Pemko Galakkan Medan Menjadi Kota Literasi

  • Whatsapp
Pemko Galakkan Medan Menjadi Kota Literasi
Pemko Galakkan Medan Menjadi Kota Literasi

 

Membaca merupakan hal yang dapat menambah keilmuan sejak dini. Budaya membaca masyarakat Indonesia mulai terkikis karena beberapa hal termasuk karena pengaruh gadget yang membumi.

Read More

Budaya membaca kembali digalakkan dan menjadi salah satu program prioritas di Indonesia. Sebagai kota terbesar nomor tiga di Indonesia, Medan juga ikut menggiatkan budaya membaca. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi pelajar kota Medan.

“Kita harus memahami dulu, tidak mungkin seorang anak menjadi pintar kalau tidak memiliki keterampilan membaca. Jika ingin anak terampil membaca, kita harus menumbuhkan budaya membaca,” ungkap Drs. Masrul Badri, M.Psi., selaku Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Medan dalam kegiatan Lokakarya Perencanaan Buku Bacaan Berjenjang yang difasilitasi USAID PRIORITAS di Hotel Grand Kanaya, Medan, Selasa (15/3).

Lebih lanjut Masrul mengatakan, sekolah-sekolah di Medan harus melaksanakan aksi membaca di halaman sekolah sekali dalam seminggi, dilakukan oleh kepala sekolah, guru dan siswa selama 15 menit.

Kegiatan ini dikemas semenarik mungkin, sehingga semua orang terlibat. “Kami mendorong agar kegiatan membaca ini lebih bervariasi dan dilakukan lebih giat lagi,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Iwan Zulhami, SH, MAP. bahwa membaca merupakan kunci menuju ilmu pengetahuan.

Siswa perlu didekatkan kepada ilmu pengetahuan dengan cara meningkatkan keterampilan membacanya. Guna mendukung budaya membaca, maka siswa harus bisa mengakses buku dengan mudah. “Buku bukan barang yang harus disembunyikan. Buku harus dibuat dimana-mana. Di setiap sudut harus ada buku yang bisa dibaca,” ungkapnya.

Sedangkan Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjadikan Medan sebagai Kota Literasi. Pemko harus didukung untuk mempercepat pembudayaan literasi. Pembudayaan ini diyakini mampu menghasilkan manusia-manusia unggul guna mendukung Medan sebagai World Class City.

“Medan adalah rumah kita, jadi kita harus mendukung segala usaha untuk membuat kota ini menjadi lebih baik. Membangun kota berarti kita harus membangun manusia, budaya dan infrastruktur. Literasi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun manusia dan budaya,” terangnya.

Agus Marwan juga mengatakan USAID PRIORITAS terus mendukung Pemko Medan menyediakan layanan pendidikan berkualitas. Guna mengembangkan literasi, USAID PRIORITAS akan menghibahkan sekitar 100 ribu eksemplar Buku Bacaan Berjenjang kepada 166 SD dan MI di Medan.

Diperkirakan lebih dari 14 ribu siswa kelas 1-3 SD/MI bisa menikmati layanan buku tersebut. “Saat ini Kemendikbud sedang mengembangkan kabupaten dan kota pilot literasi. Saat ini hanya Surabaya yang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Kota Literasi. Kami siapmendukung jika Medan ingin menjadi Kota Literasi,” tutupnya.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *