Sudah Saatnya Indonesia Bebas Sampah

  • Whatsapp

Bebas Sampah Nasional
Indonesia Bebas Sampah Nasional

Disadari atau tidak, Sampah merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Baik di negara berkembang ataupun di negara-negara maju. Rata-rata setiap harinya kota-kota besar di Indonesia menghasilkan Puluhan Ton sampah.

Read More

Sampah-sampah itu diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja di tempat yang sudah disediakan. Peleburan sampah plastik sendiri dibutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun. Bayangkan betapa sulitnya mencegah masalah besar ini. Kampanye bebas sampah hingga pemberlakuan plastik berbayar juga sudah makin marak dibicarakan.  

Sungai Deli merupakan salah satu dari delapan sungai yang ada di Medan. Mulanya, pada masa kerajaan Deli, sungai merupakan urat nadi perdagangan ke daerah lain. Saat ini, luas hutan di hulu Sungai Deli hanya tinggal 3.655 Hektare, atau tinggal 7,59 Persen dari 48.162 Hektare Areal DAS(Daerah Aliran Sungai) Deli. Padahal, dengan luas 48.162 Hektare, panjang 71,91 Kilometer (km), dan lebar 5,58 km, DAS Deli seharusnya memiliki hutan alam untuk kawasan resapan air sedikitnya seluas 140 Hektare, atau 30 Persen dari luas DAS.

Kini limbah mencemari sungai. Pencemaran Sungai Deli, 70 persen di antaranya diakibatkan limbah padat dan cair. Limbah domestik padat atau sampah yang dihasilkan di  Medan 1.235 ton/hari. Itulah mengapa Youth for climate change memilih Taman Edukasi Avros dalam lokasi eksekusi gerakan bebas sampah 2020. 

Beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bebas Sampah Nasional. Dalam menyambut Hari Bebas Sampah Nasional, Medan sendiri melaksanakan gerakan bebas sampah 2020 di beberapa titik yaitu Taman Teladan Medan dan Taman Edukasi Avros.

Bebas Sampah Nasional
Foto Bersama Berbagai Komunitas di Hari Bebas Sampah Nasional

Gerakan bebas sampah  ini diikuti oleh lebih dari 300 relawan dari berbagai kalangan. Terdapat 31 komunitas yang berada di Medan terjun langsung dalam mengeksekusi sampah selama kampanye berlangsung. Tidak hanya komunitas, masyarakat umum juga turut serta dalam mengutip sampah. 

Youth for climate change adalah fasilitator dalam acara gerakan bebas sampah 2020 yang juga didukung oleh Dinas Kebersihan Kota Medan dan Taman Edukasi Avros. Taman Edukasi Avros adalah lokasi terdekat hilir Sungai Deli. Sungai Deli menjadi sasaran bebas sampah karena Sungai Deli adalah icon Medan, dimana masyarakat di luar Medan lebih gampang mengingat aksi Gerakan Bebas Sampah 2020.

Masyarakat Medan akhir-akhir ini mulai merasakan dampak buruk dalam membuang sampah sembarangan. Musim hujan yang melanda Medan beberapa waktu terakhir sering menyebabkan beberapa wilayah Medan digenangi air.

Darwis Nasution selaku relawan yang mewakili Go-River mengatakan di acara Hari Bebas Sampah Nasional bahwa titik sampah di sepanjang hilir Sungai Deli mencapai angka 119 titik. Beliau juga mengatakan sampah di Sungai Deli lebih banyak dibandingkan sampah-sampah yang terdapat dijalanan.

Relawan yang ikut langsung berharap, masyarakat tidak hanya berhenti di hari bebas sampah dalam membuang sampah pada tempatnya. Sebagian besar relawan gerakan bebas sampah 2020 adalah generasi muda yang mulai merasakan edukasi yang cukup nyata dalam efek pembuangan sampah sembarangan. Karena, di Gerakan Bebas Sampah 2020 bersama relawan Go-River memberikan edukasi-edukasi yang membuka mindset sebelum efek buruk terjadi seperti banjir. 

Seharusnya kita sebagai warga Medan haruslah menyadari ini dari dulu. Minimnya pengetahuan tentang kebersihan yang membuat para warga membuang sampah sembarangan. Siapa sangka kalau sebenarnya butuh waktu bertahun-tahun untuk membersihkan sampah di hilir Sungai Deli. Banyaknya sampah yang terdapat di Sungai Deli seharusnya sudah mulai menjadi kekhawatiran warga Medan.

Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu:
• Mengurangi (Reduce)
Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
• Menggunakan kembali (Reuse)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai langsung dibuang.
• Mendaur ulang (Recycle)
Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
• Mengganti (Replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Jika wilayah Medan kembali digenangi oleh air hujan tidak etis kita menyalahkan pemerintah akan peristiwa tersebut. Seharusnya tangan kita lah yang patut disalahkan. Jika sulit mengubah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangn minimal mengurangi membuang dan mengkonsumsi barang yang menimbulkan sampah terutama sampah plastik.

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Mulai dari hal kecil setidaknya memberikan dampak yang baik dikemudian hari minimal untuk diri sendiri dan untuk Negara Indonesia sendiri.***(CM-01/Dela Aria Dahaka) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *