IBX5A49C9BC313D6 Piknik Heritage IX : Isi Malam Minggu Dengan Kenang Budaya - Cerita Medan

Piknik Heritage IX : Isi Malam Minggu dengan Kenang Budaya

Piknik Heritage ke IX di Kantor Pos.
Piknik Heritage ke IX di Kantor Pos Medan.

 

Mengisi malam minggu agar lebih bermanfaat, Piknik Heritage kembali digelar untuk yang ke-9 kalinya. Kali ini, piknik heritage sengaja digelar atas kerjasama Komunitas Medan heritage dengan Komunitas Kawan Nonton di titik 0 kilometer Kota Medan, bertepatan di depan Kantor Pos Pusat, Medan (26/3).

Pada kesempatan tersebut Medan heritage ingin mengingatkan kembali mengenai titik 0 Kota Medan yang kini hampir dilupakan oleh masyarakat, yaitu sebuah taman kecil yang berada tepat di depan kantor pos pusat. Hal tersebut sengaja dibuat agar masyarakat dapat mengingat kembali sejarah Kota Medan yang kini bahkan kebanyakan orang Medan tak tahu bahwa titik 0 Kota Medan berada di tempat itu.

Acara dikemas secara apik berkat bantuan beberapa komunitas yang berhadir seperti Cerita Medan, SiGi, KOPHI Sumut, ATTIK Sumut, Go River, Turun Tangan Medan, KKSP, Hi-Lo Green Medan, Blogger Medan begitu pun dengan peserta yang berasal dari kalangan umum. Untuk turut aktif mengikuti acara tersebut seluruh peserta wajib membawa tiga buah botol plastik sebagai tiket memasuki acara, karena botol plastik tersebut akan dikumpulkan lalu dijual dan hasil penjualannya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Yoga dari Blogger Medan kemudian disambung dengan kata sambutan dari founder Medan Heritage yaitu Rizky Nasution,  beliau mengatakan bahwa anak muda harus berbudaya karenanya kita pun harus mengenal budaya dari kota kita seperti titik 0 kilometer yang kini sudah dilupakan, dan berharap acara ini dapat mengingatkan kembali sejarah dari Kota Medan.

Seluruh peserta yang hadir dipersilahkan duduk lesehan tanpa menggunakan alas, hal itu dimaksudkan agar menjalin keakraban satu sama lain dengan teman-teman komunitas lainnya. Acara ini juga didukung oleh pemerintah Kota Medan, terlihat dari turut aktifnya Wakil Wali Kota Medan dan Kadis Pariwisata beserta jajarannya yang berhadir dan membaur dengan duduk bersama seluruh peserta.

Wakil Wali Kota Medan Turut Aktif di Acara Piknik Heritage.
Wakil Wali Kota Medan Turut Aktif di Acara Piknik Heritage.

 

Wakil Wali Kota Medan yaitu Ahyar Nasution menyampaikan salam dari Wali Kota Medan yang tidak bisa berhadir pada acara tersebut, ia mengungkapkan rasa bahagianya melihat anak-anak muda Medan yang kreatif. “Peran adik-adik memang sangat dibutuhkan, dunia bisa hidup dan berkembang karena kreatifitas manusianya. Berhentinya kreatifitas berarti berhenti pula peradaban bangsa untuk masa depan yang lebih baik. Seperti kata Bung Karno, Indonesia bisa kehilangan kepribadiannya karenanya kita harus menunjukkan kepribadian budaya kita, budaya Indonesia. Ayo sama-sama kita berbudaya, dan sama-sama melangkah ke depan agar jadi bangsa yang mandiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, kejutan datang dari Wakil Wali Kota Medan yang turut membacakan puisi dari WS. Rendra, ia mengaku bahwa itu adalah kesempatan pertama kalinya membacakan puisi di depan umum.

Tepuk tangan dan haru menjadi satu menyaksikan penampilan menakjubkan tersebut, apalagi tak lama setelahnya para anak jalanan Kota Medan juga hadir untuk memberikan penampilan terbaiknya menyanyikan musik sampah di depan para peserta. Nyanyian itu secara kompak dinyanyikan dan diiringi dengan peralatan musik yang seadanya dimanfaatkan oleh mereka, beberapa pasang mata terlihat meneteskan air mata menyaksikan pertunjukan tersebut sebab selama ini banyak dari peserta yang hanya memandang anak jalanan dengan sebelah mata.

Penampilan Anak Jalanan Pada Piknik Heritage.
Penampilan Anak Jalanan Pada Piknik Heritage.

 

Di akhir melantunkan dua lagu terbaiknya, Rizki yang merupakan salah satu anggota anak jalanan mengungkapkan rasa kecewanya dihadapan Wakil Wali Kota beserta jajaran yang berhadir pada kesempatan tersebut.

“Kami juga manusia, kami ingin dihargai, bapak-bapak tolong lah lihat kami jangan siksa kami seperti binatang. Teman kami ada yang disiksa bahkan dibotakin, apakah itu perlakuan yang pantas untuk kami, mohon perhatikan kami,” ungkap Rizki dengan haru.

Penampilan Rizky Nasution dalam Piknik Heritage di Pelataran Parkir Kantor Pos Medan
Penampilan Rizky Nasution dalam Piknik Heritage

 

Tepuk tangan yang meriah menggema malam itu, menjadi saksi atas pernyataan kaum pinggiran yang dilupakan. Acara disambung dengan kolaborasi akustik antara Yudi dan Rizky Nasution tentang keadaan Kota Medan saat ini. “Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” ungkapnya.

Suasana Piknik Heritage
Suasana Piknik Heritage

 

Pada puncak acara, seluruh peserta dipersilahkan menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dalam versi tontonan layar tancap. Metode seperti ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali budaya menonton yang sudah pudar, juga untuk menuntun kesederhanaan dan kebersamaan meski duduk berlesehan. Adegan per adegan pada film tersebut memang menakjubkan, lantas hal tersebut membuat kebanyakan peserta tak beranjak dari tempat duduknya meski sudah malam dan dingin menusuk badan. Namun setidaknya kesederhanaan dan kebersamaan malam ini menjadi alasan untuk bertahan.

Usai menonton, film dibedah dan dipandu oleh dr. Daniel dari Medan Movie Blogger. Para peserta pun antusias bertanya sebab beberapa hadiah mulai ditawarkan oleh Alit yang merupakan MC pada malam itu.

Kekompakan, kesederhanaan, kebersamaan menjadi satu menjadikan malam piknik heritage lebih menyenangkan apalagi jika hal tersebut nyatanya bisa menumbuh nilai dan kesadaran berbudaya bagi sekitarnya. Save our green, save our heritage.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

KOMENTAR

BACA JUGA