalkan anaknya, suaminya juga meninggal dunia sejak kepemimpinan almarhum Soeharto sebagai Presiden kedua Indonesia. Wanita yang tidak bergigi lagi ini, menyambung hidup hanya dari perhatian keponakannya yang berada di sebelah gubuk berdinding kayu tripleknya.

Sekalipun masih ada sanak famili yang berada di sebelah rumahnya, Nek Amran tak ingin menyusahkan keponakannya dan lebih memilih tinggal di gubuk reotnya. Sesekali tidurnya ditemani sang cucu dari keponakannya.

“Sama cucu-lah tinggal sesekali. Cucu-lah yang menemani nenek jika jatuh sakit dan memperhatikan nenek,” ungkapnya terbata-bata.

Air matanya tak dapat terbendung ketika bercerita tentang kehidupannya. Jika musim hujan, gubuk berukuran 2 x 2 meter itu dimasuki tetesan air hujan. Rasa lembab dan basah, ia rasakan. Dinginnya cuaca terasa menusuk hingga ke tulangnya. Apalagi pada malam hari, selimut tipis yang dimilikinya tak mampu menghangatkan dirinya.

Kendati susah dalam himpitan ekonomi, namun tak menyurutkan semangat hidupnya. Untuk kebutuhan makan, Alhamdulillah masih ada masyarakat Desa Sialang Muda yang memperhatikan dirinya. Ia memperoleh bantuan beras dan lauk pauk dari masyarakat sebulan sekali.

Warga sekitar tempatnya berdomisili selalu memberikan perhatian khusus agar Nek Amrah dapat hidup layak seperti orang lain pada umumnya. Cita-cita nampaknya akan segera terwujud. Rumah tak layak huni yang dihuni saat ini akan disulap menjadi rumah layak huni. Rasa senang dan sumringah terpancar di wajah tuanya ketika mendapat kabar rumahnya akan direhab oleh PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan.

Melalui program Bedah Rumah, perusahaan plat merah milik BUMN ini akan melakukan renovasi rumah Nek Amrah menjadi layak huni. Sebagai realisasi program Bedah Rumah dalam rangka kemeriahan HUT ke 115 tahun, management PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan turun langsung, Selasa (5/4).

Dipimpin Ketut Suhardiono bersama para Deputi dan Manager PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, meninjau langsung lokasi rumah Nek Amrah sekaligus meletakkan batu pertama pembangunannya. Rombongan disambut suka cita oleh masyarakat Dusun II Desa Sialang Muda. Tokoh pemuda, masyarakat, agama hingga pemerintah desa mengucapkan terimakasih atas kepedulian PT Pegadaian (Persero) untuk meningkatkan taraf kehidupan Nek Amrah yang lebih layak.

“Kami atas masyarakat dan pemerintah desa mengucapkan terimakasih atas kepedulian PT Pegadaian (Persero). Semoga di usianya ke 115 tahun, Pegadaian makin sukses dan jaya,” ujar Kaur Pemerintah Desa Sialang Muda, Fahrin mewakili Plt Kepala Desa.

Ia mengaku, program Bedah Rumah dari Pegadaian sangat membantu dalam meringankan beban pemerintahan Deli Serdang. “Program Bedah Rumah juga diprogramkan Pemkab Deli Serdang sejak tahun 2014. Karena keterbatasan anggaran, tidak semua rumah warga yang tak layak dapat direhab,” ujarnya seraya berharap program sosial ini dapat terus ditingkatkan PT Pegadaian (Persero).

Peletakan Batu Pertama Pada Bedah Rumah Nek Amrah
Peletakan Batu Pertama Pada Bedah Rumah Nek Amrah

Sementara itu, Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Ketut Suhardiono mengungkapkan, program Bedah Rumah merupakan bagian dari Program Kepedulian Bina Lingkungan (PKBL) atau CSR (Corporate Sosial Responsibility) baru di tahun ini digulirkan. Menurutnya, ada tiga permohonan yang masuk untuk program Bedah Rumah. Namun karena keterbatasan anggaran, maka baru satu rumah yang terealisasikan untuk dibedah.

Sebelum memutuskan membedah rumah Nek Amrah, PT Pegadaian (Persero) telah melakukan survei lokasi dan pemerintah desa, LKMD dan BPPD. “Setelah layak menurut penilaian, maka hari ini dimulailah pengerjaan program Bedah Rumah,” tutupnya.***(CM-Ist/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *