Inilah Efek Televisi Terhadap Anak

  • Whatsapp
Pengaruh Televisi Untuk Anak
Pengaruh Televisi Untuk Anak

 

Menonton televisi adalah kegemaran banyak orang. Siaran program acara yang bervariasi dan menarik menjadi alasan besar kegemaran tersebut semakin diminati modern ini. Acara yang ditayangkan televisi ada yang bersifat informasi tetapi tak jarang juga menayangkan mengenai tatanan kehidupan yang berkonotasi negatif. Tapi bagaimana jika menonton televisi ternyata memberikan dampak buruk pagi penontonnya, terutama bagi anak-anak.

Read More

Media televisi menjadi pengaruh besar bagi anak-anak seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih bersama dengan intensitasnya. Orang tua bahkan tidak dapat mendampingi anaknya setiap saat, padahal anak-anak zaman sekarang cenderung menghabiskan waktunya di depan televisi.

Dalam seminggu anak-anak bisa menghabiskan waktu 170 jam lamanya untuk menonton televisi. Selama ini pula anak akan menerima segala informasi yang ia dapatkan, atau bisa jadi juga mempraktikkan langsung adegan yang ia terima dari televisi tersebut. Kita dapat mengulang cerita kembali, saat dua tahun lalu seorang anak di Jawa Tengah meninggal dunia akibat kerap menonton televisi. Bukan karena menonton tetapi karena ia meniru adegan Spiderman yang ia dapatkan dari televisi.

Bagaimanapun keberadaan televisi diakui dapat memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat. Sebab televisi adalah sumber informasi yang sangat penting, selain sebagai sumber pendidikan dan hiburan. Keberadaannya pun kini diakui telah memberikan banyak perubahan baik lokal maupun nasional. Namun bagaimana jika masyarakat tidak dapat memanfaatkannya secara bijaksana, hal tersebut tentu akan menjadi peluang munculnya kelakuan-kelakuan yang kemudian mengakibatkan kerugian bagi penontonnya.

Hal ini dalam Ilmu Komunikasi dinamakan dengan Teori Kultivasi. Yaitu sebuah teori yang berefek dari komunikasi massa lebih tepatnya televisi, teori yang dikembangkan oleh George Gerbner ini diyakini memberikan gambaran bahwa efek media massa tidak secara langsung menerpa khalayak. Tetapi penonton televisi belajar tentang masyarakat dan kultur dilingkungannya. Dengan kata lain persepsi yang terbangun dalam diri penonton tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh televisi itu.

Selain itu, sisi negatif lain dengan kegemaran menonton televisi bagi anak adalah dapat menimbulkan suatu pelajaran yang buruk. Seperti halnya anak yang cenderung menonton televisi akan sulit berinteraksi dengan teman sebayanya atau bahkan menjadi orang yang sulit berkomunikasi. Karena kebiasaannya hanya menerima apa yang ia dapat dari televisi, sementara ia tidak mempunyai lawan bicara untuk mengungkapkan apa yang dihadapinya.

Tayangan yang disiarkan oleh televisi terkadang cenderung tidak sesuai dengan  aturan penyiaran yang telah ditetapkan. Sementara efeknya menjadi buruk dalam tatanan hidup masyarakat. Jika dicermati lebih mendalam, nyatanya dampak tayangan televisi bukan hanya mempengaruhi pola tingkah laku, tetapi juga mempengaruhi pola tutur kata anak. Menonton televisi memang telah membudidaya bagi kaum anak-anak dan itu menjadi budaya yang salah. Tidak seluruhnya salah, hanya saja tayangan televisi yang bernilai negatif menjadi penyebab hal itu disebut salah.

Budaya yang salah tersebut nyatanya kini telah merusak moral-moral anak bangsa. Siapa yang harus disalahkan? Kita mungkin tidak bisa menjawab, hanya saja ada solusi mengatasi hal tersebut. Yakni dengan mengurangi intensitas menonton televisi dan harus pandai menyeleksi tayangan yang patut dikonsumsi.

Bagi orang tua, mendampingi anak menonton televisi adalah solusi yang tepat. Selain dapat memilihkan tayangan yang baik, juga dapat mencegah terjadinya adegan-adegan yang dikhawatirkan dapat merusak anak tersebut. Kuncinya diri sendiri adalah poin yang paling penting untuk menghadapi perubahan ke arah yang lebih baik. .***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *