Minuman Yang Terlihat Sehat Namun Tidak Baik Untuk Pertumbuhan Anak

  • Whatsapp

Minuman Yang Tidak Sehat
Minuman Yang Tidak Sehat

Anak-anak membutuhkan makanan dan minuman yang bernilai gizi tinggi untuk membantu pola pertumbuhannya. Anak-anak membutuhkan makanan dan minuman yang sehat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Semakin  bergizi makanan yang diberi, maka semakin sehatlah seorang anak.

Read More

Makanan dan minuman yang sehat seharusnya memiliki kandungan gizi yang banyak, dan kandungan tersebut antara lain adalah karbohidrat, mineral, protein, vitamin dan zat gizi lainnya. Namun demikian, meskipun terkadang suatu minuman mengandung nilai gizi, namun ternyata beberapa minuman yang terlihat baik justru tidak baik untuk tumbuh kembang seorang anak.

Nah, berikut adalah beberapa Minuman Yang Terlihat Sehat Namun Tidak Baik Untuk Pertumbuhan Anak :

1. Jahe
Jahe berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah yang membakar kalori menjadi panas tubuh. hal ini akan membuat tubuh merangsang metabolisme untuk terus membakar kalori tubuh. selain itu, jahe memiliki kemampuan untuk mengurangi nafsu makan dan merangsang proses pembakaran lemak.

Jahe juga memiliki kemampuan dalam melebarkan pembuluh darah dan merangsang pelepasan hormon adrenalin. Oleh karena itu, darah akan mengalir lebih cepat dan meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang aliran darah. Hal ini diketahui tidak baik bagi anak-anak yang membutuhkan asupan protein dalam darah mereka. Kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan seorang anak dan dapat menyebabkan seorang anak mengalami pendarahan.

2. Teh
Anak-anak memerlukan banyak nutrisi untuk kebutuhan tubuh dalam proses tumbuh kembangnya. Sedangkan zat tanin dalam teh akan bersenyawa dengan zat besi dalam makanan dan akan menjadi sisa makanan yang tidak bisa diserap tubuh. Asam tanat yang terkandung dalam teh tersebut  akan menurunkan penyerapan vitamin B dan Zat Besi dalam makanan yang berakibat menurunnya hemoglobin dan menuyusutnya volume eritrosit, sehingga anak akan mudah terserang anemia atau kurang darah.

Selain itu, setelah minum teh, anak-anak akan terangsang semangatnya, selera makannya berkurang, selaput lendir pada organ pencernaan menurun, sehingga menganggu pencernaan makanan dan kemampuan penyerapannya.

3. Minuman energi
Minuman energi mengandung gula dalam jumlah besar dan tinggi kandungan kafein, yang mungkin menimbulkan risiko kesehatan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan sang anak.

4. Kopi
Kafein di dalam kopi dapat membuat otak tetap hidup dan terjaga. Hal ini akan membuat seorang anak menjadi sulit tidur ketika malam hari. Kondisi sulit tidur bagi anak ini tentu sangat tidak baik dan akan mempengaruhi fisiologis pertumbuhan anak tersebut. Kafein di dalam kopi kopi dapat menstimulansi asam lambung sehingga dapat menimbulkan magh pada anak.

5. Air es atau air dingin
Meminum es saat dapat mengganggu metabolisme tubuh anak. Ketika metabolisme tubuh terganggu, sistem syaraf pusat pun tidak siap menerima respon perubahan suhu dalam waktu cepat. Itulah sebabnya setelah minum es anak akan mudah terserang demam, pilek, atau flu.

Selanjutnya, air es juga membuat perut terasa lebih kenyang. Sehingga menghalangi makanan lain untuk masuk karena lambung terasa telah penuh. Padahal anak membutuhkan makanan penambah nutrisi tubuh. Karena itu, sebaiknya anak menghindari minum es atau air dingin.

6. Ginseng
Selain ibu hamil, ibu yang menyusui dan anak – anak juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ginseng. Hal ini karena ginseng  memiliki kemampuan dalam melebarkan pembuluh darah dan merangsang pelepasan hormon adrenalin. Oleh karena itu, darah akan mengalir lebih cepat dan meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang aliran darah. Hal ini diketahui tidak baik bagi anak – anak yang membutuhkan banyak protein untuk tumbuh kembang mereka.

Selain dapat merangsang pendarahan, ginseng juga memiliki beberapa efek samping bila dikonsumsi dengan dosis yang tidak tepat. Efek samping yang mungkin terjadi adalah insonmia, perasaan cemas, mimisan, sakit kepala, iritasi kulit atau gatal-gatal, mual, diare, detak jantung yang tidak teratu, hilangnya nafsu makan, gangguan pada perut, dan peradangan pembuluh darah di otak.***(CM-Ist/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *