Simon Simorangkir Ubah Pola Hidup Miskin Jadi Motivasi Raih Sukses

  • Whatsapp

Simon Simorangkir

“Mau dengar cerita saya” kalimat pertama yang Simon katakan tatkala tim Cerita Medan ingin mengulas sosok inspiratif ini.

Dengan perlahan, Ia pun menambahkan “Saya berasal dari keluarga yang tidak mampu, Ayah saya tidak memiliki pekerjaaan, Ibu tidak memiliki pekerjaan tetap. Beberapa tahun lalu saya merantau ke Palu, Sulawesi Tengah untuk melanjutkan sekolah tingkat lanjut. Saya masuk di kelas unggulan SMA Negeri ternama, tetapi saya adalah satu-satunya siswa yang paling miskin di kelas itu,” Simon mulai menarik napas, mengecilkan suaranya yang terbawa suasana haru.

Keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi Simon untuk terus belajar diantara teman-temannya yang berkecukupan. Ia dinyatakan lulus di jurusan Kedokteran Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. Namun, harapan itu pupus ketika Simon sadar bahwa orang tuanya tak akan mampu membiayai. Kabar baik itu tak diberi tahu kepada kedua orang tuanya hingga Ia kembali ke Medan, kampong halamannya.

Impian Simon untuk kuliah sebagai mahasiswa kedokteranpun dihapuskan. “Sekarang teman-teman sekelas SMA saya, rata-rata sudah menjadi dokter karena kelas unggulan dicetak menjadi dokter,” kenangnya. 

Sesampainya di Medan, ia memikirikan masa depannya. Muncullah niat untuk bekerja tapi seketika keinginan tersebut berubah tatkala tante memberikan dukungan untuk kuliah, Simon akhirnya mengikuti seleksi ujian masuk universitas dan dinyatakan lulus pada Jurusan Sastra Cina Universitas Sumatera Utara. 

Berdasarkan kenekatannya, Simon memberanikan diri untuk kuliah. Satu semester menduduki bangku perkuliahan, keberuntungan menghampirnya. Ia mendapatkan beasiswa bergengsi yang membiayai perkuliahannya sampai selesai. 

“Bukan karena miskin itu yang membuatmu gak bisa berubah,” tegasnya.

Dengan konsep learning by doing, Simon tekun memahami sastra cina, Kebutaannya akan bahasa Mandarin, membuatnya sengaja datang ke penginapan dosen untuk belajar khusus, berkat ketekunan tersebut kini ia berencana membuka komunitas sastra cina sebagai tanda terima kasihnya terhadap orang-orang yang telah membantunya mengetahui kehebatan bahasa internasional satu ini.

Perlahan jalan kesuksesan mulai terbuka, Simon mulai berkiprah di kancah Nasional berkat program beasiswa yang diterima. Keinginan naik pesawat tercapai lewat jalan-jalan kecil yang ditekuninya. Bersama rombongan  penerima beasiswa, Simon melangkah ke Kota Hujan untuk kegiatan yang membuat pikiran semakin luas.

Kendati demikian Simon tetap rendah hati, tak pernah sedikitpun ia merasa hebat. Sadar dirinya bukan apa-apa dibandingkan orang di luar sana. Hal itu ditunjukkan lewat kepeduliannya pada korban Sinabung, dan mengunjungi panti asuhan serta panti jompo untuk melakukan proyek sosial.

Tak berhenti disitu, berkat pertolongan Yang Maha Kuasa beberapa Simon terpilih menjadi delegasi dari Sumatera Utara untuk mengikuti program Forum Indonesia Muda (FIM) di Jakarta. 

Simon Simorangkir
Simon Simorangkir

“Saya memang tak punya biaya waktu itu, tetapi program beasiswa menyanggupinya melihat keseriusan saya belajar.”

Selang beberapa waktu, atas kesungguhannya memahami bahasa Mandarin, lagi-lagi dari program beasiswanya ia melakukan internship di perusahaan ternama dunia bernama APRIL (Asia Pasific Resources International Limited) di Kerinci, Riau. Simon diajarkan berbahasa Mandarin dengan baik dan mempraktikan langsung kepada klien yang hadir untuk melakukan wawancara. 

Sepulang dari internship, Simon masih terus mengepakkan sayap mengikuti beberapa program lainnya. Semua dikarenakan hausnya akan pengalaman dan pengetahuan yang dalam. 

Simon adalah seorang pemimpi, bahkan langkahan ke berapa tempat awalnya bermodal dari sebuah mimpi. “Saya dulu punya impian harus bolak-balik naik pesawat waktu kuliah, saya terus berdoa dan berusaha gimana bisa terwujud, syukurnya sekarang sudah tercapai,” tambahnya.

Kehidupan terus berlanjut, begitu pun dengan dirinya yang masih terus mengejar impian. Seraya menuntaskan skripsi, Simon kemudian terpilih menjadi duta besar dari Indonesia untuk mengikuti program pertukaran budaya ke Kamboja. Kebahagiaan itu semakin lengkap, kabar-kabar baik terus menghampirinya lewat usaha yang tiada henti.

Pengetahuan yang telah ia dapatkan dari berbagai program kini menghantarkannya menjadi seorang pembicara di usianya yang masih 21 tahun. Dari menjadi peserta dalam seminar sampai menjadi pembicara, begitulah proses hidup yang berbuah kesuksesan baginya. Dibalik kesuksesan tersebut Simon mengungkapkan ada sosok yang paling berperan di dalamnya.

“Mama dan Papa selalu mengajarkan saya untuk hidup mandiri dan terus bertahan hidup untuk orang lain, karena dengan demikian orang juga akan membantu hidup saya,” ujarnya menahan haru.

Simon Simorangkir

Selain itu, juga ada seseorang lain bernama Sukanto Tanoto yang Simon akui telah banyak membantunya dalam proses pencapaiannya. Karena berkat beliau hidupnya menjadi lebih berarti dan penuh motivasi.

Ungkapan tersebut ia buktikan lewat Komunitas Pemuda Cinta Damai Anak Indonesia yang sengaja ia dirikan untuk perubahan bangsa lebih baik. “Karena saya ingin anak-anak mendapatkan perhatian lebih untuk melakukan perubahan kedepannya,” ujar Simon.

Simon Simorangkir

Simon Simorangkir

Simon Simorangkir

Kini, Simon percaya bahwa impian telah mengubah pribadi dan hidupnya. Begitupun mimpi haruslah dibarengi dengan action. Karena mimpi tanpa action tak akan menjadi apa-apa. 

“Tidak ada mimpi yang terlalu besar, yang ada hanyalah usaha yang tidak melampai batas tersebut,” ucap Simon Pangihutan Simorangkir.

Profil Simon Pangihutan Simorangkir
Simon SimorangkirPenghargaan dan Prestasi

3rd Winner Class Decoration Chinese Cultural by Chinese Study Program University of Sumatera Utara(2012)
Receiver Scholarship of Prestasi Peningkatan Akademik (PPA) University of Sumatera Utara (2011)
Receiver National Champion Scholarship (NCS) Program of Tanoto Foundation (2011-recent)
North Sumatera Delegate in Youth for Climate Camp by National Council on Climate Change Indonesia (2014)
Young Ambassador Indonesian Youth Conference from North Sumatera Province by Sinergi Muda (2014)
University Student Delegation for Student Interfaith Peace Camp by ICRS Gadja Mada University (2013)
North Sumatera Delegate in Young Southeast Asian Leaders Initiative “United for Peace” by Cinta Indonesia colaboration with U.S Embassy Indonesia (2015)
North Sumatera Delegate in Character Building and Leadership Lifeskill Training Batch 16 by Forum Indonesia Muda (2014)
University of Sumatera Utara Delegate in National Tanoto Scholars Gathering (2013)
Indonesia Ambassador for Indonesia Youth Cultural Exchange Cambodia by Seventeen Project (2015)
University Delegate in Interfaith Youth Forum by Youth Interfaith Community Indonesia in cooperated with
Young Southeast Asian Leaders Initiative (2015)
University Participant in Pluralism Training by Aliansi Sumut Bersatu in cooperated with Satu Nama Indonesia (2016)

Seminar dan Pelatihan

International Seminar “The Urgency of Mandarin Languange in Globalization Era” by Methodist University of Indonesia (2012)
Seminar of Chinese Languange and Culture 汉语与中国文化 by Chinese and Literature Study
Program,Faculty of Cultural Sciences, University of Sumatera Utara (2015)
International Seminar “Impression of China” by Consul of The People’s Republic of China to Medan (2013)
International Seminar “The Development of China and The Friendly Relationship between China and Indonesia” by Ambassador of The People’s Republic of China to Indonesia (2012)
Seminar on The Top 10 Jobs of ACFTA 2015 by Faculty of Cultural Sciences USU (2015)
Seminar Peran Pemuda Dalam Pembangunan by Ikatan Mahasiswa Pemimpin Rasional dan Kreatif (2014)
Journalism Training by Metro TV Indonesia (2013)
Seminar Membangun Ekonomi Indonesia Menghadapi Persaingan Ekonomi Global by CEO MNC Group
Global Competence Series Seminar with topic “The Power of Mandarin Languange and Strategy of Communicating” by Mandarin City (2014)
“How To be a Good Teacher Training” cooperatively by Chinese and Literature Department University of Sumatera Utara and Jinan University Guangzhou (2013)
Metode Meningkatan Minat Baca Anak Training by Tanoto Foundation (2014)
International Youth Convention on the theme Young People of Character- The Hope of the Future by Universal Peace Federation (2014)
Seminar Closer with Korean Culture by Korean Association in cooperated with CMedia (2011)
Seminar Toward ASEAN Community 2015 by Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2014)
Seminar Dialog Wirausaha Mahasiswa Sumatera Utara by HIPMI Sumatera Utara (2013)
Seminar with topic “Pengenalan Kebudayaan Sumatera Utara” by Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (2013)
National Seminar with topic “Pencaplokan Budaya” by Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (2013)
Mind Management Training by Tanoto Foundation in cooperated with APRIL Learning Institute
Leadership Training by Ikatan Mahasiswa Pemimpin Rasional dan Kreatif (2014)
“Public Speaking and Presentation Skills Training” by Tanoto Foundation (2012)

Pengalaman Kerja

Mandarin Private Teacher (2012-curent)
Teacher in Yayasan Bersinar Foundation (2012)
Mandarin Teacher in National Global Prima School (2015-current)
Internship Program in Corporate Communication Department, Asia Pasific Resources International Holding Limited (APRIL) Indonesia (2014)

Pengalaman Organisasi

Founder of Komunitas Pemuda Cinta Damai Anak Indonesia (KOPECIDA)
Founder Mandarin Youth Community Indonesia
Member of Himpunan Mahasiswa Sastra Cina USU ,HUASHAN/华山 (2011-current)
Chief of Chinese and Literature Students Intake 2011 University of Sumatera Utara (2011-current)
Coordinator Chapter USU for Tanoto Scholars Association Medan (2013-2014)
Member of Young Interfaith Peacemaker Community Indonesia (2012-2014)
Member of Forum Indonesia Muda Chapter North Sumatera Province (2014-current)
Division of Intellectuality Development in Ikatan Mahasiswa Pemimpin Rasional dan Kreatif Indonesia (2014)
Secretary II Forum Komunikasi Kebhinekaan Aceh& Sumatera Utara (2014)
Volunteer as teacher in Rumah Sendoro (2014)

Pengalaman Kepanitiaan

Facilitators in National Tanoto Scholars Gathering (2014)
Trainer in Public Speaking Training Ikatan Mahasiswa Pemimpin Rasional dan Kreatif (2014)
Host Directorate in Indonesian Youth Dialogue Forum by United States Embassy Jakarta Indonesia (2014)
Moderator in “Talkshow with Mr.Sukanto Tanoto, one of the richest man in Indonesia” (2014)
Moderator in Talkshow Indonesian Youth Dialogue Chapter Medan colaboration with US Department of State (2014)
Host Directorate in National Youth Conference and Charity Concert by Yayasan Persada Bangun Bangsa (2015)
Vice Chairman of Christmas Celebration of Chinese and Literature Study Program (2014)
Head of Ceremonial Divison Wanhui Chinese and Literature Study Program ,University of Sumatera Utara (2013)
Head of Documentation Division in Tionghoa Cultural Festival University of Sumatera Utara (2014)
Committee Chairman of “Workshop Penulisan Proposal Skripsi Mahasiswa Sastra Cina USU” (2015)
Creative Ministry in Tionghoa Cultural Festival University of Sumatera Utara (2013)

***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *