Pameran Pusaka Keris Meriahkan PRSU 2016

  • Whatsapp
Pameran Pusaka Keris Meriahkan PRSU 2016
Pameran Pusaka Keris Meriahkan PRSU 2016

 

Untuk menjadi pecinta pusaka menjadi hal yang sangat unik. Bahkan tak segelintir orang yang memang memiliki hobi ini. Hobi yang merupakan aktivitas kesukaan ini dimanfaatkan pemilik bunda pusaka untuk menjualnya. Penjualan dari benda pusaka ini ternyata beromset fantastis. Karena satu benda pusaka bisa saja dibandrol sampai puluhan juta, karena dalam satu benda pusaka sudah dipastikan memeliki jutaan sejarah dan arti yang sangat berguna dan tak banyak orang tahu.

Read More

 

Pameran Pusaka Keris Pertama Di Sumatera Utara

Ketika konkawan Cerita Medan memiliki hobi yang seperti itu, maka ini kesempatan yang berharga, karena ini bisa menjadi semangat baru untuk pecinta pusaka yang telah lama tak memiliki koleksi. PRSU adalah tempat yang pas, karena PRSU menyediakan lokasi pameran benda pusaka pertama kali di Sumatera Utara.

Sayangnya, pameran hanya tersedia sejak 18-24 Maret 2016 saja. Dalam kegiatan pameran yang dilakukan para kolektor atau penjual barang pusaka, ini adalah pameran pertama yang memiliki waktu cukup lama. Karena biasanya pameran seperti ini berlangsung hanya sekitar 3 hari.

Pameran Pusaka Keris Meriahkan PRSU 2016
Rudi Oei (Kiri) – Ahmad Surya (Kanan)

 

Hal yang cukup membengkakkan mata adalah pameran ini dibiayai individu oleh Pemrakarsa Rudi Oei yang memang memiliki hobi koleksi barang antik, khususnya keris yang menurut orang awam adalah benda keramat. Saat ini beliau telah mengoleksi keris sebanyak 809 keris. Rudi yang melakukan pameran pertama kali di Medan ini ternyata beanr-benar menjadi cambukan keras bagi mereka yang tak cinta terhadap budaya.

“Saya mengajak seluruh komunitas pecinta keris di setiap provinsi dalam acara ini, dan semuanya hadir kecuali Irian Jaya, karena ada hal yang memang lebih penting.”

Tak hanya mengundang, ternyata Rudi membiayai seluruh akomodasi dan trasnportasi dari seluruh peserta pameran itu. Hal yang mencengangkan dan sungguh luar biasa lagi adalah beliau telah menjadi kolektor barang pusaka selama 30 tahun.

Beliau juga mengatakan bahwa orang yang berbudaya itu memang harus butuh pengorbanan. Tak tanggung-tanggung, Rudi juga mengajak para kolektor dan barang yang sudah patut di Museumkan ikut dalam pameran ini. Maka tak jarang jika konkawan yang sudah berkunjung, melihat berbagai keris dengan lemari kaca tanpa penjaga.

Pameran Pusaka Keris Meriahkan PRSU 2016

Dalam pameran ini tak hanya keris yang menjadi patokan, tapi seluruh barang dan peninggalan pusaka dari leluhur ada disini, termasuk mutiara-mutiara daerah.

Dalam pameran yang ketua acaranya adalah Ahmad Surya ini berhasil menarik pecinta barang pusaka mengunjungi dan melihat langsung barang pusaka ini. Ini adalah pemandangan indah dan pengetahuan baru bagi mereka pemula pecinta barang pusaka dan kolektorisnya.

Pameran Pusaka Keris Meriahkan PRSU 2016

Tampaknya pameran ini dibuat juga agar masyarakat awam yang masih mengira bahwa keris itu benda keramat, dan keris digunakan sebagai senjata perang ini berubah haluan. Menganggap bahwa keris itu adalah barang yang ditinggalkan nenek moyang maupun dari berbagai kerajaan-kerajaan di seluruh provinsi Indonesia yang berasal dari berbagai era.

“Ini adalah budaya yang merupakan cermin dari kebangsaan, lambang kebesaran, kekuasaan dan suku daerah maka ini disebut titipan leluhur. Ini dirawat secara teknologi, jadi memangdangnya itu memiliki rasa unik seperti lukisan abstrak yang penuh arti,” ungkap Rudi

Pameran yang mengundang kolektoris dari berbagai daerah di Indonesia ini akan digelar kemabali di Palu Pulau Sulawesi yang tanggal pamerannya masih belum diketahui. Setelah pameran di Sumatera Utara ini, Rudi dan kawan-kawan akan mengadakan program lanjutan untuk membuat sebuah buku, yang diketuai anak muda dari Medan sendiri yang tertarik dengan keris.

Tujuannya pun terbilang mulia, karena hanya 1 tujuan mereka yaitu untuk mengetahui sebenarnya makna-makna dari sebuah keris dan dapat mengembangkan kebudayaan cinta keris kepada anak muda.

Ketika berbicara mengenai awal mula keris, maka yang paling tahu adalah Ahmad Surya. “Keris itu telah melalui fase 4 zaman, yaitu Zaman Budha, Hindu, Islam dan Tansisi. Hingga banyak perbedaan dari berbagai zaman, dari situlah dapat diketahui berbagai makna yang terkandung jika terus mendalami mengenai awal mulanya keris,” Sambutnya.

Cara merawatnya keris ini sangat sulit, karena ada teknik sendiri. Rudi akan membuat sebuah museum kecil yang isinya adalah keris dan dapat dikenalkan sebagai alat pengajar kepada seluruh kalangan masyarakat.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *