Mengenal Sigale-gale Lewat Pagelaran Budaya PRSU 2016

  • Whatsapp
Penampilan Tarian Dari Samosir
Penampilan Tarian Dari Samosir

 

Sebagai salah satu kabupaten yang memiliki destinasi wisata yang sangat menarik di Sumatera Utara, kabupaten Samosir berhasil membuktikannya dalam Pagelaran Seni dan Budaya di Pekan Raya Sumatera Utara, (9/4). Acara yang juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Samosir yaitu Drs. Rapidin Simbolon, M.M nyatanya berhasil manarik pengunjung untuk menyaksikan aksi panggung pada pemuda pemudi daerah.

Read More

Selain pembukaan oleh kata sambutan dan tari-tarian, Kabupaten Samosir menjamu penonton dengan aksi panggung penuh nilai jual seni dan budaya. Beberapa seni seperti nyanyian, tarian bahkan drama musikal yang disajikan juga membuat menarik penonton  hingga panggung seni PRSU dipadati penonton. Pengunjung yang sekaligus penonton pertunjukan seni ala kabupaten Samosir, rela duduk lesehan di bawah panggung agar tidak melewatkan aksi panggung daerah wisata nomor satu di Sumatera Utara ini.

Tidak sia-sia, penampilan yang dinaungi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir ini adalah sebuah aksi panggung yang sekaligus mempromosikan daerah wisata Samosir kepada pengunjung yang datang. Salah satunya adalah Tor-tor Sigale-gale.

Tarian Sigale-gale di PRSU
Tarian Sigale-gale di PRSU

 

Tor-tor sigale gale sengaja di letakkan diakhir acara sebelum penampilan atraksi sawan. Atraksi sawan ini melibatkan  6 anak dan 6 dewasa artinya sawan putih, sawan pagurason, sawan sohaliapan. Tari sawan tersebut bertujuan untuk menyucikan tempat dari niat si jahat dan memberi berkat untuk masyarakat Samosir.

Sigale-gale menceritakan seorang raja yang kehilangan anak tunggalnya karena meninggal dunia. Raja pun terpaksa memanggilkan seorang dukun dan pemahat dibuatlah satu patung menyerupai anak raja yang bisa menari, dan di beri nama si manggale yang sekarang disebut sigale-gale.

Tidak kalah mencengangkan, satu penampilan musik tunggal bernama saga-saga yang juga memiliki arti yang sangat kuat. Saga-saga artinya memagari satu tempat ima tabasna tapi melalui musik sebelum menjadi suami istri karena pada zaman dahulu sangat sulit jika perempuan dan laki-laki untuk bertemu.  Maka, saga-saga menjadi penghubung talatoit dan sordam artinya memanggil roh supaya kembali (mengembalikan roh masyarakat Samosir ikut serta membangun Pulau Samosir).

Selain itu ada juga penampilan the taganing dan tari tango atau pangidoan. Penampilan the taganing menggambarkan kegembiraan dan keberhasilan masyarakat yang ada di Samosir (dengan gondang mula-mula, somba-somba, husip-husip, sampur marmeme dan hasahatan sitio-tio. Tari improvisasi dan tango atau pangidoan memohon kepada oppu mula jadi nabolon agar diberikan berkat kepada pulau dan masyarakat Samosir.

Bukan sekedar sebagai ajang reoni putera-puteri daerah yang tinggal ataupun merantau di Kota Medan. Dinas Kebudayaan Kabupaten Samosir berhasil membuat bangga yang lahir ataupun yang berkampung halaman di Samosir. Ini tentunya menjadi trik cerdas para pemerintah daerah dalam memperluas jaejaring budaya dari daerah kepingan surga yang menjadi salah satu daerah yang memiliki nilai jual tinggi dalam hal budaya dan pariwisata di Sumatera Utara. ***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *