Perbaikan Moral Menuju Pendidikan Berkarakter

  • Whatsapp
Pendidikan Karakter
Pendidikan Karakter

 

Dewasa ini, kita melihat berbagai kasus yang mencerminkan penurunan kualitas moral rakyat Indonesia. Mulai dari maraknya kasus tawuran remaja, kasus narkoba, minuman keras, hamil luar nikah, praktik aborsi, sampai kasus korupsi dan suap yang menjerat para pejabat Negara

Ini semua adalah penyebab dari kurangnya moral dari individu sendiri yang merusak sistem pendidikan Indonesia. Persoalan krisis moral yang dihadapi bangsa ini merupakan kegagalan dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa.

Dalam konteks pendidikan formal di sekolah, salah satu penyebabnya karena pendidikan di Indonesia lebih menitikberatkan pada pengembangan intelektual atau kognitif, dan kurang memperhatikan aspek afektif, sehingga hanya tercipta generasi yang pintar, tetapi tidak memiliki karakter yang dibutuhkan bangsa. Salah satunya akhlak.

Perkembangan kehidupan yang terjadi saat ini, pelan tapi pasti menjadikan manusia seolah terkotak-kotakkan. Perubahan ini, lambat laun mengantarkan kita pada tingginya rasa individualitas, terkikisnya nilai-nilai moral secara perlahan serta ambisi untuk menonjolkan keegoannya sebagai manusia berani. Semua ini menyebabkan kita lupa bahwa sesungguhnya manusia tak dapat hidup tanpa peran orang lain.

Kondisi ini pulalah yang saat ini menghinggapi anak didik. Dengan iming-iming dikatakan sebagai manusia yang mengikuti perkembangan zaman, hal seperti etika dan sopan santun pun berani ditentang. Akhirnya anak akan berani menentang guru, bahkan lebih parahnya memberikan julukan buruk terhadap guru yang tidak disukai.

Mengkritik guru yang biasa dilakukan oleh anak didik biasanya dengan memberikan pendapat saat mata pelajaran. Mereka bisa saja mengkritik apa saja yang tidak disukai tanpa pernah merasa bersalah atas sikapnya.

Melihat kondisi demikian, sudah dipastikan bahwa banyak yang mendukung upaya pengembangan pendidikan berkarakter di tiap sekolah. Dengan adanya pendidikan karakter dapat menciptakan kembali generasi yang bermoral dan bertanggung jawab serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang berbudaya.

Mengembangkan pendidikan karakter di sekolah sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tertentu pada anak didik. Nilai-nilai yang tersebut berguna bagi pengembangan pribadinya sebagai makhluk individual sekaligus sebagai makhluk sosial dalam lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter di sekolah secara sederhana bisa didefinisikan sebagai pemahaman, perawatan, dan pelaksanaan keutamaan (Practice of virtue). Maka dari itu pendidikan karakter di sekolah mengacu pada proses penanaman nilai berupa pemahaman. Kita harus tahu bagaimana tata cara merawat dan menghidupkan nilai tersebut serta bagaimana seorang siswa memiliki kesempatan untuk dapat mengaplikasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Para insan pendidik seperti guru, orang tua, staf sekolah, dan masyarakat diharapkan perlu menyadari betapa pentingnya pendidikan karakter sebagai sarana pembentuk pedoman prilaku, pengayaan nilai individu dengan cara menjadi figur keteladanan bagi anak didik serta mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses pertumbuhan berupa kenyamanan dan keamanan yang dapat membantu suasana pengembangan diri individu secara keseluruhan dari segi teknis, intelektual, psikologis, moral, sosial, estetis dan religius.

Pendidikan karakter, lebih mengutamakan pertumbuhan moral. Penanaman nilai-nilai dalam diri siswa dan pembaharuan kehidupan yang lebih menghargai kebebasan, merupakan dua wajah pendidikan karakter dalam lembaga pendidikan.

Anak didik yang memiliki moral baik tentu akan melahirkan kepribadian yang luar biasa. Sikap dan perilaku yang dilakoni dalam kehidupan sehari-hari, merupakan cermin dari kepribadian dirinya. Hal ini pasti akan menghadirkan anak didik yang bermoral dan berbudaya.

Terlepas dari apa yang diuraikan di atas, semua kembali kepada seorang guru yang dijuluki sebagai motivator bagi anak didik.  Guru yang baik dan mampu merubah karakter anak didik akan menjadi panutan dan anak didik yang dapat merubah karakter dipastikan dapat mengubah moral pendidikan Indonesia.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *