Aishah Basar, Terbitkan Karya Lewat Seni

  • Whatsapp
Aishah Basar bersama buku karyanya
Aishah Basar bersama buku karyanya

 

“Setiap generasi negeri ini harus melahirkan orang-orang atau kelompok yang melek sastra. Sastra akan menjadi hal yang sangat asik di kalangan generasi muda jika tidak dilestarikan”– Aishah Basar

Read More

Berawal dan dilahirkan untuk menjadi sastrawan yang mencintai dunia kata-kata sepertinya sudah menjadi sebuah takdir Aisyah Basar atau biasa disapa Kak Ai. Pengalaman dan suasana terkadang yang mengantarkan jemari tangan wanita muda ini untuk menulis setiap bait kata demi kata. Terbukti sejak Aisyah Basar duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar sudah dapat menulis sebuah cerpen sebanyak 2 halaman.

Awal tepatnya tanggal 31 Januari 2016 lalu, Aisyah Basar merilis sebuah buah buku berjudul Surat Buat Emak. Buku ini adalah kumpulan puisi-puisi karyanya puisi yang ia kumpul ssejak lama. Di dalamnya ada beberapa puisi yang dibuatnya lebih dari 15 tahun yang lalu. Tentang beberapa perasaan dan pengalaman yang dialaminya. Karya itu tertulis dalam notes yang selalu di bawanya.

Buku tunggalnya ini adalah buku kedua setelah Mawar Rebah dan Mimpi-Mimpi Laila. Buku Mawar Rebah dan Mimpi-Mimpi Laila karya Kak Ai adalah sebuah buku kumpulan cerpen-cerpen, karyanya yang di bukukan pada awal 2013. Dalam kumpulan cerpen itu, Kak Ai mengajak pembaca untuk berefleksi melalui remah-remah kehidupan, seperti pulang, pergi, kehilangan, relasi, kekecewaan, perselingkuhan, cinta sejati, harapan, dan pertanyaan, misteri bahwan penyesalan.

Sebelum membuat buku tunggal, karya wanita yang berhasil menyelesaikan S1 nya di Jurusan Sastra Bahasa Indonesia di UNIMED ini, juga pernah di bukukan melalui kumpulan puisi berjudul “tengok” pada 2001. Buku tersebut di buatnya bersama teman-temannya dalam sebuah kumpulan bernama Arisan Sastra Medan. Tidak hanya itu, karya-karya juga pernah bergabung dengan Sastrawan Malaysia pada tahun 2000 dan para Seniman Taman Budaya.

Wanita yang lahir di Rantau Parapat, 26 Januari 1971 telah meninggalkan Medan selama 10 Tahun karena urusan pekerjaan di Tapanuli Tengah. Di sana Kak Ai bekerja di salah satu sekolah dengan mengajar pelajaran bahasa. Ia membangun siswa/I untuk berlatih pertunjukan teater dan menulis. Kak Ai juga membangun anak muda di Tapteng untuk membuat karya dan percaya diri atas sebuah karyanya sendiri.

Buku karya Aishah Basar Yang Salah Satunya Adalah Surat Untuk Emak
Buku karya Aishah Basar Yang Salah Satunya Adalah Surat Untuk Emak

Bersamaan dengan terbitnya buku kedua, Kak Ai juga memiliki harapan yang harus di wujudkannya tahun ini. Yaitu, membuat perpustakaan kecil  agar semua orang dan semua kalangan dapat membaca setiap karya-karya sastrawan yang ada di negeri ini, ataupun sastrawan asing.

Dia juga berkeinginan untuk membangun tempat/sanggar seni untuk anak-anak sampai dewasa. Kak Ai sendiri memliki 2 nama yang menginspirasinya dalam menuliskan karya sastra yaitu Rendra dan Ayu Utami.

Saat ini untuk mewujudkan mimpinya dalam membangun perpustakaan kecil, Kak Ai sedang mengumpulkan buku-buku yang dibelinya dengan harga murah namun memiliki kualitas yang bagus.

Perhatiaanya terhadap menumbuhkan minat baca sangat diapresiasikan. Kak Ai mampu menyumbangkan 100 buku karyanya untuk beberapa perpustakaan kecil yang dikunjunginya. Buku-buku karya tunggalnya juga sudah mampu menembus pasar kota-kata di luar Provinsi Sumatera tepatnya  di kota-kota Jawa dan Kalimantan.

Untuk buku kumpulan cerpennya yang berjudul Mawar Rebah dan Mimpi-Mimpi Laila di hargai sebesar Rp.40.000 sedangkan buku kumpulan puisinya berjudul surat buat Emak dihargai seharga Rp.20.000. pembelian buku bisa di beli melalui online.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Email               : namaku_ai@yahoo.com

FB                   : Aishah Basar

No Tlpn           : 085261811389

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *