Jalur Laut Rawan Penyeludupan Narkoba Ke Indonesia

  • Whatsapp
Jalur Laut Rawan Penyeludupan Narkoba Ke Indonesia
Jalur Laut Rawan Penyeludupan Narkoba Ke Indonesia

 

Narkoba menjadi boomerang bagi masyarakat dimanapun berada. Apalagi ketika narkoba kini sangat mudah diseludupkan. Sama halnya dengan daerah Indonesia yang terus menerima impr-an narkoba dari Negara tetangga. Ini yang membuat BNN angkat bicara akan hal ini.

Read More

Badan Nasional Narkotika (BNN) Sumatera Utara menyampaikan keprihatinannya karena banyaknya narkoba masuk dari Malaysia. BNN dan Polri sudah menangkap beberapa kali usaha penyeludupan narkoba dari berbagai pintu masuk, khususnya melalui jalur laut. Jalur laut menjadi sangat rawan bagi Indonesia. Jalur ini sangat mudah, biasanya penyeludupan dilakukan melalui para nelayan ataupun melalui orang yang menggunakan kapal-kapal untuk bepergian ke Indonesia.

Penegasan tim BNN Sumatera Utara ini dilakukan melalui Kombes Bambang pada Seminar Sehari Narkoba dan LGBT yang diselenggarakan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Kota Medan, di Digital Library, Unimed, Medan, Sabtu (12/3).

Keprihatinan pihak BNN terhadap semakin maraknya penyeludupan, peredaran dan pengonsumsian narkoba oleh masyarakat, khusus pelajar, sebagai sebuah keprihatinan yang sama. Kombes Bambang mengungkapkan data pengguna narkoba dimana pelahar SMP, SMP,M bahkan SD menjadi pengguna terbesar di Sumatera Utara.

Dari data tahun 2014, ada sebanyak 2.865 orang korban pengguna narkoba di wilayah hukum Sumatera Utara. Dari jumlah korban sebanyak itu,  ada 1.971 pelajar SMA, 451 pelajar SMP dan 103 orang pelajar SD.

Acara yang diikuti oleh 500 pelajar dan mahasiswa  ini menghadirkan tiga narasumber yang hebat pada seminar ini yaitu Prof. Dr. Abdul Munir (Dekan Fakultas Psikologi UMA), Ir. Hercules Abdullah (Ketua PJK Unimed) dan Khairul Sakti Lubis (Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah)

Seminar yang dilakukan hanya sehari ini digelar dalam rangka menyambut Musyawarah Daerah ke 12 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Medan. Pelaksanaan Musyda sendiri akan berlangsung 25-27 Maret di Asrama Haji Medan.

Melalui seminar sehari itu, Kombes Bambang  mengajar Muhammadiyah untuk membantu BNN dalam memutus matarantai peredaran narkoba ditengah masyarakat. Himbauan yang sama disampaikan kepada 500 pelajar dan mahasiswa peserta seminar untuk membentuk komunitas Anti Narkoba.

Komitmen Perang Terhadap Narkoba juga disuarakan oleh Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Khairul Sakti Lubis. Kata Sakti, Perang terhadap Narkoba merupakan program utama IPM. Melihat seriusnya permasalahan narkoba, khususnyan yang menjerat pelajar, menjadikan IPM “mati-matian” akan memerangi Narkoba.

“Kalau dulu orangtua mengeluarkan banyak uang untuk biaya sekolah anak-anaknya tapi kini banyak pula orangtua yang mengeluarkan uang untuk merehabilitas anak-anaknya yang sudah menjadi korban narkoba,” Ujar Sakti member ilustrasi saat itu.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammmadiyah Kota Medan, Adri K yang membuka seminar menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk perang terhadap Narkoba dan LGBT. “Narkoba dan LGBT” adalah musuh  bangsa dan agama, tegas Adri K.

Seminar sehari Narkoba dan LGBT diakhiri dengan diskusi terbuka yang mengundang banyak pertanyaan kepada narasumber.***(CM-E02/Amal Hayati)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *