Bakar Sampah, Timbulkan Penyakit

  • Whatsapp

Penyakit dari Sampah

Siapa yang tak kenal lokasi pembuangan sampah yang terletak di Paluh Nibung Kelurahan Paya Pasir Medan Marelan ini, lokasinya semakin memprihatinkan, pasalnya lokasi ini telah ditumpuki sabah yang begitu menggunung dan mengakibatkan penyumbatan banyak selokan di daerah tersebut.

Read More

Penyumbatan ini ternyata mengakibatkan keresahan warga yang tak henti-hentinya. Jika diulas sedikit mengeni Hari Bebas Sampah yang lalu, masyarakat dihimbau untuk membayar plastik seharga Rp200. Alasan kenapa plastik berbayar pasti banyak yang mengetahui. Akibat utamanya adalah plastik sulit sekali untuk melebur dengan segera.

Plastik yang ramah lingkungan memang sudah digunakan oleh beberapa perusahaan, namun tak jarang pedagang lebih banyak menggunakan plastik murah yang belum ramah lingkungan. Tempat Pembuangan Akhir yang biasa disebut TPA ini sudah memiliki gunungan sampah dengan tinggi tiga puluhan meter dan berdiameter sekitar tujuh  hingga sepuluh  hektar.

Keprihatinan tak sampai situ saja, akibat dari sampah yang menggunung ini selalu dibakar oleh warga sekitar untuk merendahkan gunungan tersebut. Dengan keberanian karena resah akibat sampah semakin merayap ke bagian rumah warga, akhirnya mereka melakukan kenekatan untuk membakar sampah tanpa mengetahui apa akibatnya.

Padahal sebenarnya, dari hasil bakaran sampah tersebut akan mengakibatkan dampak besar. Pembakaran sampah yang menghasilkan asap juga mengakibatkan penyakit. Penyakit yang diterima warga ketika menghirup bau busuk akibat pembakaran dari gunungan sampah sangat banyak, seperti:

1. Dioxin
Dioxin merupakan salah satu jenis polutan dengan presentase terbanyak yang terdapat pada asap pembakaran yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sel dalam tubuh yang nantinya menimbulkan berbagai macam efek. Di antaranya berkaitan dengan perkembangan sistem reproduksi, sistem kekebalan tubuh, sistem hormon, bahkan dapat menyebabkan kanker.

2. Particle Pollution
Pollution ini biasanya juga dikenal dengan nama Particulate Matter (PM) yang berupa partikel kecil yang dihasilkan pada proses pembakaran terbuka. Partikel kecil ini tentunya dapat dengan mudah terhirup dan menuju paru-paru manusia yang dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan. Di antaranya adalah asma, bronkitis, detak jantung tak beraturan, bahkan sampai serangan jantung.

3. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons
Polycyclic Aromatic Hydrocarbons atau yang biasa dikenal dengan PAH merupakan sekelompok bahan kimia yang biasanya ditemukan pada asap pembakaran. PAH biasanya terbentuk dari pembakaran yang tidak sempurna dari beberapa barang dan biasanya bersifat carcinogenic atau
menyebabkan kanker.

4. Volatile Organic Compound
Ini dihasilkan oleh proses pembakaran terbuka yang juga sangat berbahaya bagi manusia. VOCs ini nantinya dapat memberi dampak negatif pada sistem pernapasan, jantung, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, sakit kepala, mual, sampai merusak kinerja hati, ginjal, dan sistem syaraf pusat.

5.      Karbon monoksida
Karbon monoksida atau CO juga memberikan dampak negatif untuk kesehatan manusia. Beberapa diantaranya adalah sakit kepala, rasa mudah lelah, mual-mual, dan juga muntah-muntah.

6. Hexachlorobenzene
Ini merupakan salah satu racun pada lingkungan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada binatang, semakin banyak jumlah HCB yang terhirup maka semakin besar juga dampak negatifnya, meliputi kanker, kerusakan hati dan ginjal, mudah lelah dan iritasi pada kulit.

7.      Abu
Selain zat-zat kimia pada asap pembakaran, abu sisa pembakaran juga mengandung beberapa senyawa berbahaya seperti mercury, lead, chromium, dan arsenic. Senyawa tadi nantinya dapat menjadi racun saat masuk dalam tubuh manusia dan menyebabkan tekanan darah tinggi, masalah kardiovaskular, kerusakan ginjal, serta kerusakan otak.

Baca Juga : Bahaya! Sampah Menggunung

Nah, sudah jelas bahwa setiap sampah yang dibakar akan mengakibatkan penyakit, marilah untuk tidak membakar sampah secara rutin. Karena menimbun lebih baik dari membakar.***(CM-E02/Amal Hayati)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *