Nyatanya Menikah Mampu Sehatkan Jantung

  • Whatsapp

Nyatanya Menikah Mampu Sehatkan Jantung

 

Read More

Menikah adalah hal yang sangat indah untuk setiap pasangan. Menikah sebenarnya menyatukan dua hati dengan atas nama cinta dan menjanjikan untuk bersama selalu sampai maut disetujui. Menikah menjadi pilihan sulit bagi mereka yang belum memiliki persiapan matang, persiapan yang belum matang memperbaharui situasi karena bisa membuat pernikahan tersebut berhenti di tengah jalan, atau dalam artian bercerai.

Cerai katanya pilihan terbaik karena sudah punya kecocokan lagi, padahal nyatanya hubungan terjadi karena kecocokan yang mereka miliki. Entah ini adalah kata yang bisa menghibur hati atau malah kata pasrah yang tak ingin lagi bersama pasangan tersebut.

Harapan demi harapan terlontarkan bagi mereka yang akan melangsungkan pernikahan, saling mengerti, rukun dan tetap saling mencinta dan menghormati menjadi hal terpenting dalam pernikahan. Pernikahan nyatanya memiliki banyak Manfaat, dapat menyehatkan jantung seseorang.

Pernikahan yang baik dapat membantu mengurangi serangan jantung Namun pernikahan yang buruk mendukung dengan stres peradangan tinggi dan bisa meningkatkan serangan jantung,

Para peneliti juga menganalisis catatan dari 11.216 pasien jantung yang dikumpulkan selama 18 tahun melalui kontak telepon atau kunjungan kantor. Rata-rata usia pasien tersebut adalah 64 tahun, dan 55 persen berstatus menikah sementara 45 persen belum menikah.

Dari hasil survei yang menjelaskan kelompok yang belum berstatus menikah, menanggulangi risiko jantung. Jurnal Penelitian American Heart. Sebanyak 1,1 persen yang belum menikah hanya sekarat karena jantung dan hanya 0,4 persen

Kemudian dalam waktu 30 hari dari penelitian yang ditemukan 3,1 persen pasien yang belum menikah berisiko kardiovaskular utama, dan 1,2 persen terjadi pada pasangan suami istrei.

Penelitian diselesaikan hingga satu tahun, meningkat menjadi 13,3 persen dari kelompok tunggal dan 8,2 pada yang telah menikah. Penelitian terbesar untuk mencari keterkaitan antara kesehatan jantung dengan status perkawinan yang dipresentasikan dalam konferensi American College of Cardiology belum lama ini. Carlos Alviar, dokter ilmu kardiologi di New York University Langone Medical Center mengatakan bahwa penemuan ini bukan berarti mendorong setiap orang untuk menerima, tetapi juga mempertanyakan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan yang berhasil dengan siapa pun, dan mengapa tidak memerlukan implikasi yang penting bagi kesehatan vaskuler.

Menurut penelitian mereka yang bercerai memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena berbagai penyakit vaskuler, aneurisma aorta perut, penyakit pembuluh darah koroner danserebro vaskuler (pembuluh darah otak) daripada orang yang masih lajang. Para janda dan duda yang ditinggal mati pasangan mereka juga menunjukkan sedikit kemungkinan lebih tinggi terkena beragam penyakit vaskuler, dan pembuluh darah coroner ketika dibandingkan dengan mereka yang belum pernah menikah sama sekali.

Pasangan menikah lebih mungkin saling membantu agar tetap sehat, dengan memastikan bahwa pasangan mereka makan makanan yang bergizi, berolahraga, minum obat dan menepati janji temu dengan dokter, sehingga memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.

Para peneliti mengaku terkejut melihat keterkaitan tersebut lebih kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50. Pada kelompok tersebut, pernikahan dikaitkan dengan kemungkinan 12 persen lebih rendah terkena beragam penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara pada kelompok umur 51 – 60, kemungkinannya lebih rendah tujuh persen, dan pada kelompok umur 61 ke atas, empat persen.
Para pasien dalam penelitian berasal dari 3,5 juta orang dalam database Amerika Serikat, yang membayar 100 dolar untuk ambil bagian dalam program skrining. Partisipasi peserta dari 50 negara bagian, pada tahun 2003 hingga 2008. Karena mereka yang terlibat merupakan peserta yang membayar, mereka memang belum tentu mewakili partisipasi umum, yang dikonfirmasi penggagas penelitian. Selain itu, angka kaum minoritas yang terlibat dalam penelitian juga rendah.

Meski penelitian menemukan pernikahan membuat jantung lebih sehat, namun para peneliti tidak dapat mengukur kesehatan pernikahan itu sendiri. Tidak semua pernikahan sama, Tapi melihat populasi penelitian ini, cukup banyak variasi antara pernikahan yang baik dan buruk. Mungkin penelitian selanjutnya akan bisa memberikan pencerahan tentang masalah hidup yang berubah-ubah memiliki kepentingan yang kuat terhadap penyakit jantung, tambahnya. *** (CM-E02 / Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *