Prostitusi Anak Semakin Menggurita

  • Whatsapp


Kampanye Trafficking Anak di Sekolah

Tingginya kasus kekerasan terhadap anak baik itu kekerasan fisik,  seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak semakin meningkat dari tahun ketahun. Bertambahnya jumlah dan jenis kasus kekerasan terhadap anak menjadi peningkatan kasus lainnya. Siapa sangka jika angka kekerasan terhadapap anak meningkat 50-70% setiap tahunnya. ini menjadi kekhawatiran bagi individu maupun lembaga yang menaungi kasus terhadap anak.

Read More

PKPA (Pusat Kajian Perlindungan Anak) adalah jaringan perlindungan anak serta fasilitator kapasitas organisasi yang menanungi kasus tentang anak. Melalui visi PKPA yaitu memperjuangkan terciptanya kepentingan yang terbaik bagi anak dan misi PKPA yaitu advokasi kebijakan yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak serta menegakkan perlindungan anak, menjadi dasar berdirinya PKPA di Medan. PKPA  yang beralamat di Jalan Abdul Hakim No.5A Pasar I Setia Budi Medan memiliki maksud dan tujuan tersendiri.

Maksud dan tujuan berdirinya PKPA yaitu memberikan perlindungan terhadap anak dari setiap orang atau yayasan yang melakukan pelanggaran terhadap hak anak. Melakukan kajian dan penelitian terhadap permasalahan anak serta mencari solusi atas persoalan tersebut. Melakukan kerjasama dengan Yayasan/instansi lain serta masyarakat untuk melakukan advokasi terhadap permasalahan anak. Menyediakan layanan informasi kepada masyarakat tentang hak-hak anak dengan benar serta Memberikan layanan langsung kepada anak-anak dalam rangka pemenuhan hak-haknya.

Menurut PKPA melalui Executive Director Misran Lubis, pada 2015 pelaku kekerasan seksual terhadap anak 85% adalah keluarga serta orang terdekat. Pornografi yang ditayangkan di berbagai tempat mempengaruhi kerusakan pada 6 titik dibagian tubuh, salah satunya adalah titik empatik yang menimbulkan rasa tega melakukan prilaku itu. Karena rasa empatik telah dimusnahkan, maka rasa tega untuk melakukan seksual terhadap anak pun muncul sehingga menyebabkan prilaku seksual antar orang terdekat. Banyak orang yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak tanpa memikirkan dampak buruk jangka panjangnya.

Fenomena itu membentuk keprihatinan yang sangat tinggi. Belum lagi kasus seksual yang disengaja di kalangan pelajar. Tanpa disadari proses prostitusi dilakangan sekolah semakin menggurita. Melalui beberbagai jaringan, pelajar yang terjemurus proses prostitusi itu membentuk pola sendiri salah satunya pola jejaring antar sekolah. Faktor pelajar terjebak dalam prostitusi adalah karena tersendatnya biaya sekolah, anak-anak yang sering hangout sehingga memiliki rasa minder lantaran teman memiliki uang jajan lebih daripada diri sendiri.

Dalam hal ini anak potensial adalah anak yang dapat merekrut anak lain dengan menawarkan jasa diri sendiri. tentunya jika seorang dapat memberikan anak potensial kepada agen prostitusi Dia tidak bersusah payah untuk menjual dirinya untuk mendapatkan uang. Kekhawatiran ini yang justru dirasakan orang tua.

Kampaye perlindungan anak dalam hal prostitusi pelajar telah dilakukan PKPA dengan langsung terjun ke sekolah-sekolah yang dianggap memiliki anak-anak potensial tersebut. Peserta kampanye juga dilakukan oleh anak sekolah agar menimbulkan kesadaran pelajar bahwa prostitusi memiliki dampak negatif. Meningkatkannya kreativitas anak pelajar juga disalurkan dalam kampanye agak mereka tidak berpikir pendek untuk mencari uang dengan mudah.

Untuk mengurangi kekhawatiran orang tua, PKPA berharap pemerintah harus langsung menghadapi permasalahan yang menakutkan ini. Prostitusi pelajar tidak hanya berdampak fisik namun juga psikis. Ketika anak tersebut mengalami bullyan dari temannya saat diketahui hamil diluar nikah. Mengurangi masalah prostitusi dikalangan pelajar otomatis mengurangi angka pernikahan dini dikalangan anak.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *