Selfitisme, Pahami Gangguannya Sejak Dini

  • Whatsapp
Selfitisme Adalah Salah Satu Gangguan Pada Diri Seseorang.
Selfitisme Adalah Salah Satu Gangguan Pada Diri Seseorang.

 

Siapa yang tak kenal dengan kebiasaan selfie? Apalagi anak muda sekarang sudah memiliki gadget dengan kualitas gambar yang luar biasa bagusnya. Ini salah satu faktor kenapa anak muda semakin suka dengan selfie, tindak kepuasan yang dihasilkan dari kamera membuat hasrat ingin terus berselfie ria.

Read More

Selfie adalah singkatannya dari Self Potrait, yang artinya foto yang diambil oleh diri sendiri. Di Korea, selfie lebih terkenal dengan kata Selca, yaitu Self CameraSelfie biasanya digunakan untuk mengambil pose kasual dengan menggunakan kamera yang diarahkan pada diri sendiri.

Kini aktifitas selfie semakin mengalami perubahn dengan istilah Groufie, atau lebih dikenal dengan nama ‘foto rame-rame’ menggunakan tangan kamera dari salah satu rekan yang ikut dalam groufie tersebut.

Kebiasaan narsisme seakan menjadi doktrin bagi mereka. Narcissism adalah kepribadian seseorang yang cenderung berpusat pada dirinya sendiri (self-centeredness), terlalu melebih-lebihkan dalam memandang dirinya sendiri. Seseorang dengan narsisme menganggap dirinya lebih baik dari yang lain, dan mempunyai kebutuhan yang berlebihan untuk dikagumi oleh orang-orang lain. Ia cenderung memamerkan hal-hal yang dianggapnya hebat tentang dirinya di media sosial, setiap kali ada kesempatan.

Nah, konkawan Cerita Medan, ketika anda melakukan selfie, sadarkah bahwa anda tengah mengalami gangguan jiwa akibat narsisme anda? Ya, Gangguan itu disebut dengan selfitis.

Peradangan ego pada seseorang yang terlalu banyak melakukan selfie adalah penjelasan bagi istilah tersebut. Selfitis dinyatakan sebagai gangguan mental oleh American Psychological Association.

Benarkah selfie secara inheren adalah narsistik? Sementara setiap narsis butuh kolam refleksi, seperti halnya Narcissus yang menatap ke kolam untuk mengagumi dirinya. Zaman yang modern telah menjadikan media sosial seperti Facebook seolah kolam modern kita untuk terus mengagumi diri.

Namun, tidakkah kita terlalu cepat mengaitkan media sosial dengan perilaku narsis? Sebelumnya telah dilakukan penelitian terhadap 400 orang. Bagaimana perilaku mereka terhadap Facebook, berapa jam per hari waktu yang mereka habiskan untuk mengutak-atik Facebook, serta berapa kali mereka memperbarui status mereka.

Orang narsis memiliki pandangan yang berlebihan terhadap daya tarik mereka dan ingin berbagi dengan dunia. gangguan narsistik atau narcissistic personality disorder ada banyak gangguannya. Diantaranya yaitu:

  1. Borderline Selfitis: Mengambil foto diri sendiri minimal 3 kali sehari namun tidak mengunggahnya ke jejaring sosial.
  2. Selfitis Acut: Mengambil foto diri sendiri minimal 3 kali sehari lalu meng-upload nya ke media sosial,
  3. Selfitis kronis: Mengambil foto diri sendiri secara tidak terkendali setiap saat lalu meng-uploadnya ke media sosial lebih dari 6 kali sehari.

Beberapa psikologi mengatakan bahwa tidak semua selfie adalah gangguan. Selfie yang sudah masuk pada tahap gangguan, adalah tatkala perilaku tersebut telah mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Seperti pendidikan terganggu, pekerjaan terganggu, setiap kehidupan akan terganggu. Dia tidak lagi nafsu makan, hanya nafsu memfoto dirinya.

Menilai orang gangguan juga tidak bisa sembarangan, ada prosedur khusus yg harus dilalui sebelum diagnosis dapat ditegakkan, dan ini cuma bisa dilakukan oleh psikiater atau psikolog tentunya.

Jika secara kebetulan anda merasa memiliki ciri-ciri yang mirip dengan 3 level Selfiitis di atas, jangan buru-buru panik dan menjudge diri, tenangkan pikiran sembari ambil ancang-ancang untuk mulai mengurangi frekuensi selfie anda, ambil foto seperlunya saja, hanya untuk foto profil seumpama. Namun jika anda merasa aktifitas selfie anda mulai mengganggu, jangan ragu hubungi psikolog atau terapis terpercaya anda.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *