LPM Dinamika Ajak Siswa Menulis Berita Lewat Kelas Jurnalistik

  • Whatsapp
Kelas Jurnalistik Oleh LPM Dinamika UIN SU
Kelas Jurnalistik Oleh LPM Dinamika UIN SU

 

Dalam menulis berita dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan, atas dasar ini lah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika melaksanakan kelas jurnalistik kesekolah-sekolah terkhusus Kota Medan, dan kali ini Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Swasta Dharmawangsa mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu kejurnalistikan. Ada dua materi yang disampaikan yaitu materi teknik wawancara dan teknik menulis straight news.

Read More

Adapun materi teknik wawancara disampaikan oleh Sri Wahyuni selaku Reporter Senior LPM Dinamika UIN SU, ia menjelaskan bagaimana melakukan wawancara yang baik. Ia juga menjelaskan bahwa dalam melakukan wawancara kita harus melakukan persiapan terlebih dahulu. “Jadi sebelum melakukan wawancara kita harus mempersiapkan terlebih dahulu apa-apa yang diperlukan untuk wawancara seperti membawa alat tulis menulis, lalu memperkenalkan diri, bersikap santai dan tidak tergesa-gesa serta menjadi pendengar yang baik,” papar Sri.

Disamping persiapan untuk wawancara, ia juga menyampaikan teknik dasar untuk membuat narasumber merasa nyaman saat wawancara. “Pada saat wawancara jangan menatap langsung mata narasumber, tapi tataplah kening atau dagunya. Hal ini untuk menghindari perasaan tidak nyaman pada narasumber, jadi ketika narasumber merasa nyaman, ia akan menyampaikan informasi yang kita butuhkan secara terbuka,” jelasnya.

Selain itu Sri juga menghimbau agar sebelum seorang reporter menyudahi wawancaranya, ia harus mengecek ulang daftar pertanyaan yang diajukannya, untuk memastikan apakah semua informasi sudah didapatkan, “Jangan lupa untuk cek dan ricek,” ujarnya.

Materi kedua adalah teknik menulis berita straight news oleh Safitri Adriani Nst selaku Redaktur Online LPM Dinamika UIN SU, ia menyampaikan bahwa untuk menulis berita, tak cukup hanya memiliki pengetahuan saja, namun juga harus memiliki keberanian untuk mengklarifikasikan dan mempublikasikan berita kehadapan khalayak ramai, “Menulis itu butuh tahu dan berani saja,” ungkap Safitri.

Lebih lanjut Safitri menjelaskan bahwa dalam kepenulisan straight news ada beberapa strategi yang  perlu diperhatikan antara lain adalah unsur berita, yang terdiri dari, kelengkapan isi berita meliputi 5W+1H, berimbang, faktual, akurat, ringkas, hangat dan bijaksana, “Ketujuh unsur ini tak boleh dilupakan,” pungkasnya.

Safitri juga menekankan bahwa dalam pembuatan berita kita harus menggunakan formula KISS atau keep short and simple, agar bahasa efektif dan enak untuk dibaca, juga menghindari kebosanan pembaca, “Berita yang panjang dan berbelit-belit terkadang membingungkan, maka formula ini bisa dipergunakan,” katanya.

Pembina Komunitas  KIR SMA Dharmawangsa Medan cukup antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan termasuk mendampingi siswa-siswa binaanya dari awal kegiatan hingga foto bersama. “Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Menurut saya, materi yang disampaikan juga sederhana, mudah dimengerti dan sangat cocok untuk para peserta yang merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA),” ucap Siti Asyiah selaku pembina Komunitas KIR SMA Dharmawangsa.

Diakhir kegiatan, juga dipilih kelompok penulisan berita terbaik dan peserta terbaik kemudian disambung dengan foto bersama anggota KIR, Pembina, dan seluruh kru LPM Dinamika UIN SU.***(CM/PR)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *