Santika Dyandra Hotel & Convention Medan Prioritaskan Keramahan Pada Tamu

  • Whatsapp

Santika Dyandra Hotel & Convention Medan

Kota Medan adalah salah satu kota yang memiliki wisata dan budaya yang sangat luar biasa. Salah satu penunjang pariwisata di Kota Medan adalah Perhotelannya. Dikota Medan sendiri ada salah satu Hotel  bintang 4 bernama Santika Dyandra Hotel & Convention Medan. Hotel ini terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis No.7 Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Read More

Kedatangan Public  Relation Officer, Glady Simanjuntak dan Qasthalani Rasyiqah, Senin (28/03) ke kantor Cerita Medan membuka mindset salah satu media online di Kota Medan. Mereka menceritakan bahwa Santika Dyandra Hotel & Convention Medan tidak hanya menarik tamu dengan fasilitas hotel saja melainkan juga keramahan dari setiap staff hotel sendiri.

Keramah-tamahan staff terhadap tamu juga menjadi salah satu bentuk promosi dari pihak hotel yang masih dalam bentuk ringan. Santika Dyandra Hotel & Convention Medan juga membuat agenda tahunan yang terjadi setiap 3 bulan sekali secara rutin yang di beri nama What’s On? Itu guna manarik minat tamu luar kota ataupun tamu lokal yang menikmati fasilitas dari Santika Dyandra Hotel & Convention Medan sendiri.

Perkembangan pariwisata di Kota Medan nyatanya sudah lama di sadari oleh berbagai kalangan khususnya di kalangan anak muda Kota Medan.  Kedatangan Public  Relation Officer Santika Dyandra Hotel & Convention Medan juga menjadi suatu kebanggan oleh Cerita Medan.

Selain menyatukan konsep antara perhotelan dan media online Kota Medan ini, Santika Dyandra Hotel & Convention Medan berkolaborasi dengan Cerita Medan yang pilarnya adalah Komunitas, Sosial, Budaya, Lifestyle dan juga kuliner agar makin baik lagi kerjasamanya. Terlebih lagi, terbukanya tangan dari pihak Santika Dyandra Hotel & Convention Medan untuk mempermudah akses dalam perolehan info-info terbaru untuk memenuhi kebutuhan berita.

Sebagai pandangan media, banyak sekali cara pandang di Santika Dyandra Hotel & Convention Medan yang dapat diolah dalam bentuk berita. Berbedanya konsep dari setiap outlet yang ada di hotel tersebut, adalah salah satunya yang membuat unggul. Contohnya adalah Cafe Ulos. Dari segi nama saja sudah menyenggol nilai jual yang tinggi dalam bentuk pariwisata dan budaya. Banyak lagi outlet-outlet di hotel bintang 4 tersebut yang memiliki konsep berbeda yang patut disorot.

Glady Simanjuntak mengatakan, kesan yang baik dari sebuah perhotelan tidak hanya dilihat dari fasilas atau bintang berapa hotel tersebut, namun juga adanya bentuk ucapan terima kasih oleh staff hotel yang iklhas dalam memberikan senyum dan kecekatan mereka terhadap tamu yang datang.

Standariasi sebuah hotel yang telah diakui patutlah dipertanggungjawabkan. Selain menarik kesan pertama wisatawan yang datang, ini juga menjadi tolak ukur Kota Medan sendiri dalam mengembangkan pariwitara di Kota Medan. Apalagi di tahun 2016 ini adalah tahun dimana setiap orang wajib siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kalau setiap kalangan di Kota Medan sendiri tidak saling mendukung, mau kapan lagi Pariwisata dan kebudayaan di Kota Medan akan berkembang apalagi ingin di akui oleh dunia?

***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *