Panitia SNMPTN Tetapkan Akreditasi Sebagai Syarat Daftar

  • Whatsapp

PDDS

Adanya kebijakan dari panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 yang memprioritaskan sekolah yang berakreditasi A untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menimbulkan kecemasan banyak sekolah di kabupaten dan kota daerah Sumatera Utara.

Read More

Keresahan dan ketakutan itu terungkap saat panitia-panitia lokal SNMPTN Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan sosialisasi pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) 16 kabupaten dan kota di Sumut, beberapa hari lalu.

Kepala Humas Unimed, M. Surip M.Pd menyebutkan, dari pelaksanaan sosialisasi di Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli, terbukti sejumlah sekolah cemas dan resah tidak boleh mendaftar dan mengisi PDSS karena akreditasi kadaluarsa juga belum terakreditasi.

Menurut Surip, berdasarkan peraturan dari panitia pusat SNMPTN menetapkan jika sekolah memiliki akreditasi A maka panitia akan menyediakan kursi sebanyak 75 persen. Bagi akreditasi B mendapatkan kuota sekitar 50 persen. Namun, sekolah yang hanya memiliki akreditasi C akan mendapatkan kuota sekitar 25 persen. Sedangkan sekolah yang memiliki akreditasi rendah atau belum diakreditasi hanya akan mendapatkan kuota 10 persen pada jalur SNMPTN.
    
“Kecemasan sejumlah sekolah di kabupaten dan kota itu beralasan, karena proses pengisian dan verifikasi PDSS dijadwalkan mulai 18 Januari-20 Februari. Jadi dengan waktu yang sangat singkat itu mereka takut tidak bisa mendaftar saat melakukan pengisian PDSS,” ungkap Surip.

Surip menyebutkan, pada sosialisasi itu panitia lokal Unimed turun di 16 kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga pihak Dinas Pendidikan mulai 9- 11 Februari 2016.
Pada sosialisasi itu, panitia menjelaskan tentang cara mengikuti SNMPTN yang dilakukan melalui tiga tahap, yakni pengisian PDSS oleh sekolah, kemudian pemeringkatan dan terakhir pendaftaran SNMPTN oleh siswa.

Untuk pengisian dan verifikasi PDSS dilakukan Kepala Sekolah atau yang ditugaskan untuk mengisi data sekolah dan siswa melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id. Kemudian, siswa akan mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan password untuk digunakan verifikasi.

Disebutkannya, zona sosialisasi Unimed dimulai dari Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Toba Samosir, Batubara, Karo, Pakpak Barat, Tapanuli Utara, Gunung Sitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Barat sampai Nias Utara.
  
Berdasarkan ketentuan dari Ketua panitia penerimaan SNMPTN, Rochman Wahah menyebutkan bahwa penerimaan jalur SNMPTN setiap PTN mempunyai ketentuan yang berbeda-beda dalam menerima calon mahasiswa dan kebijakan tersebut tergantung dari pengalaman perguruan tinggi tersebut.

Nilai sekolah setiap daerah/kota bisa berbeda-beda, meskipun nilainya sama dalam mata pelajaran tertentu dengan nilai 8 atau 9 tetap namun secara bobot nilai tetaplah berbeda. Sekolah yang maju lebih diprioritaskan untuk masuk.

Sejumlah ketentuan khusus mengikuti SNMPTN 2016 adalah persyaratan sekolah. Sedangkan yang berhak mengikuti SNMPTN adalah SMA/SMK/MA/MAK baik negeri maupun swasta yang mempunyai Nomor Pokok Nasional Sekolah (NPNS)

Syarat lainnya, siswa pelamar adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir 2016 yang lulus UN pada 2016 atau 2015, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional, terdaftar di PDSS dengan memiliki rapor semester 1-5 atau sampai semeser 7 pada SMK/MAK.

Menurutnya, siswa yang memenuhi syarat memiliki prestasi akademik unggulan berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh panitia nasional sesuai ketentuan akreditasi sekolah yang diizinkan untuk mendaftar SNMPTN 2016.***(CM-Ist/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *