BMKG : Medan Aman Dari Efek Ekuinoks

  • Whatsapp
Cuaca Ekstrem Ekuinoks
Medan Aman Dari Cuaca Ekstrem Ekuinoks

 

Akhir-akhir ini Medan mengalami cuaca panas yang sangat ekstrem. Cuaca ini dialami karena terjadinya ekuinoks, dimana matahari melintas di atas garis katulistiwa atau garis imajiner di atas ekuator bumi. Parahnya lagi, Kota Medan sempat mengalami suhu 36 derajat celcius pada 18 Maret 2016. Ekuinoks terjadi 2 tahun sekali yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September 2016.

Read More

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Medan, melalui Staff Pelayanan Jasa, Lestari Irene Purba mengatakan bahwa seminggu kedepan Medan akan mengalami cuaca ekstrem. Diperkirakan cuaca paling ekstrem semingggu kedepan adalah 36 derajat celcius. Namun kemungkinan besar Medan tidak akan mengalami suhu sampai 36 derajat.

 

BMKG Medan
BMKG Kota Medan

 

BMKG Kota Medan juga mengatakan bahwa ini adalah efek akibat ekuinoks yang terjadi tepat di Sumatera Barat. Sumatera Utara tepatnya Kota Medan berada di atas garis khatulistiwa Sumatera Barat, panasnya yang dialami di Sumatera Barat berimbas hingga ke Medan. Perlu diketahui bahwa ekuinoks sendiri tidak menimbulkan efek buruk bagi masyarat karena polusi Medan masih terbilang normal.

Dalam seminggu kedepan, BMKG mengatakan bahwa Medan akan mengalami 2-3 kali suhu diangka 35 derajat celcius. Tidak menutup kemungkinan suhu di Medan akan tetap normal sekitar 32 sampai 33.1 derajat celcius.

Efek panas akibat yang ditimbulkan matahari ini disebabkan dari pola angin dari utara yang menyebabkan awan hujan tidak terbentuk. Di daerah pantai barat dan pegunungan Sumatera Utara suhu cuaca masih terbilang aman diangka 29 sampai 30 derajat celcius.

Ekuinoks

 

Ekuinoks sendiri adalah sebuah kondisi alamiah. Warga sebaiknya tak perlu mengkhawatirkan tentang ekuinoks ini. Pengaruh banyaknya efek rumah kaca juga menjadi salah satu alasan mengapa cuaca pada kejadian ekuinoks terjadi sangat begitu panas.

Jika Kota Medan mengalami cuaca yang lebih ekstrem dari pada ini, pihak dari BMKG akan mengirimkan pesat darurat oleh setiap kepala UPT yang berhubungan dengan cuaca dan peristiwa. Biasanya pesan akan disampaikan 2 jam sebelum kejadaian. Cuaca ekstrem akan ditangkap melalui radar dan satelit yang berkerja memantau cuaca di Sumatera Utara.

Meskipun ekuinoks tidak memiliki efek buruk, BMKG tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengkonsumsi air putih yang cukup selama  ekuinoks terjadi pada beberapa kota di Indonesia.

Indonesia adalah salah satu negara yang berada di garis khatulistiwa, itu sebabnya ada beberapa kota di Indonesia yang akan mengalami dampak dari ekuinoks. Tetaplah menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak disengat langsung oleh teriknya matahari.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *