Kenikmatan Menjadi Lajang di Usia Mapan

  • Whatsapp
Kenikmatan Menjadi Lajang di Usia Mapan
Kenikmatan Menjadi Lajang di Usia Mapan

Menikah atau memiliki kekasih menjadi suatu hal yang dilakukan orang banyak. Tapi banyak juga orang yang kurang beruntung memiliki pasangan, entah karena alasan pribadi atau alasan lainnya. Memang tidak semua orang menginginkan lajang di usia mapan, namun melajang saat usia sudah berkepala, terkadang bukan merupakan pilihan bagi seseorang.

Nah, jika kamu kebetulan seorang yang telah berusia mapan namun belum memiliki tambatan hati, kamu tidak perlu berkecil hati. Sebenarnya, lajang bukan berarti kamu sendirian atau kesepian. Sebab sebenarnya, kehidupan lajang sangatlah menyenangkan bila kamu bisa menikmatinya. Meskipun bagi teman-teman atau orang disekelilingmu, ini mungkin menjadi masalah, namun menjadi lajang sebenarnya ada juga nikmatnya.

Nah, berikut adalah Kenikmatan Menjadi Lajang di Usia Mapan :

1. Lajang di usia mapan menjadi tren saat ini

Pernikahan adalah suatu hubungan yang penuh dengan komitmen bagi kedua pihak. Banyak orang yang gagal pada pernikahan mereka di karenakan belum siap menikah. Dengan tingkat perceraian yang semakin tinggi, membuktikan pernikahan bukanlah hal mudah untuk dijalankan, terutama bagi pasangan yang menikah muda.

Kebanyakan orang menikah di usia 20 tahunan.  Usia 20 tahun adalah usia aktif bagi seorang wanita, dimana itu merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan karir, melakukan banyak perjalanan, menikmati hidup, dan mengenali jati diri. Wanita di usia 20 tahun cenderung masih memiliki semangat yang tinggi untuk melakukan banyak hal dalam hidupnya, sehingga banyak wanita menyesal menikah dan berakhir dengan perceraian.

Dengan menjadi seorang lajang di usia mapan, akan membuatmu merasakan kebebasan dan memiliki banyak waktu. Tanpa kekasih, kamu bisa memutuskan sendiri langkah terbaik untuk meniti karirmu. Kamu tidak akan dipusingkan dengan keinginan si dia yang ingin kamu begini dan begitu. Inilah saat yang tepat untuk membangun diri ke arah yang lebih baik. Dengan menjadi seorang lajang di usia mapan, kamu bisa membuat kesibukan yang mengoptimalkan potensi diri. Cobalah mengambil kelas bahasa asing, memasak, atau olahraga. Kamu juga bisa gunakan kesempatan saat lajang di usia mapan untuk memperluas jaringan, siapa tahu kamu bisa sukses dan menemukan jodoh dari sana.

Di usia mapan atau di usia 25 sampai 30 tahunan, kamu pun dianggap sudah mampu untuk menghadapi problema dari kehidupan yang kamu jalani. Di usia 25 sampai 30 tahunan, kamu juga telah mampu menunjukkan kemampuan yang kamu miliki dalam menghadapai segala permasalahan hidup.

2. Menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman

Di usia mapan, kamu tentu telah memiliki banyak teman. Berkumpul dengan teman-teman adalah hal yang sangat menyenangkan saat kamu memiliki status lajang. Kamu bisa manfaatkan waktu luang untuk memberi perhatian lebih kepada keluarga atau sahabatmu, menghabiskan waktu berjam-jam dengan ibu, bercakap dengan teman-teman, tanpa khawatir dengan pasangan yang menunggu di rumah.

3. Tidak punya kewajiban apapun

Saat kamu menikah, kamu tentu memiliki banyak kewajiban yang harus kamu lakukan, baik bagi suami ataupun sebagai istri. Lajang adalah kebebasan. Saat kamu masih lajang, kamu tidak perlu memikirkan kewajiban apapun terhadap pasangan. Ini bisa kamu manfaatkan untuk bersenang-senang dan menikmati diri sendiri sebelum akhirnya kamu akan menikah jua nantinya. Demikian informasi tentang Kenikmatan Menjadi Lajang di Usia Mapan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia Ceritamedan.com.***(CM01/Hindah Sumaiyah)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *