IBX5A49C9BC313D6 Mollyta & Arman : Travelling Itu Enggak Pernah Enak - Cerita Medan

Mollyta & Arman : Travelling Itu Enggak Pernah Enak

Travelling
Travelling Mollyta dan Arman

Sesuatu yang baru itu selalu menarik, bahkan termasuk tempat yang kita datangi berulang-ulang, karena tiap kali kita datang akan selalu ada pengalaman yang berbeda. Hal tersebut diungkapkan Mollyta ketika berkunjung ke kantor Cerita Medan beberapa waktu lalu.

Travelling adalah kegiatan yang paling menyenangkan bagi sebagian orang. Siapa yang tidak menyukai kegiatan ini? Sebuah kegiatan berwisata ke suatu tempat baru dengan teman dan pengalaman baru tentunya. Meski harus berepot-repot dengan segala perlengkapan seperti tiket pesawat, penginapan, biaya perjalanan, lokasi tujuan dan segala macamnya, kamu yang suka travelling pasti sudah paham betul akan hal ini dan yang pasti kamu menikmatinya.

Tapi, bagaimana rasanya jika travelling bersama dengan pasangan? Pastinya lebih unik, selain bisa saling berdiskusi mengenai lokasi yang akan dikunjungi, travelling bareng pasangan pasti membuat perjalanan lebih bersemangat atau bahkan justru membuat kalian malah bertengkar.

Travelling
Travelling di Gunung Bromo, Jawa Timur

Hal itu sudah dibuktikan sendiri oleh pasangan Mollyta Mochtar dan Armansyah Putra. Molly sendiri memang menyukai travelling sejak kecil karena kedua orangtuanya suka membawanya jalan-jalan, ketepatan pula akhirnya Molly berjodoh dengan Armansyah, seorang pria dengan hobi yang sama.

“Jadi sekarang travelling-nya bareng,” tambah Molly.

Sementara, Arman lebih banyak menghabiskan waktu untuk travelling saat usai menyelesaikan tugas dari kantor. “Jadi dari kantor sering kasih tugas ke luar kota, nah setelah tugas selesai saya travelling dan itu sendirian,” cerita Arman. Ia menghabiskan waktu untuk travelling paling banyak di Kepulauan Riau selama 4 tahun bekerja disana, dari mulai tempat wisata yang terkenal sampai tempat yang hampir tak pernah dikunjungi orang. Bagi Arman, semua tempat itu menarik tergantung sudut pandang pengunjungnya.

Basic fotografi yang Arman miliki menjadi sesuatu yang membuat travelling-nya menjadi lebih menarik karena meski travelling sendiri ia masih punya cara lain mengatasi kesendirian tersebut yaitu dengan mencari objek fotografi sebanyak-banyaknya. Ia bisa memotret setiap hal yang menarik dalam perjalanan. “Dan yang tak kalah menarik adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan penduduk di tempat tersebut,” tambahnya.
Travelling
Travelling di Terracotta Warriors & Horses Museum, Xi’an – China

Semenjak menikah pada tahun 2001, Molly dan Arman pun mulai membicarakan travelling berdua. Seperti penuturan Molly sendiri, ia dan sang suami jarang sekali secara khusus membahas lokasi tujuan, hanya saja selalu mendapat referensi dari majalah maupun sekedar browsing. Jika memang ada tempat menarik barulah keduanya berembuk dan mulai menyiapkan segalanya.

Mulanya Molly dan Arman tidak memakai cara rembukan, keduanya telah mencoba segala style travelling yang dianggap memudahkan. Dari ikut travel agent, pergi tanpa rencana apa-apa sampai dengan mempersiapkan segalanya jauh hari sebelum keberangkatan.

Bagi keduanya tak ada biaya khusus untuk travelling, tapi karena tahu akan menguras cukup banyak biaya mereka membudayakan metode menabung jauh hari sebelum keberangkatan, hal itu dianggap lebih memudahkan. Tak tanggung-tanggung, Molly dan Arman juga rela menjual barang untuk pergi travelling bersama, menurut mereka harta bisa dicari tapi pengalaman dan kesempatan tidak datang dua kali. “Kalau rencana-rencana terus nanti malah gak jadi,” tambah Molly.

Menjalani 15 tahun bersama, Molly dan Arman nyatanya sudah mengunjungi beberapa kota di Indonesia seperti lokasi wisata di Batam, Pekan Baru, Tanjung Pinang, Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Surabaya dan lainnya. Sementara untuk travelling luar negeri, keduanya sudah mengunjungi lokasi wisata di Negeri Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur, Johor Bahru, Penang dan Malaka), Thailand, Turki dan China (Beijing dan Xi’an).

Travelling
Travelling di Tiananmen square, Beijing

Setiap travelling Molly dan Arman sanggup menghabiskan waktu 6-11 hari lamanya. Seperti biasa, sebelum pergi Molly dibantu sang suami menyiapkan segalanya terlebih dahulu dari Medan. Mulai dari list lokasi yang akan dikunjungi, pemesan tiket dan penginapan, referensi kendaraan selama perjalanan, list ketetapan biaya perhari yang akan dikeluarkan, tempat makan halal, sampai tak lupa membawa peta dan kompas sebagai petunjuk arah.

“Kita bahkan nggak bisa andalkan teknologi, jadi kembali ke peta kertas yang lebih lengkap,” ungkap Molly. Kemudian disambung dengan penuturan Arman yang menyatakan bahwa kompas menjadi barang penting saat travelling, jika peta dan kompas tidak bisa menjadi penunjuk cara lain yang dipersiapkan adalah bertanya kepada orang sekitar.

“Kalau gak bisa bahasa mereka, ya bahasa inggris, kalau merekanya gak bisa kita masih punya bahasa tubuh,” cerita Molly sambil tertawa.

Hal lain yang terpenting saat travelling menurut Arman adalah setidaknya kita tahu kemana akan lari saat gagal menemukan lokasi tujuan yaitu pergi ke stasiun, ke tempat umum, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sampai dengan skenario terburuk kembali ke bandara.

Travelling
Travelling di Forbidden City, Beijing

Tips travelling menurut Molly dan Arman :

1. Menabung setiap hari

2. Jangan beli tiket terlalu lama, setidaknya 6 bulan mau berangkat baru prepare tiket

3. Siapkan informasi lokasi tujuan sebanyak-banyaknya

4. Mencari referensi penginapan sesuai keinginan

5. Mencari referensi kendaraan yang dapat digunakan selama perjalanan

6. Tetapkan biaya yang akan dikeluarkan perhari

7. Membawa alat penunjuk arah seperti peta dan kompas

Selama travelling tentu banyak pengalaman menarik di antara keduanya, mulai dari nyasar bareng, nanya orang tapi yang ditanya ternyata gak ngerti, capek, panik sampai akhirnya keduanya berantem karena pendapat dua kepala yang sulit disatukan, ego dari masing-masing juga muncul. “Tapi dari situ kita belajar toleransi, bagaimana tetap berpikir tenang dan tetap bisa pulang bareng,” kenang Arman.

Tetapi bagi Molly, justru yang paling menarik dari travelling adalah bisa keluar dari rutinitas yang biasa dan memilki waktu berdua yang lebih berkualitas dari biasanya. “Karena suami kan kerja, kalau pulang kerja udah capek jadi kalau travelling itulah waktunya kami berdua,” ujar Molly.

Untuk waktu keberangkatan sendiri biasanya Molly dan Arman memilih waktu cuti yang panjang. Uniknya setiap kali Molly dan Arman travelling selalu ada kejadian yang mengejutkan, misalnya saat travelling ke Bali bertepatan dengan terjadinya bom Bali kedua, juga saat di Yogyakarta merapi erupsi dan hampir membuat keduanya tidak bisa kembali ke Medan begitu juga saat sedang di Turki terjadi bom padahal itu hari terakhir mereka disana. Namun, syukurnya nasib baik memang selalu berada di pihak mereka sehingga apapun yang terjadinya Molly dan Arman baik-baik saja.

Travelling
Travelling di Ankara, Turkey

Perjalanan masih panjang, Molly berangan-angan ke New Zealand sementara Arman ingin ke Maroko. Mereka masih terus berencana untuk travelling bersama karena bagi keduanya travelling selalu diakhiri cerita menarik. “Travelling itu enggak pernah enak selama kita disana, tapi diakhiri cerita menarik saat kita sudah balik, dan itu membuat kita tidak bisa lupa. Karenanya kami candu travelling,” tutup Arman.

Travelling bersama pasangan memang menyenangkan, selain mengunjungi tempat baru kita juga akan memiliki kenangan baru, bersama pasangan tentunya.***(CM-02/Zakiyah Rizki Sihombing)

KOMENTAR

BACA JUGA